<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543</id><updated>2011-11-21T15:05:31.951+08:00</updated><category term='Reviews'/><category term='Personal'/><category term='Medical'/><category term='LifeStyle'/><category term='Download'/><category term='Technology'/><category term='Family'/><category term='Friends'/><category term='Artikel'/><category term='Events'/><category term='Sports'/><category term='Health'/><category term='Blogging'/><title type='text'>Kesehatan Masyarakat</title><subtitle type='html'>Just hobby ... urun rembug masalah public health ... and fishing ... mancing di kali</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-6603204719890477321</id><published>2007-06-09T02:03:00.000+08:00</published><updated>2007-06-09T05:01:33.076+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bayi Kuning</title><content type='html'>Bahasan akhir pekan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayi kuning, adakalanya alamiah, adakalanya karena penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ICD.10&lt;/span&gt; (Interntional Classification of Diseases) : P58-59: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neonatal_jaundice"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Neonatal jaundice&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikterus&lt;/span&gt;: (jaundice) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adalah warna kekuningan pada kulit dan selaput mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neonatorum&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adalah bayi baru lahir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ikterus, icterus, kulit kuning, neonatus, neonatal jaundice, bilirubin, hiperbilirubinemia, jaundice.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/penyakit/neonatologie_120.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px;" src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/penyakit/neonatologie_120.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembaca mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat sendiri seorang bayi baru lahir berwarna kuning di sekujur kulit dan selaput matanya. Warna kuning dapat terlihat beberapa jam hingga beberapa hari setelah lahir. Kemunculannya tak jarang mengundang tanya, mengapa kulit si bayi berwarna kekuningan sementara bayi yang lain tidak? Apa penyebabnya ? Adakah yang salah ? Dan mungkin berbagai pertanyaan mengiringi kemunculan warna kuning pada kulit bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: :: :: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt; :: :: ::&lt;br /&gt;Ikterus neonatorum (bayi baru lahir berwarna kuning) adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: :: :: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANGKA KEJADIAN&lt;/span&gt; :: :: ::&lt;br /&gt;Warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;alamiah&lt;/span&gt; (fisologis), adakalanya menggambarkan suatu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyakit&lt;/span&gt; (patologis).&lt;br /&gt;Bayi berwarna kekuningan yang alamiah (fisiologis) atau bukan karena penyakit tertentu dapat terjadi pada 25% hingga 50% bayi baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cukup), dan persentasenya lebih tinggi pada bayi prematur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;alamiah&lt;/span&gt; (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang (paling lama) setelah 10 hingga 14 hari.Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah.&lt;br /&gt;Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan (ditetapkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: :: :: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PARAMATER&lt;/span&gt; :: :: ::&lt;br /&gt;Ada beberapa batasan warna kekuningan pada bayi baru lahir untuk menilai proses alamiah (fisiologis), maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit (patologis), agar kita lebih mudah mengenalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, batasan kekuningan bayi baru kahir karena proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;alamiah&lt;/span&gt; (fisiologis) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Warna kekuningan nampak pada hari kedua sampai hari keempat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara kasat mata, bayi nampak sehat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna kuning berangsur hilang setelah 10-14 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah kurang dari 12 mg%.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Adapun warna kekuningan pada bayi baru lahir yang menggambarkan suatu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyakit&lt;/span&gt; (patologis), antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Warna kekuningan nampak pada bayi sebelum umur 36 jam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna kekuningan cepat menyebar kesekujur tubuh bayi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna kekuningan lebih lama menghilang, biasanya lebih dari 2 minggu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adakalanya disertai dengan kulit memucat (anemia).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah lebih dari 12 mg% pada bayi cukup bulan dan lebih dari 10 mg% pada bayi prematur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Jika ada tanda-tanda seperti di atas (patologis), bayi kurang aktif, misalnya kurang menyusu, maka sebaiknya segera periksa ke dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, beberapa kondisi yang dapat beresiko terhadap bayi, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Infeksi yang berat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase(G 6 PD).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa penyakit karena genetik (penyakit bawaan atau keturunan).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;:: :: :: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGAIMANA TERJADINYA ?&lt;/span&gt; :: :: ::&lt;br /&gt;Tentu kita bertanya-tanya, bagaimana warna kekuningan dapat terjadi, baik pada proses alamiah (fisiologis) maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit?&lt;br /&gt;Pada dasarnya warna kekuningan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Proses pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan proses transportasi pigmen empedu (bilirubin).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan proses penggabungan (konjugasi) pigmen empedu (bilirubin) dengan protein. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan proses pengeluaran pigmen empedu (bilirubin) bersama air.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pada proses di atas (dan proses lain yang lebih rumit) menyebabkan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah meningkat, akibatnya kulit bayi nampak kekuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: :: :: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGOBATAN&lt;/span&gt; :: :: ::&lt;br /&gt;Pada bayi baru lahir dengan warna kekuningan karena proses alami (fisiologis), tidak berbahaya dan tidak diperlukan pengobatan khusus, kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Prinsip pengobatan warna kekuningan pada bayi baru lahir adalah menghilangkan penyebabnya.&lt;br /&gt;Cara lain adalah upaya mencegah peningkatan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah. Hal ini dapat dilakukan dengan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kemampuan kinerja enzim yang terlibat dalam pengolahan pigmen empedu (bilirubin).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengupayakan perubahan pigmen empedu (bilirubin) tidak larut dalam air menjadi larut dalam air, agar memudahkan proses pengeluaran (ekskresi), dengan cara pengobatan sinar (foto terapi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuang pigmen empedu (bilirubin) dengan cara transfusi tukar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;:: :: :: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANJURAN&lt;/span&gt; :: :: ::&lt;br /&gt;Apapun jenisya, jika pembaca mendapati bayi kuning, sebaiknya konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak.&lt;br /&gt;Meski disebutkan bahwa bayi kuning sebagian besar diantaranya karena proses alami (fisiologis) dan tidak perlu pengobatan, seyogyanya para orang tua tetap waspada, mengingat bayi masih dalam proses tumbuh kembang. Karenanya, konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak adalah langkah bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dan mudah-mudahan buah hati kita senantiasanya diberikan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Topik Terkait:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.emedicine.com/ped/topic1061.htm"&gt;Jaundice, Neonatal&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neonatal_jaundice"&gt;Neonatal Jaundice&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;:: :: &lt;a href="http://cakmoki86.wordpress.com/2007/06/09/bayi-kuning/"&gt;cakmoki&lt;/a&gt; :: ::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1003006240531285543&amp;amp;postID=6603204719890477321#" title="Kembali ke atas"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-6603204719890477321?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/6603204719890477321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=6603204719890477321' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6603204719890477321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6603204719890477321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2007/06/bayi-kuning.html' title='Bayi Kuning'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/penyakit/th_neonatologie_120.