Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 10, 2006

Final FIFA World cup 2006

zidaneSemarak hajatan Piala Dunia yang dimulakan 9 Juni 2006, ditutup dengan seremoni nan megah di Berlin, dilanjutkan dengan pertarungan klasik antara italia dan prancis di partai final.
Semula kedua tim tidak diunggulkan, siapa sangka keduanya menampilkan keindahan sepakbola dan semangat pantang menyerah menuju partai puncak. Di final kita disuguhi atraksi hebat keduanya. Sampai jeda 90 menit dan tambahan perpanjangan waktu skor tetap 1:1, hingga adu pinalti. Akhirnya italia memenangi piala dunia keempat kalinya setelah melalui drama adu pinalti yang mencekam.
Di balik kemenangan Italia, kejadian dramatis menghiasi lapangan hijau di perpanjangan waktu, yakni tandukan zidane ke dada materazzi yang berbuah kartu merah bagi sang maestro. Entah apa pemicu kejadian tersebut. Beberapa hari setelahnya ada pengakuan materazzi disusul pernyataan zidane yang melatar belakangi aksinya. Ternyata provokasi berbau rasis sebagai pangkal kejadian tandukan zidane.
Bila benar, amat disayangkan karena FIFA sedang gencar gencarnya kampanye anti rasis di dunia sepakbola apapun bentuknya.

Sabtu, Juni 10, 2006

FIFA World Cup Germany 2006

Piala Dunia 2006Pesona Piala Dunia

Jum'at 09 Juni 2006 Piala Dunia resmi dibuka...
Hajatan FIFA 4 tahunan ini benar-benar luar biasa, gaungnya mampu menciptakan pesona, kalo sedikit didramatisir mungkin boleh dikata sebagian mata dunia menuju Germany 2006. Mulai presiden, raja, ratu, pemimpin dunia sampai rakyat jelata, melupakan sejenak persoalannya hanya karena piala dunia. Memang tidak semua pemimpin, tidak semua orang dan tidak semua negara suka bola, tapi harus diakui inilah hajatan yang mendunia. Hampir dimana-mana membicarakan bola, entah tentang skor, pemain, calon bintang sampai taruhanpun menjadi topik utama.
Kemarin siang, salah seorang pasien DBD bahkan minta ijin ikut nonton bola ... alhasil disediakanlah TV ukuran besar di lorong utama untuk memuaskan keluarga pasien ...
Yang masuk kategori gibol (gila bola) jangan ditanya persiapannya, camilan, kopi, wedang jahe dll ... mungkin udah disiapkan sejak minggu lalu.
So ... mari nikmati Fifa World Cup Germany 2006 ...
Siapa juara ? ... terserah yang penting nonton ...

Minggu, April 02, 2006

Nonton bola ...

RooneyMalam nanti, lewat tengah malam seperti biasa acara nonton Bola, Kick n Rush liga inggris, lanjut ke La Liga. Makanan kecil udah siap, kacang atom, kacang garuda yang pasti kacang betulan bukan kacang-kacangan. Persiapan sarapan dini juga rutin, pecel depan rumah yang buka selepas subuh atau mie gelas campur telor, wih uenak tenan. Pekan sebelumnya, di penghujung Maret nggak ada kejadian penting, kecuali listrik yang dua kali mati, yang ini nyaris rutin, kok bisa ya ? Jawaban di tempat kami juga serempak: kan udah biasa ... Pekerjaan rutin juga nggak ada yang istimewa, visite rutin para penderita pada pagi hari, bercanda dengan mereka, beri support, bikin catatan-catatan, enjoy aja ... Sepekan ke depan ada rasan-rasan dari temen-temen untuk mempresentasikan secara teknis rencana program pengobatan gratis tingkat dasar, di Balaikota. Yang ini menindak lanjuti pertemuan sebelumnya yang agak panas terkait dengan rencana tersebut yang ternyata akan memakai jasa pihak ketiga. Sontak temen-temen geger mengingat dana yang akan dipakai sebanyak 18 milyar untuk setahun, tapi itu tawaran pihak ketiga dan kayaknya hampir disetujui, woowww.
Inilah letak ributnya. Mengapa harus kerja sama dengan pihak ketiga ? Mengapa 18 milyar dan terlalu banyak mengapa yang konon mau di trialkan. Kalangan kami sih sudah sangat paham, banyak hal tak terucap mengiringi ketidak setujuan.
Walhasil rencana tersebut akan dikaji ulang, mengingat tanpa pihak ketiga ternyata dana yang "akan" dikeluarkan untuk program tersebut setahun kedepan jauh lebih sedikit, itupun dananya tetap "ngandang" di Pemkot, so kalau nggak terpakai tidak hilang tapi bisa untuk infrastruktur atau hal lain yang dapat memberi manfaat bagi khalayak.
Rasan-rasan muncul lagi, penundaan tersebut lip service atau betulan. Termasuk rencana presentasi di depan para petinggi kota, para Camat dan para Lurah. Kecurigaan yang wajar, karena para TS sudah sangat hafal liku-liku dunia gelap kedokteran dengan segala kata manisnya, yaaaa kami ada di belantara itu sih ...
Tinggal tunggu apa yang bakal terjadi pekan depan ...