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4041622005281354865</id><published>2007-06-09T01:37:00.000+08:00</published><updated>2007-06-09T02:00:20.415+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tak pernah melihat k3lamin</title><content type='html'>Obrolan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK PERNAH SALING MELIHAT &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;ALAT K3LAMIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita hampir 60 tahun menolak diperiksa bisul di samping kemaluannya. Padahal yang memeriksa dokter wanita, padahal didampingi sang anak yang juga wanita, padahal di ruang berpelindung. Meski si anak memberi pengertian tentang pentingnya pemeriksaan untuk menentukan pengobatan, sang ibu tetap menolak.&lt;br /&gt;Begini cuplikan dialognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeran utama&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Ibu sakit bisul (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;), dokter wanita alias istri (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dw&lt;/span&gt;), saya (cakmoki)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bu, kulo sakit bisul, waune gatel lajeng kulo kukur&lt;/span&gt; ". ( Bu, saya sakit bisul, awalnya gatal kemudian saya garuk)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dw&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bisul wonten pundi BU ?&lt;/span&gt;" ( bisul di mana bu ? )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt; *sambil senyum*: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;celak selangkangan, teng ngriki&lt;/span&gt; " *sambil menunjuk tepat di tengah*. ( dekat selangkangan, di sini )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dw&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;monggo kulo perikso&lt;/span&gt; " ( mari saya periksa) *sambil berdiri menuju ruang periksa, diikuti sang ibu sakit bisul*&lt;/blockquote&gt;Setelah masuk ruang periksa, terdengar dialog.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dw&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;monggo Bu, diaturi&lt;/span&gt; ". ( mari Bu, silahkan )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mboten ... mboten, isin&lt;/span&gt; ". ( tidak ... tidak, malu ) Terdengar suara tawa.&lt;/blockquote&gt;Setelah anak si ibu gagal memberikan pengertian, para wanita tersebut kembali duduk berhadapan dipisahkan meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngaten mawon, njenengan obati kadhos bisul lentune&lt;/span&gt; " ( begini saja, sampeyan obati seperti bisul lainnya )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dw&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perikso pak dokter mawon nggih&lt;/span&gt; ... " ( diperiksa pak dokter saja ya ) * sambil tertawa*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ah, mboten, mboten usah nggih pak&lt;/span&gt; " ( ah tidak, tidak usah dilihat ya pak ) *sambil tertawa*&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sang anak yang mengantar mengatakan bahwa suaminya saja tidak pernah melihat. Tepatnya, kedua orang tuanya tidak pernah saling melihat alat k3lamin masing-masing. Kamipun tertawa semua.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngaten mawon Bu, kulo perikso ndamel kocomoto cemeng&lt;/span&gt; ". ( begini saja bu, saya periksa memakai kaca mata hitam ) *tak kuasa menahan senyum*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mboten ah, mangke ketingal&lt;/span&gt; ". ( tidak ah, nanti kelihatan )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;namung merikso bisul, mboten ningali lentunipun&lt;/span&gt; ". ( hanya meriksa bisul, tidak melihat lainnya ) *pura-pura ambil kaca mata hitam*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mboten, nyuwun obat kemawon. Bapake mawon mboten nate ningali&lt;/span&gt; ". ( tidak, minta obatnya saja. Bapaknya saja tidak pernah melihat )&lt;/blockquote&gt;Setelah menjelaskan tatacara minum obat dan evaluasinya, obrolan santai berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dadhos mulai manten anyar mboten dhelok-dhelokan ?&lt;/span&gt; " ( jadi semenjak pengantin baru tidak pernah saling melihat ? ) *menggoda*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blas mboten nate&lt;/span&gt; ". ( sama sekali tidak pernah )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya&lt;/span&gt;: " kesupen mbokmenawi ". ( lupa barangkali )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISB&lt;/span&gt;: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mboten, ah njenengan niki. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nopo njenengan dhelok-dhelokan ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;". ( tidak, ah sampeyan ini. Apa sampeyan saling melihat ? )&lt;/blockquote&gt;Huaaaaa ... huaaaaa *kena deh* :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya selesai, *&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;setelah bayar juga&lt;/span&gt;* kamipun tertawa renyah mengiringi ibu sakit bisul keluar ruangan. Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga selesai makan bersama tengah malam, kami masih senyum-seyum.&lt;br /&gt;Barangkali memang benar bahwa pasangan masa lalu tidak pernah saling melihat alat k3lamin mereka. Saya percaya karena kejadian semacam ini bukan yang pertama. Lagipula saya mengenalnya sejak lama, rasanya tak mungkin berbohong, apalagi anak si ibu mengatakannya.&lt;br /&gt;Hehehe, tidak saling melihat dan memegang bisa punya anak, ibarat bergulat dalam gelap.&lt;br /&gt;Di era sekarang, adakah wanita yang tidak pernah melihat alat k3laminnya sendiri ?&lt;br /&gt;Entahlah, di pedesaan bisa saja terjadi, sedangkan di kota, meibi no ... meibi yes.&lt;br /&gt;Meneketehe ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: :: &lt;a href="http://cakmoki86.wordpress.com/2007/06/07/tak-pernah-melihat-k3lamin/"&gt;cakmoki&lt;/a&gt; :: ::&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4041622005281354865?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cakmoki86.wordpress.com/2007/06/07/tak-pernah-melihat-k3lamin/' title='Tak pernah melihat k3lamin'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4041622005281354865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4041622005281354865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4041622005281354865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4041622005281354865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2007/06/tak-pernah-melihat-k3lamin.html' title='Tak pernah melihat k3lamin'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-6558214477473127009</id><published>2007-06-05T17:28:00.000+08:00</published><updated>2007-06-06T15:29:40.252+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LifeStyle'/><title type='text'>Hangatnya Mentari</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MENGHINDARI YANG MENYENGAT, MEMILIH YANG HANGAT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;::: ::: ::: kalo bisa ::: ::: :::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dikategorikan makhluk berdarah panas, tidak seperti makhluk dua alam seperti kodok atau buaya, tidak juga seperti ikan yang kebanyakan berdarah dingin. Karenanya, amatlah wajar jika kita hampir selalu mencari kehangatan, dalam arti yang sebenar-benarnya, bukan kehangatan pelukan atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seseorang yang biasa tinggal di daerah dingin, sinar mentari di jajaran katulistiwa adalah impian. Mereka rela menempuh jarak ribuan kilometer hanya untuk berjemur di pantai. Sedangkan bagi kita yang hidup di daerah berudara panas, kesejukan adalah dambaan. Ini bukan membicarakan ketidak puasan ... sumpah ™ ... melainkan obrolan tentang kenyamanan, terutama berhubungan dengan aktifitas kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan bila para pekerja di tempat ber-ac akan menyempatkan diri mencari kehangatan, sebaliknya para pekerja di tempat panas akan merasa nyaman saat berteduh di tempat sejuk. Kondisi ini amatlah wajar sebagai bentuk reaksi tubuh menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk mencapai suhu ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;::: ::: ::: &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Balik Pancaran Sinar Mentari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ::: ::: :::&lt;br /&gt;Kita sudah paham bahwa (secara garis besar) sinar matahari memancarkan 2 gelombang, yakni sinar gelombang panjang (infra merah) nan hangat dan sinar gelombang pendek (ultra violet) yang menyengat. Tentu keduanya tidak nampak seperti namanya. *jadi inget kerlip lampu waktu nge-drum*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang kesehatan, sinar infra merah digunakan sebagai salah satu pilihan metode pengobatan (fisioterapi) pada kasus pegal dan nyeri otot ataupun sendi. Sinar tersebut berfungsi memperlancar peredaran darah sehingga diharapkan dapat memperbaiki sistem pembuangan sisa metabolisme di bagian otot atau sendi yang sakit. *eit, sakit urat tidak identik dengan asam urat lho*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sinar ultra violet diperlukan kulit untuk mengubah substansi lemak tertentu menjadi vitamin D yang berguna dalam proses penyerapan kalsium (dari makanan yang dicerna). Pada masa pertumbuhan (anak-anak), kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang. Oleh sebab itu biarkanlah anak-anak punya kesempatan bermain di tengah belaian sinar mentari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain sinar matahari adalah kemampuannya dalam melenturkan kulit, mengencangkan otot, membuat kulit jadi lembut, lebih berwarna dan sehat. Menurut para peneliti, hal ini karena aktifasi istem pembuangan sisa metabolisme melalui kulit menjadi lebih lancar. *makanya, gak usah takut item, .... mancing yuk ;) * ... asal tidak kebanyakan berpanas ria ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;::: ::: ::: &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ukuran Yang Bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ::: ::: :::&lt;br /&gt;Penelitian menyebutkan bahwa kehangatan sinar matahari dapat memberi manfaat bagi tubuh jika kita dapat berpelukan dengan pancaran mentari selama 15-30 menit setiap harinya. Duhhh, asyiknya ...&lt;br /&gt;Ada anggapan bahwa sinar mentari yang nikmat sekitar jam 9 pagi dan jam 4 sore, namun anggapan tersebut tidak berlaku di daerah yang jarang melihat matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, bagi kita yang beraktifitas (sekolah ataupun bekerja) seharian di ruang tertutup, perlu menyempatkan diri menyapa sinar mentari. Apalagi jika berangkat pagi sebelum matahari terbit naik mobil tertutup berkaca gelap, pulangnya petang saat matahari terbenam. Wuih, lama-lama seperti bangsawan pingitan, pucat. Ibarat makanan, rasanya hambar. *halah*&lt;br /&gt;Begitu pula para blogger, pagi ngeblog di kantor, siang ngeblog di rumah, tak ada salahnya keluar sebentar. Tersenyumlah pada mentari, biarkan sinarnya menghangatkan tubuh, tarik napas panjang, regangkan badan dan tangan. *asal jangan keliatan keleknya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;::: ::: ::: &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sengatan Sinar Yang Merugikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ::: ::: :::&lt;br /&gt;Seperti halnya kaidah umum, "terlalu" banyak terpapar sengatan sinar matahari dapat menimbulkan kerugian yang tidak diinginkan. Beberapa penyakit kulit disebutkan berhubungan dengan paparan sinar matahari yang berlebihan dan berkepanjangan. Paparan sinar matahari berkepanjangan dapat juga mempercepat proses penuaan kulit.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, jika karena suatu hal mengharuskan kita terpapar sinar matahari, misalnya rekreasi di pantai, memancing atau karena pekerjaan, pastikan membekali diri dengan pelindung kulit (sunscreen dalam bentuk lotion, jelly, dll) . Sedapat mungkin hindari paparan sinar matahari pada suhu puncak antara jam 10.00-15.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mari nikmati hangatnya sinar mentari secara bijak।&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;» &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1003006240531285543&amp;amp;postID=6558214477473127009#" title="Kembali ke atas"&gt;ke atas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-6558214477473127009?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/6558214477473127009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=6558214477473127009' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6558214477473127009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6558214477473127009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2007/06/hangatnya-mentari.html' title='Hangatnya Mentari'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4801541744258569430</id><published>2007-02-07T00:38:00.000+08:00</published><updated>2007-02-07T00:44:41.136+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>BOYONGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PINDAH ALAMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan berbagai hal, saya pindah alamat di wordpress, maka bagi yang kebetulan nyasar di blog ini, dipersilahkan klik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cakmoki86.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ALAMAT BARU&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di wordpress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4801541744258569430?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4801541744258569430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4801541744258569430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4801541744258569430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4801541744258569430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2007/02/boyongan.html' title='BOYONGAN'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-821765844053056590</id><published>2007-01-06T11:35:00.000+08:00</published><updated>2007-01-06T16:21:52.315+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>otokritik: SPM Bidang Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah 5 (lima) tahun  lebih Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan diluncurkan, jika dihitung dari keluarnya PP No 25 tahun 2000 tentang kewenangan Propinsi Bidang Kesehatan, ataupun Kepmenkes dan Kesos RI No. 1747/SK/XII/2000 tentang Pedoman Penetapan SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota.&lt;br /&gt;Perundangan di atas merupakan tindak lanjut dan konsekwensi logis diberlakukannya UU Otonomi Daerah tahun 1999 yang menekankan desentralisasi, termasuk bidang kesehatan. Kemudian disusul dengan Surat Edaran Mendagri No. 100/757/OTDA, tanggal 8 Juli 2002, tentang Konsep Dasar Pelaksanaan Kewenangan dan SPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bidang kesehatan sebenarnya tidak perlu terlalu bingung atau kaget dengan adanya perubahan diatas, mengingat titik sentralnya adalah pemindahan sebagian kewenangan sebagaimana amanat UU. Dus inti persoalan adalah pelimpahan kewenangan, diantaranya pengelolaan dana dan belanja atau neraca anggaran bidang kesehatan dari pusat ke daerah. Seharusnya kondisi ini sinyal positif bagi jajaran kesehatan di daerah, mengingat sebelumnya daerah nyaris selalu menggerutu tentang tidak diikutkannya menentukan kebijakan anggaran, boleh dikata daerah hanya sebatas menyampaikan usulan dan sendiko dawuh, walaupun jauh sebelum Otonomi Daerah sudah sering digaungkan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bottom up planning&lt;/span&gt;". Pro kontra tentang siap tidaknya daerah menerima delegasi kewenangan sempat marak. Terlepas berapa daerah yang siap dan berapa yang belum, menurut saya seyogyanya saat itu Depkes cepat tanggap dan totalitas dalam tatalaksana penyerahan sebagian kewenangan sebagaimana amanat UU tersebut.&lt;br /&gt;Kenyataan? ... masih jua top down planning ... dan Depkes ngga salah 100% karena kadang Dinkes dati II masih kental budaya "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nunggu petunjuk&lt;/span&gt;" warisan pra-desentralisasi. Kontradiktif ... kontraproduktif&lt;br /&gt;Bukti nyata nuansa top down planning adalah lahirnya (kembali) rumusan  Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan bertajuk "Pertemuan Sosialisasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kepada Daerah" di Surakarta, 13-14 Oktober 2003.&lt;br /&gt;Menilik kandungan butir-butir  didalamnya, tak lebih dari sebuah reinkarnasi produk Depkes di era 1980-1990 an. Sebagai pengingat, kita sudah punya Pedoman Kerja Puskesmas dilengkapi dengan Juknis tiap UPK, lalu pernah menelorkan Mikroplanning, Minilokakkarya dan Stratifikasi, kemudian lahir Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP), SP2TP nan buanyak dan mbingungi serta aneka ragam produk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lahirnya SPM, Penjamas, Puskesmas Reformasi dan sejenisnya hanyalah pengulangan dengan perbedaan label belaka.&lt;br /&gt;Memang benar, perundangan secara tekstual menyebutkan kalimat SPM, namun hakekat, substansi maupun isinya tidaklah jauh beda dengan produk yang sudah ada. Oleh karenanya penekanan kepada Daerah tingkat II pun seyogyanya lebih diarahkan kepada substansi dan isi, bukannya konsideran dan istilah semata.&lt;br /&gt;Hal ini sangat penting agar daerah tidak tergopoh-gopoh dan juga buang biaya hanya untuk pelatihan ataupun workshop yang isinya adalah adegan ulangan sekuen sebelumnya. Lebih baik waktu dan energi tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan program kesehatan secara berkala plus modernisasi menggunakan TI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban dari lelakon di atas tak lain dan tak bukan adalah ujung tombak pelaksana teknis di tingkat lapangan alias Puskesmas. Tak jarang pada bulan-bulan tertentu, biasanya bulan September-Oktober (untuk sistem anggaran saat ini), seorang kepala Puskesmas disibukkan dengan hajatan Dinkes Dati II berjudul workshop, pertemuan teknis atau istilah lain yang keren-keren. Tak jarang pula petugas Puskesmas meninggalkan tugas berurutan dengan petugas lain menghadiri berjudul-judul pertemuan.&lt;br /&gt;Apa isinya? Jujur saja, seperti reuni. Demi istilah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerutuan para pelaksana teknis lapangan yang notabene adalah andalan kita, nyaris tak terdeteksi. Padahal mereka sering ngomel:" ganti lagi, ganti lagi ....yang lama baru bisa sudah ganti lagi ... blanko baru, cara ngisi baru ... ganti lagi".&lt;br /&gt;Bila anggota keluarga kita sendiri sudah ngomel, bagaimana dengan Pemkab atau Pemkot sebagai penyedia dana? Jangan-jangan beliau-beliau juga menggerutu dimintai duit terus tapi disisi lain misalnya DBD tetap meningkat, pelayanan kesehatan apa adanya, pasien sering dimarahi dll ...dll.&lt;br /&gt;Bocoran dari temen-temen Dinkes Dati II yang kebetulan saya tanya, jawabnya rata-rata adalah menghabiskan anggaran agar "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak hangus&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;Entah gurauan atau betulan, silahkan tanya sendiri ....di masing-masing Dati II.&lt;br /&gt;Pun demikian dengan SPM, saya yakin tidak semua Dinkes Dati II memiliki definisi operasional SPM. Silahkan cek ke satu Puskesmas setiap Dati II sebagai sampel. Coba tanyakan sudah punya apa belum definisi operasional SPM yang sudah berupa buku, tanyakan pula kepada setiap pelaksana teknis tentang tatacara pengisian data dan parameternya .... Yang sudah punya dan jalan, ngga masalah, yang belum juga tidak sulit, adopsi aja lewat internet daripada repot studi banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembuatan sistem, kita tidak pernah kekurangan pakar, demikian pula rumusan tatacara teknis penyelesaian masalah. Sebut saja peningkatan SDM,  akselerasi informasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;Mungkin ada hal lain yang kita lupakan, yakni faktor non teknis sebagaimana "omelan" para pelaksana lapangan.&lt;br /&gt;Seorang pensiunan paramedis pernah cerita kepada saya, bahwa selama beliau bertugas sejak tahun 1967, entah sudah berapa kali sistem dan laporan berubah-ubah. Beliau mengatakan:"Daripada stres, turuti aja. Minta 80% beri 85%, daripada repot-repot berdebat". Nah .....&lt;br /&gt;Tidak semua mau jujur seperti beliau dan tidak semua bersikap seperti beliau, namun suara hati nan sayup-sayup tersebut patut kita jadikan sandaran pertimbangan kala memutuskan sesuatu.&lt;br /&gt;Kembali ke topik SPM, saya hanya ingin mengingatkan bahwa Indonesia sehat 2010 tinggal beberapa tahun lagi, dan SPM adalah salah satu alat ukurnya. Untuk itu tidak ada salahnya kita selalu berbenah menuju perbaikan sesuai garis-garis besar parameter sebagaimana termaktub dalam 26 parameter SPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Dinkes Dati I maupun Dati II yang telah berhasil mengejawantahkan SPM dalam bentuk definisi operasional, bahkan menayangkan di internet sebagai upaya penyebar luasan informasi, saya sangat bangga ... dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;salut&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Semoga upaya tersebut dicatat sebagai amal ibadah.&lt;br /&gt;Untuk yang belum punya silahkan download di dinkes Jatim, Jateng (mungkin masih ada yang lain), sedangkan preview spm yang saya buat dalam bentuk eBook flipping, ngga bisa upload karena filenya gede, mohon maaf ...&lt;br /&gt;Selamat bekerja, sukses selalu...&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-821765844053056590?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/821765844053056590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=821765844053056590' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/821765844053056590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/821765844053056590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2007/01/otokritik-spm-bidang-kesehatan.html' title='otokritik: SPM Bidang Kesehatan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-2723921531581903827</id><published>2006-12-16T08:50:00.000+08:00</published><updated>2006-12-17T06:22:07.517+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>RSUD: hiruk pikuk mencari bentuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini merupakan kelanjutan "Mengemas Rumah Sakit Berkualitas:1" pada posting minggu pertama Desember yang lalu. Kali ini bahan acuannya adalah sebuah rangkuman tim bulletin ARSADA format pdf berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lokakarya Kupas Tuntas Rumah Sakit Pemerintah Sebagai Badan Layanan Umum (BLU)&lt;/span&gt; " pada 21-22 Agustus 2004 di Flores Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Point-point penting sebagai kesimpulan hajatan di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan RI (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saat itu&lt;/span&gt;), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr. Ahmad Sujudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terjadi shifting paradigma: RSD sebagai layanan public bergeser menjadi RSD sebagai layanan publik dan layanan pasar. RSD dikelola secara birokratik bergeser menjadi RSD harus dikelola entrepreneur. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu perubahan mendasar sehingga BLU merupakan jalan keluar agar RS lebih mandiri dan mampu berkembang menjadi lembaga yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;BLU dapat memberikan peluang penyelesaian masalah pelayan publik/orang miskin. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kepala Badan Akutansi Keuangan Negara, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr Mulya P Nasution, DESS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;RSD berada dalam rumpun kegiatan pelayanan dan jasa dalam RPP BLU &lt;/li&gt;&lt;li&gt;RS pemerintah maupun RS Pusat tidak ada dikotomi dalam BLU. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak secara otomatis seluruh RS Pemerintah menjadi BLU, ada syarat-syarat substantif, teknis dan admnistratif yang harus dipenuhi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ir Timbul Pudjianto,MPM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika RSD menjadi BLU, jangan lupa tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan terhadap masyarakat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kewajiban pelaporan dan pertanggungjawaban RSD dalam konteks keuangan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengelolaan keuangan RSD tidak dipisahkan, RSD BLU pengelolaan mengikuti prinsip BLU. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;BLU merupakan perangkat pemda untuk meningkatkan kinerja guna kepentingan public. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;BLU merupakan transisi, karena RSD memiliki kompetitor dan harus dikelola secara professional. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam pelaksanaannya harus hati hati, PP harus disesuaikan dengan pengelolaan SDM, dan lainnya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Assisten Deputi Urusan Kesejahteraan dan SDM, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Nuraida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;SDM di rumah sakit seharusnya tidak mengikuti aturan main PNS sehingga pola birokratis bisa dihindari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keuntungannya penempatan tenaga profesional tidak harus berdasarkan kepangkatan, penjenjangan dan sejenisnya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sedangkan berdasarkan BLU, pegawai rumah sakit masih PNS / PNS dan tenaga non PNS &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intinya adalah SDM rumah sakit lebih difocuskan pada profesionalisme SDM yang berdasarkan kinerja sesuai dengan mutu standar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ascobat Gani&lt;/span&gt; dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tetap melaksanakan misi pemerintah dalam pelayanan kesehatan rumah sakit. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memungkinkan RSUD menangkap potensi pasar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjamin RSUD untuk mengikuti perkembangan IPTEK. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah brain drain dalam era perdagangan bebas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah "two tiers" health services system (RSUD untuk masyarakat "kere" dan rumah sakit swasta untuk kalangan "elite") &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat RSUD dapat bersaing sebagai provider asuransi dan perusahaan swasta. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di akhir lokakarya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr Hanna Permana Subanegara, MARS&lt;/span&gt; selaku Ketua Umum Arsada menyampaikan point-point kesimpulan mengenai:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penarikan keppres yang baru. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak diberlakukan keppres No 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;RSD bukan merupakan BLU tetapi menggunakan pola BLU dalam pembiayannya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menilik hiruk pikuk dan serunya para ahli mencari bentuk RS Pemerintah yang berkualitas dan mandiri, tentu banyak pihak berharap segera lahir produk sistem dan landasan hukumnya, yang secara nyata dapat meberikan manfaat khususnya bagi pengguna layanan di RS Pemerintah.&lt;br /&gt;Kita tunggu ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt; saya:&lt;br /&gt;Sayangnya tidak tergambar keinginan pengguna jasa layanan pada pertemuan tersebut. Menurut saya keterwakilan mereka juga salah satu unsur penting dan tidak bisa diwakili seorang pakar yang nota bene tidak merasakan secara langsung bagaimana rasanya dirawat di RS Pemerintah. Tentu tidak harus mengundang atau mengikutkan dalam Lokakarya, namun cara lain dapat ditempuh, misalnya dengan sounding atau rekaman random sampling (candid) keseharian pelayanan RS Pemerintah.&lt;br /&gt;Bila ingin fair, ngga ada salahnya mendatangkan 2 atau 3 orang keluarga penderita yang sedang dirawat di RS Pemerintah kelas 3 untuk kita dengar suara hati mereka.&lt;/blockquote&gt;Lalu... bagaimana pula menyesuaikan dengan UU tentang BLU yang direvisi pada 2005?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-2723921531581903827?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/2723921531581903827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=2723921531581903827' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2723921531581903827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2723921531581903827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/12/rsud-hiruk-pikuk-mencari-bentuk.html' title='RSUD: hiruk pikuk mencari bentuk'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5424191508564897137</id><published>2006-12-15T10:57:00.000+08:00</published><updated>2006-12-15T11:08:07.161+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Desentralisasi Kesehatan di Daerah Tk II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi desentralisasi kesehatan Dati II masih ramai diperbincangkan, termasuk diadakan penelitian maupun kajian tentang seberapa jauh Dinkes Dati II menerapkannya, terutama kemampuan meyakinkan Kepala Daerah dalam hal program kesehatan di daerah masing-masing. Hasil kajian IMMPACT Indonesia berlabel "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebijakan Kesehatan dalam Desentralisasi di Indonesia: intensi dan realita&lt;/span&gt;" dan sajian Bapak &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Moh. Dwidjo Susono&lt;/span&gt; berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potret Implementasi Desentralisasi Kesehatan di Kabupaten/Kota&lt;/span&gt;", yang digelar di Makassar 7-9 Juni 2005, menunjukkan bahwa sebagian besar Dinkes Dati II belum mampu meyakinkan Kepala Daerah. Salah satu alat ukurnya adalah penyediaan dana untuk bidang kesehatan. Ironis, ... tapi nyata. Pertanyaannya: mengapa? Beberapa dugaan faktor penyebab diungkap sebagai kendala. Yang menggelitik adalah disebutnya temuan kunci bahwa dengan sistem saat ini memungkinkan munculnya "elit lokal" dengan resiko konflik interes, yang dianggap sebagai salah satu penyebabnya. Wah, ini bisa memancing perdebatan baru. Sah saja diskripsi sebuah kajian membuat hipotesa semacam itu, namun harap diingat entry point kajian adalah "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kemampuan meyakinkan&lt;/span&gt;" dari jajaran Dinkes Dati II. Kata-kata bijaknya, "anggap aja dinamika sebuah perjuangan". Artinya siapapun Kepala Daerah nya, tugas jajaran Dinkes Dati II adalah meyakinkan Kepala Daerah, bukan keluh kesah. Penguasaan masalah, kepiawaian komunikasi, presentasi menarik, jawaban cerdas atas sanggahan adalah kata kuncinya (tetapi nggombal tidak dianjurkan lho). Masih juga gagal? ... coba lagi ... coba lagi, bila perlu perkuat isu kesehatan melibatkan stakeholder, atau kalau memungkinkan membangun diri kita sendiri agar menjadi stakeholder, nggak usah takut hilang jabatan.... berani engga ya ...&lt;br /&gt;Lebih menarik lagi ternyata dalam perkembangannya, desentralisasi kesehatan bahkan sudah jauh merambah ke tingkat pelaksana teknis, dalam hal ini sudah ada Pemda Tk II yang menyerahkan langsung pendanaan kepada Puskesmas melalui RASK dan DASK.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contohnya&lt;/span&gt; Pemkot Samarinda. Sejak tahun 2003, Pemkot menyerahkan dana langsung ke Puskesmas secara merata, sebagai langkah awal. Berikutnya, tentu tidak sama. Besaran dana disesuaikan dengan keperluan riil tiap Puskesmas (itu bahasa halusnya, kenyataannya Puskesmas dengan wilayah kecil, tenaga sedikit tapi masih bilang kurang, dananya malah dikurangi sampai 50%, lho ....artinya jangan mbohongi orang yang pinter hitung-menghitung friends). Beberapa teman sejawat Kepala Puskesmas pernah bertanya kepada saya, mengapa koq dipotong? Sayapun menjawab ringan:" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong setahun itu cuman 365 hari, dipotong minggu dan hari besar, lha koq sampeyan bikin spj HOK (hari orang kerja)  berlipat-lipat, tumpang tindih, emangnya tugas lapangan semalam suntuk? Dari segi pertanggung jawaban administrasi sih "amat mudah", semudah bikin puisi cinta, tapi dilihat sepintas akan nampak masuk akal apa enggak ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhasil sampai sekarang, besaran dana tidak sama setiap Puskesmas dan seperti itulah seharusnya. Kejujuran memang mahal ....&lt;br /&gt;Item Dana yang diserahkan adalah Gaji dan saudaranya gaji, belanja langsung, pemeliharaan, dll. Pendeknya Puskesmas mau belanja kertas hvs kelas 1, beberapa printer canggih, AC, kulkas merk terkenal, komputer pentium IV dan asesosinya, kursi empuk, gorden seperti temanten, bisa.  Yang penting ada barangnya, realistic dan ngga bohong, niscaya tetap dipercaya. Bikin kegiatan apapun (bukan dengan niat menghabiskan dana) juga bisa. Yang penting jelas output dan outcome-nya.&lt;br /&gt;Bila dulunya Puskesmas menggantungkan diri ke Dinkes Tk II, sehingga adakalanya sampai bocor karena menunggu usulan yang tak kunjung tiba, sudah tidak akan terjadi lagi. Kertas buram, gorden kain katun, sarung bantal bau, dijamin tidak terlihat lagi. Termasuk listrik, air, tilpon, BBM dijamin berlebih (asal digunakan dengan benar).&lt;br /&gt;Mau pewangi ruangan dan pewangi lantai aroma apapun, bisa. Semua sudah ada standar harganya dan dijamin lebih ....&lt;br /&gt;Pernah terjadi perdebatan (rebutan dana) antara Puskesmas dan Dinkes Tk II, tetapi argumen perdebatan tak berguna ketika Kepala Daerah memutuskan peluncuran dana tetap langsung ke Puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ke depan bukan tidak mungkin pengadaan obat juga dipercayakan ke Puskesmas bila dipandang lebih transparan, hemat dan berdaya guna. Hal ini pernah dilontarkan para anggota Dewan dalam dengan pendapat di DPRD setahun yang lalu, seiring ditemukannya obat kadaluwarsa di Puskesmas. Masalah sebenarnya sih bukan itu saja, tetapi terciumnya "permainan" diseputar pengadaan obat yang biasa berlindung di balik perundangan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada diri kita masing-masing, mengingat sampai kini belum ada badan akuntabel yang mengendalikan keseluruhan sistem ...&lt;br /&gt;Makna di balik tulisan ini adalah: menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kita, berperilaku jujur, menghilangkan "budaya menghabiskan dana", berwawasan ke depan dan mengedepankan kepentingan khalayak untuk perbaikan kualitas pelayanan ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5424191508564897137?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5424191508564897137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5424191508564897137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5424191508564897137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5424191508564897137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/12/desentralisasi-kesehatan-di-daerah-tk.html' title='Desentralisasi Kesehatan di Daerah Tk II'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-2259013485443978510</id><published>2006-12-11T06:52:00.000+08:00</published><updated>2006-12-11T06:57:53.714+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Review: rehidrasi pada Diare</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang kemarin memenuhi permintaan kru (paramedis) Rawat Inap untuk review penatalaksanaan diare, khususnya rehidrasi pada diare dengan dehidrasi berat.&lt;br /&gt;Permintaan yang udah agak lama dan baru bisa dipenuhi siang tadi. Hal yang sangat wajar mengingat sejak September yang lalu kasus diare meningkat, mencapai puncak pada bulan Nopember dan bulan ini nampaknya trend menurun. Pembahasan kasus ini menarik karena kenyataan tidak semulus seperti teori.&lt;br /&gt;Sebenarnya paramedis Rawat Inap Palaran boleh dikata sudah hapal hitung-hitungan tetesan infus, karenanya review siang lebih banyak diskusi seputar hitung-hitungan tetesan pada tahap rumatan ketika pasien sudah mulai bisa makan minum dan sedikit diskusi tentang rehidrasi pada diare dengan dehidrasi berat disertai bronkopnemonia atau disertai kejang dan pada anak dengan malnutrisi.&lt;br /&gt;Membahas hal-hal praktis begini sangat menyenangkan, karena bisa melihat langsung penderita yang sedang dirawat.&lt;br /&gt;Sungguh menggembirakan melihat atensi paramedis yang sangat serius memperhatikan ketrampilan teknis semacam ini. Setiap sambang ke Rawat Inap tak lupa temen-temen paramedis yang sedang tugas meminta diskusi, membuka satus membahas kasus.&lt;br /&gt;Siapa yang ngga bangga hayo ...&lt;br /&gt;Biasanya sih, kebanyakan nunggu pelatihan atau nunggu perintah dokter, lebih-lebih tentang tetesan cairan, hampir selalu nunggu perintah dokter. Berapa tetes per menit, berapa jam diberikan, kapan jumlah tetesan dirubah ... dst ... dst ...&lt;br /&gt;Ternyata, sistem pendampingan berkelanjutan berbuah positif, dalam tempo singkat temen-temen paramedis di Rawat Inap Palaran sudah paham dan hapal tatalaksana pemberian cairan, menyenangkan.&lt;br /&gt;Ketika pertama memulai sistem ini ada sejawat dokter yang protes (keberatan):"koq paramedis diberi kewenangan sebesar itu sih ..."&lt;br /&gt;Saat itu saya jawab ringan:" lho bilangnya mau layanan bermutu, kalo ada pasien bayi diare dibawa dalam keadaan dehidrasi berat jam 3 malam, apa sekedar diinfus tanpa tau tetesannya ? Dan apa dokternya mau datang? Apa ngga marah ditilpon tengah malam ? Dan lagi 1 jam itu sangat berharga, alangkah bagusnya bila segera tertangani dengan benar ...&lt;br /&gt;Masih belum puas, sejawat tadi masih nanya:" kan ada UU-nya ?&lt;br /&gt;Sayapun masih njawab santai:" lha kalo memang ngga boleh, berarti paramedis ngga usah diberi SK ke Pustu, emangnya di Pustu hanya bertugas memberi rujukan doang?&lt;br /&gt;Setelah penjelasan panjang lebar akhirnya beberapa bulan kemudian si temen mengakui bahwa cara tersebut sangat membantu pasien.&lt;br /&gt;Oya berikut di bawah ini ringkasan review siang tadi, sengaja memilih sumber panduan dari FKUI supaya temen-temen paramedis ada varian, mengingat sebelumnya sudah friendly dengan formula rehidrasi 1 jam pertama, 3 jam kedua, 3 jam ketiga dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatalaksana jadwal pemberian cairan:&lt;br /&gt;pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diare&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dehidrasi berat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umur 1 bulan-2 tahun&lt;/span&gt; prakiraan bb 3-10 kg&lt;br /&gt;1 jam pertama    : 40 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;10 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;13 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;7 jam berikutnya    : 12 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;16 jam berikutnya    : 125 ml/kg bb oralit or intragastrik, bila tidak mau minum ?&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; 2 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt; 3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umur 2 - 5 tahun&lt;/span&gt; prakiraan bb 10-15 kg&lt;br /&gt;1 jam pertama    : 30 ml/kg bb/jam iv or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;8 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;7 jam berikutnya    : 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;16 jam berikutnya    : 125 ml/kg bb oralit or intragastrik, bila tidak mau minum ?&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umur 5 - 10 tahun&lt;/span&gt; prakiraan bb 15-25 kg&lt;br /&gt;1 jam pertama    : 20 ml/kg bb/jam iv or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;7 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;7 jam berikutnya    : 10 ml/kg bb/jam iv or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;16 jam berikutnya    : 125 ml/kg bb oralit or intragastrik, bila tidak mau minum ?&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neonatus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg bb/hari&lt;br /&gt;Jenis cairan: cairan 4:1&lt;br /&gt;Jadwal (kecepatan) cairan: = BBLR&lt;br /&gt;4 jam pertama    : 25 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;6 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;8 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;20 jam berikutnya    : 150 ml/kg bb/20 jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dehidrasi berat pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malnutrisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg bb/hari, umur 1 bulan-3 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marasmus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4 jam pertama    : 60 ml/kg bb/4jam or 15 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;20 jam berikutnya    : 190 ml/kg bb/20 jam or 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marasmus-kwasiorkor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 200 ml/kg bb/hari, umur 1 bulan-3 tahun&lt;br /&gt;4 jam pertama    : 60 ml/kg bb/4jam or 15 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;20 jam berikutnya    : 150 ml/kg bb/20 jam or 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1,75 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2,25 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dehidrasi berat&lt;/span&gt; + &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bronkopnemonia&lt;/span&gt; tanpa kelainan jantung (= dehidrasi berat + kejang)&lt;br /&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg bb/hari, umur 1 bulan-3 tahun&lt;br /&gt;4 jam pertama    : 60 ml/kg bb/4jam or 15 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;4 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;20 jam berikutnya    : 190 ml/kg bb/20 jam or 10 ml/kg bb/jam or&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2,5 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=15 tetes) atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 tetes/kg bb/menit (infus ukuran 1 ml=20 tetes)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Untuk mengetahui infus set 1 cc= 15 tetes atau 1cc=20 tetes, silahkan lihat label highlight di infus set, tertulis 15 drops per 1ml atau 20 drops per 1 ml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-2259013485443978510?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/2259013485443978510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=2259013485443978510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2259013485443978510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2259013485443978510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/12/review-rehidrasi-pada-diare.html' title='Review: rehidrasi pada Diare'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3396808507940498702</id><published>2006-12-05T17:33:00.000+08:00</published><updated>2006-12-05T17:42:17.729+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Mengemas Rumah Sakit Berkualitas 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekelumit cerita dibalik sebuah tugas khusus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pertimbangan panjang, akhirnya saya putuskan mempublikasikan tulisan ini dengan harapan mendapat masukan untuk perbaikan dari berbagai pihak. Sesuai judul posting, tulisan ini masih berupa draft, saya beri judul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pokok-pokok Pikiran Sistem Pengelolaan RSUD Samarinda&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;Rasanya aneh tugas tersebut diberikan kepada saya seorang diri, tidak boleh membentuk tim atau sejenisnya ... tambah aneh. Tentu tidak mungkin, karenanya diam-diam menghubungi temen-temen yang sudah berpengalaman di bidang tersebut, terutama para pelaku utama atau yang pernah menjadi bagian penting di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;Sedangkan saya  sama sekali tidak punya spesifikasi pendidikan formal dalam hal manajemen RS atau sejenisnya. Mengapa Pemkot Samarinda memberikan tugas multikompleks ini kepada saya? Sebaiknya tanya sendiri kepada beliau-beliau ... hehehe.&lt;br /&gt;Baiklah, sekilas saya ceritakan kronologisnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Suatu malam, tepatnya Rabo malam Kamis, 21 Juni 2006 jam 21.49 wita, pas lagi enak-enaknya praktek, ngga biasanya beberapa sms masuk nyaris bersamaan dan diantaranya tilpon langsung dari salah seorang pejabat dilingkungan Pemkot menyampaikan permintaan pak Walikota yang isinya "secret" .... maaf, bukan secret hidung atau secret lain dari tubuh kita lho, pokoknya "secret" gitu ... beberapa sms yang saya buka belakangan ternyata menceritakan bahwa malam itu ada rapat terbatas di rumah jabatan Walikota tentang pengelolaan RSUD Samarinda yang baru rampung dibangun (gresss), berlantai 2 senilai 126 milyar rupiah lebih. Itupun baru tahap pertama yang akan dilanjutkan dalam rentang waktu 3 tahun. Akhir paragraf sms, sama isinya dengan tilpon, yakni "secret".&lt;br /&gt;Selasa siang 26 juni 2006, dapat tilpon dari Ka.TU DKK Samarinda, bahwa pak Sekretaris Kota ingin bertemu berdua secara khusus di ruangan beliau. Malam harinya, waktu pertemuan disepakai hari Rabo, 27 Juni 2006 jam 10-12.00 wita, karena hari Kamisnya tanggal 28 Juni-12 Juli, kami sekeluarga cuti liburan ke Jawa. Saat KaTU DKK saya tanya agenda pertemuan, beliau hanya bilang :" pak Sekkot kangen aja, tapi penting". Koq kangen sih, dua bulan sebelumnya kami juga bertemu berdua, membicarakan masalah kesehatan dan masalah permohonan pindah saya dan hal lain yang "secret". Sebenarnya sih saya sudah menduga, paling-paling terkait pengelolaan RSUD, konon type C plus.&lt;br /&gt;Benar saja, diawali sedikit basa basi, 30 menit pertama dialog "secret" terjadi. Setelah pembicaraan "secret" tadi, akhirnya beliau meminta dibuatkan draft sistem pengelolaan RSUD dalam waktu 2 minggu. Nah yang ini tidak bisa saya tolak. Jam 12.30 wita keluar dari ruangan beliau, go home. &lt;/blockquote&gt;Alhasil cuti 2 minggu malah seperti studi banding, melihat and melongok urusan dapur RS mulai tipe C plus sampai swasta berlantai 14, ... dari Surabaya, Jogja, Magelang hingga Jember. Kemana-mana bawa laptop, kamera digital, flash disk dan harddisk eksternal. Tak lupa, malamnya browsing mencari referensi. Waktu sepuluh hari tersita untuk urusan tersebut, sisanya untuk keluarga. Untungnya anak mertua (istri) ngga ngomel ... hehehe ... untungnya juga banyak temen mbantuin ... untung terussss. Dan akhirnya, saat kembali ke Samarinda, draft sudah tercetak rapi, lengkap dengan draft Perda sebagi bonus.&lt;br /&gt;Begitulah ceritanya, aneh kan ... lha kapan nulis isinya?&lt;br /&gt;Sabaaarrr friends, sebelum masuk ke inti tulisan masih ada 2 posting lagi tentang hiruk pikuk mencari bentuk RSUD dan peran personil kesehatan Dati II di era desentralisasi, seiring implementasi UU Otonomi Daerah ... yaaahhh masih lama ...&lt;br /&gt;Tenang, versi pdf dan ringkasan presentasi dalam format flash swh akan saya sertakan di akhir tulisan untuk didownload ... hehehe.&lt;br /&gt;Namanya juga serial, nggak tahu ntar posting "Mengemas RSUD berkualitas" sampai seri berapa, kayaknya ngga ada kata akhir .... silahkan menunggu seri berikutnya ...&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;cm&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3396808507940498702?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3396808507940498702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3396808507940498702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3396808507940498702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3396808507940498702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/12/mengemas-rumah-sakit-berkualitas-1.html' title='Mengemas Rumah Sakit Berkualitas 1'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-43548115599742342</id><published>2006-12-04T17:43:00.000+08:00</published><updated>2006-12-04T17:53:44.224+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Standarisasi Obat: masih ikutan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mau tidak mau masih ikutan mbantu temen-temen di Rawat Inap Palaran, maksudnya bukan terpaksa lho, ... panggilan nurani.&lt;br /&gt;Dua pekan ke depan, mungkin aktifitas nge-Blogs sedikit berkurang, senin sampai sabtu evaluasi pemakaian obat  selama tahun 2006 plus pembanding dua rentang waktu semester 1-2 dan pembanding realisasi pemakaian obat dengan indikasi berdasarkan Protap. Seminggu berikutnya evaluasi aspek terkait lainnya.&lt;p align="justify"&gt;Seperti tahun lalu, kegiatan ini sedikit makan waktu walaupun untuk evaluasi indikasi medis memakai random sampel (tapi tidak seperti statistik yang pakai t-pare dll) secara sederhana, hanya proporsi doang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara garis besar, kami lakukan tatacara sederhana evaluasi standarisasi obat untuk update standarisasi obat 6 bulan hingga 1 tahun mendatang sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt; Pertama&lt;/strong&gt;, menginventarisir obat-obat yang paling sering dipakai secara berurutan (rangking), obat jarang dipakai tetapi harus ready dan obat tidak pernah dipakai tetapi juga harus ready. (untuk obat mendekati masa kadaluwarsa kurang 6 bulan bisa retur, so tidak masuk dalam item penilaian)&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt; Kedua&lt;/strong&gt;, menghitung obat hilang (kami memakai istilah sarkastis ini hanya sebagai self assessment), dan menelusuri kemungkinan faktor-faktor penyebab ketidak sesuaian antara stok obat dan pemakaian. Instrumen bantu: faktur, rekap pemakaian, rekap obat masuk, sisa stok dan neraca dana obat.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt; Ketiga&lt;/strong&gt;, membandingkan obat keluar dan kunjungan bulanan dengan grafik linier block, membandingkan pemakaian obat semester satu dan dua, membandingkan dana pengeluaran dan pemasukan obat.&lt;/li&gt; &lt;li&gt;&lt;strong&gt; Keempat&lt;/strong&gt;, membandingkan pemakaian obat beberapa kasus terbanyak dengan protap secara acak. Hal ini kami lakukan sebagai penilaian terhadap kepatuhan menggunakan protap sekaligus upaya update protap bila sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan aplikasi medis terkini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt; Kelima&lt;/strong&gt;, menilai rata-rata rentang waktu antara tanggal order dan tanggal pengiriman obat. Mengingat belanja rata-rata obat sekitar seminggu sekali secara swakelola dengan pembayaran cash, penilaian ini menjadi krusial. Akibatnya bukan tidak mungkin terjadi punish terhadap PBF. Bagi PBF yang mengirim obat lebih seminggu dengan ketersediaan obat relatif mudah, maka kami akan melakukan penghentian pesanan, bila alasan keterlambatan tidak bisa diterima akal sehat. Kecuali bila ada kendala di apotik sebagai institusi yang berkompeten dalam pengeluaran obat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt;, membuat ringkasan rangkuman hasil evaluasi, lalu membuat pemetaan sistem pengelolaan obat dan menyusun draft standarisasi obat tahun 2007.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt; Ketujuh&lt;/strong&gt;, membuat paparan standarisasi obat tahun 2007 dalam bentuk multimedia menggunakan Flash dan eBook .... selesai.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itulah gambaran singkat langkah-langkah yang rutin kami lakukan guna menunjang upaya pelayanan berkualitas. Dan untuk neraca keuangan pengelolaan obat, termasuk laba, resource serta rancangan pengelolaan obat kedepan akan kami posting secara khusus (kalo ngga lupa ... hehehe)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beruntung kami sudah menggunakan eBook sebagai interface, sedangkan entry data dulunya menggunakan excell (memakai formula vlook-hlook) dan sejak Agustus 2006 mencoba mySQL (yang ini ngongkoskan plus pelatihannya senilai 2,5 juta rupiah, garansi seumur hidupnya yang bikin, dengan sumber dana jasa puskesmas: lihat bab &lt;a href="http://puskesmaspalaran.wordpress.com/perda-tarip/" title="Perda Rawat Inap Samarinda" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;perda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;link terkait: &lt;a href="http://puskesmaspalaran.wordpress.com/perda-tarip/" title="Perda Rawat Inap Samarinda" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;perda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; tarip Puskesmas Rawat Inap Palaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-43548115599742342?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/43548115599742342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=43548115599742342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/43548115599742342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/43548115599742342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/12/standarisasi-obat-masih-ikutan.html' title='Standarisasi Obat: masih ikutan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5943412626777452424</id><published>2006-11-26T14:30:00.000+08:00</published><updated>2006-11-26T15:04:59.458+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Muscab IDI: pengenalan informatika kedokteran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sidang Ilmiah Muscab IDI Cabang Samarinda, sangat spesial bagi saya. Betapa tidak, baru 3 hari sebelum Muscab saya diminta sebagai pembicara materi inti Sidang Ilmiah, yakni "pengenalan informatika kedokteran" sekaligus menayangkan embrio blog IDI Samarinda sebagai cikal bakal blog yang nantinya akan diserahkan pengelolaanya kepada pengurus mendatang. (pantesan september lalu sejawat IDI Samarinda, meminta diadakan sharing Blog)&lt;br /&gt;Sebenarnya saya merasa tidak pantas mengemban tugas tersebut mengingat keterbatasan kemampuan di bidang yangsatu ini.&lt;br /&gt;Atas desakan teman-teman, berbekal niat sama-sama belajar dan berbagi, akhirnya permintaan tersebut saya sanggupi. Bla ... bla ... bla&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pesanan panitia (dr. Rini dan dr. Ani) agar menampilkan presentasi memakai cd autorun multimedia, maka dalam tempo dua hari, saya buat persiapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ngumpulin foto-foto kegiatan sebagai penunjang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilih piranti pendukung multimedia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inventarisasi peralatan presentasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat skenario jalannya presentasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ngumpulin foto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selesai dalam waktu sangat singkat, tinggal jumput attachment email dari dr. Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih piranti pendukung multimedia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Favorit saya adalah memakai exe standalone, flash, dan ebook dengan cd-R sebagai media serta &lt;a href="http://home.b4f.burn4free.com/" target="_blank"&gt;Burn4Free&lt;/a&gt; untuk burning yang relatif lebih cepat dibanding Nero. Burning simpel sebenarnya enak pakai &lt;a href="http://www.silentnight2004.com/" target="_blank"&gt;SilentNight Micro Burner&lt;/a&gt; () yang cuman 736 kb dan standalone, tanpa instalasi.&lt;br /&gt;File pembuka menggunakan &lt;a href="http://www.wnsoft.com/apr/" target="_blank"&gt;PicturesToExe&lt;/a&gt; yang menghasilkan file exe standalone. Slide pertama pakai background sunset ukuran 1024x768 pixel, berisi judul dan efek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rolling up from left-top&lt;/span&gt;, menghasilkan efek seperti layar terbuka dari kiri atas ke kanan bawah kecepatan medium dan musik latar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;camelia 2&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ebiet&lt;/span&gt; format midi ... asyik.&lt;br /&gt;Slide kedua terpisah dengan slide pertama agar bisa setting tersendiri. Slide kedua ini khusus untuk navigasi berisi menu tombol berupa kombinasi gambar ukuran 200x100 pixel dan teks disampingnya, tanpa musik latar dan efeknya sama dengan slide pertama agar tidak tampak ramai. Screen or tampilannya milih fullscreen mode.&lt;br /&gt;Pada slide ini menggunakan show startup window, menghasilkan pop-up kustomasi gambar mini yang tampil floating (mengambang) di tengah layar dengan tombol run, menuju slide navigasi sesungguhnya.&lt;br /&gt;Pengaturan slide navigasi dibuat sebagai barikut:&lt;br /&gt;Tombol pertama: thumbnail blogger, menuju format flash memakai &lt;a href="http://www.macromedia.com/go/flashmx" target="_blank"&gt;macromedia&lt;/a&gt; Flash MX 2004, berisi sekilas informatika kedokteran dan gambaran tentang blog, serta contoh tampilan blog sebanyak 6 buah blog kesehatan.&lt;br /&gt;Tombol kedua: thumbnail mawar, menuju format flash medical review sampel penyakit kulit.&lt;br /&gt;Tombol ketiga: thumbnail buku, menuju sampel ebook berformat standalone, memakai &lt;a href="http://natata.hn3.net/download_ebook_compiler.html" target="_blank"&gt;Natata eBook Compiler&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Tombol keempat: thumbnail Aiswarya Rai, menuju flash sampel medical review kardiovaskuler.&lt;br /&gt;Setting tampilan pada navigasi dipilih "when show ends keep last slide in show on screen". Maksudnya agar slide ini tetap tampil untuk memilih menu lain ketika keluar dari format yang dituju sebelumnya. Ini hanya kebiasaan, akan bermanfaat ketika kita membuat banyak slide dengan berbagai menu lain, maka slide navigasi berfungsi sebagai pengendali menuju slide lainnya. Dan masih banyak pilihan fitur lain sesuai selera, audien, maupun materi yang akan kita tampilkan.&lt;br /&gt;Setelah preview tampilan sudah sesuai dan lalu lintas links ke berbagai format file semuanya lancar, saatnya burning ... burn ,,,, selesai, lalu labeling cd-R menggunakan Canon yang mempunyai fasilitas print langsung cd berlabel kosongan. (punyanya puskesmas palaran, habisnya waktu beli 2 tahun lalu langsung digantiin ama temen-temen puskesmas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inventarisasi peralatan presentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang ini biasa, laptop, harddisk external, berbagai asesori yang memang ready dalam tas, tak ketinggalan pda hp ipac generasi tua.&lt;br /&gt;LCD proyektor merk sony, plus kabel yang dipesan khusus dengan kualitas terbaik sebagai penunjang juga ready. LCD nya pinjam punya puskesmas palaran (mungkin masih sedikit puskesmas yang punya LCD sendiri, artinya bukan bantuan atau usulan, pokoknya usaha sendiri gitu lho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalannya presentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai skenario (ini juga hanya kebiasaan menulis skenario presentasi), maka presentasi dikemas dalam dua gaya menyesuaikan waktu yang sekitar 30 menit. Yang pertama tentu pakai cd autorun ... run. Sekilas informatika kedokteran, sekilas blog dan manfaatnya untuk dunia medis plus gambaran tautan plus pernak perniknya, lalu pamer flash  dan ebook ... asyiiik.&lt;br /&gt;Nah yang seru ketika menampilkan berbagai blog maupun situs terkait secara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;online&lt;/span&gt; menggunakan fitur multitab browser &lt;a href="http://www.mozilla.com/products/firefox/central.html" target="_blank"&gt;Firefox&lt;/a&gt;  ... pokoknya gaya deh. Dengan koneksi 115 kb ... wah lumayan.&lt;br /&gt;Sebagai referensi online, maka yang tampil di layar secara bergantian dan bertautan adalah embrio blog &lt;a href="http://idisamarinda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;idi samarinda&lt;/a&gt;, blognya mas &lt;a href="http://danartsign.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Dani&lt;/a&gt;, blognya &lt;a href="http://eriktapan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dr. Erik Tapan&lt;/a&gt;, blognya &lt;a href="http://puskesmaspalaran.wordpress.com/" target="_blank"&gt;puskesmas palaran&lt;/a&gt;, situs &lt;a href="http://www.who.int/en" target="_blank"&gt;WHO&lt;/a&gt;, situs &lt;a href="http://www.depkes.go.id/" target="_blank"&gt;Depkes&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.google.com/reader/view/feed/http://idisamarinda.blogspot.com/feeds/posts/default" target="_blank"&gt;Google Reader&lt;/a&gt; ... selesai.&lt;br /&gt;Saat istirahat makan, beberapa sejawat menyatakan tertarik. Momen indah, sharing, dimana blog kesehatan mulai dibicarakan banyak sejawat, berandai-andaipun menjadi bagian obrolan di sela makan siang.&lt;br /&gt;Maturnuwun kepada bu Ani dan mbak Rini, terus terang ngga menduga ternyata topik ini disambut antusias.&lt;br /&gt;Saya nggak terlalu mikir kelanjutannya, yang penting nyambung dulu deh ...&lt;br /&gt;Trims kepada para sejawat, khususnya para senior atas minat dan atensinya ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5943412626777452424?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5943412626777452424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5943412626777452424' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5943412626777452424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5943412626777452424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/muscab-idi-pengenalan-informatika.html' title='Muscab IDI: pengenalan informatika kedokteran'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8830171825043633574</id><published>2006-11-26T14:27:00.000+08:00</published><updated>2006-11-26T14:47:32.630+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Oleh-oleh dari Muscab IDI Samarinda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengusung tema: "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meningkatkan Profesionalisme sesuai UU-PK di era Globalisasi&lt;/span&gt;" (kalau salah ntar diperbaiki) Muscab IDI Cabang Samarinda pada hari Sabtu, 25 Nopember 2006, secara resmi dibuka oleh Walikota Samarinda &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs. H. Achmad Amins M.Si&lt;/span&gt;, ditandai dengan pumukulan gong ... dung ... dung ... duuuunggggg.&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya, Muscab kali ini banyak dihadiri para dokter, termasuk para senior yang sepuhpun berkenan hadir, ... luar biasa.&lt;br /&gt;Ketua IDI Wilayah Kaltim dr. H. Emil Bachtiar Murad Sp.P dalam sambutannya lebih menekankan pada registrasi (sistem jemput bola) anggota dan hal ihwal praktik kedokteran. Beliau juga menggaris bawahi pentingnya up date ilmu bagi seorang dokter sepanjang hayat sebagai bentuk profesionalisme dan (ini yang menggembirakan) mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk kepentingan medis. Di akhir sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa Rabo mendatang akan diadakan Muktamar IDI di Semarang dengan tema yang sama. Sedangkan Ketua IDI Cabang Samarinda dr. H. Edisyahputra Nasution di sela laporan pertanggung jawaban, menyampaikan titipan, perlunya pro aktif kepada pengurus mendatang dalam hal aktualisasi data registrasi anggota.&lt;br /&gt;Adapun laporan Ketua Panitia penyelenggara dr. Hj. Rini Retno Sukesi, M.Kes menyelipkan kekhususan Muscab kali ini, yakni dengan dipilihnya "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;pengenalan informatika kedokteran&lt;/span&gt;" sebagai materi Sidang Ilmiah, yang ditandai dengan peluncuran uji coba Blog IDI Samarinda. (semoga benar-benar berlanjut).&lt;br /&gt;Acara inti pemilihan ketua IDI Cabang Samarinda, Ketua MKEK dan Ketua BP2A yang berlangsung dua putaran, akhirnya menghasilkan komposisi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Ketua IDI Cabang Samarinda: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr. Arie Ibrahim Sp.BS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketua MKEK: dr. H. Ridwan Masrun&lt;br /&gt;Ketua BP2A: dr. H. Edisyahputra Nasution&lt;br /&gt;Selamat kepada para sejawat yang terpilih mengemban tugas nan makin berat di periode mendatang, semoga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8830171825043633574?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8830171825043633574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8830171825043633574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8830171825043633574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8830171825043633574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/oleh-oleh-dari-muscab-idi-samarinda.html' title='Oleh-oleh dari Muscab IDI Samarinda'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4276405158968367429</id><published>2006-11-25T01:23:00.000+08:00</published><updated>2006-11-25T01:49:32.589+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Muscab IDI Samarinda</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mengucapkan, selamat ber Musyawarah Cabang IDI Cabang Samarinda, Sabtu 25 Nopember 2006. Terimakasih kepada segenap Pengurus IDI Cabang Samarinda periode sebelumnya, yang telah berkenan dan bekerja serta mengorbankan tenaga, pikiran, waktu dan mungkin juga uang untuk kepentingan IDI. Semoga dicatat sebagai amal ibadah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat kepada Pengurus yang akan datang dan selamat bekerja.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;: biasanya, di Samarinda atau mungkin sebagian besar dokter “ogah” jadi pengurus IDI apalagi jadi Ketua. Alasannya sangat manusiawi dan masuk akal. Apa gerangan? Karena ngga ada yang terus terang, mungkin yang ada dalam benaknya adalah: “mending praktek daripada repot”. Lho koq sama ya …&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau boleh nitip, para sejawat pengurus yang akan datang berkenan kiranya segera mengembangkan “Informatika Kedokteran” atau istilah sejenis, demi kemajuan keilmuan dan perbaikan layanan medis secara komprehensif dan integratif.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Topik &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;informatika kedokteran&lt;/span&gt;, silahkan sambangi blog sejawat &lt;strong&gt;&lt;a href="http://danartsign.blogspot.com/2006/11/gadget-pengembangan-aplikasi-medis-pda.html" title="Pengembangan Aplikasi Medis PDA" target="_blank"&gt;Dani Iswara&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, sejawat &lt;strong&gt;&lt;a href="http://eriktapan.blogspot.com/" title="dr. Erik Tapan" target="_blank"&gt;dr. Erik Tapan&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, blognya &lt;strong&gt;&lt;a href="http://puskesmaspalaran.wordpress.com/" title="Puskesmas Palaran" target="_blank"&gt;puskesmas palaran&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://cakmoki-ikm.blogspot.com/" title="cakmoki beta Blogger" target="_blank"&gt;cakmoki&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semoga sukses Muscab IDI Cabang Samarinda&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4276405158968367429?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4276405158968367429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4276405158968367429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4276405158968367429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4276405158968367429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/muscab-idi-samarinda.html' title='Muscab IDI Samarinda'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8675065780470884344</id><published>2006-11-22T03:29:00.000+08:00</published><updated>2006-11-23T06:41:49.948+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>BOR: antara angka dan makna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://docs.google.com/View?docid=dcdhqrrf_0chgzbw" target="_blank" title="BOR antara angka dan makna"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/1575/122437285221104/200/691327/docsslogo.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BOR atau Bed Occupacy Rate atau di negara kita disebut Angka Hunian di institusi perawatan, pernah jadi bahan gunjingan saat bertemu teman-teman tahun lalu. Bulan Juni dan Agustus yang lalu pembicaraan BOR disambung lagi ketika saya nengok ibu. Di Surabaya ketemu sejawat spesialis bedah ortopedi dan spesialis anak yang kebetulan jadi bosnya rekam medik di rs haji. Sayang BOR belum sampai tuntas sudah beralih ke rekam medik yang konon banyak kendala. Persoalan kendala rekam medik juga jadi perbincangan hangat dengan kakak yang spesialis anak di Magelang ... (rekam medik suatu saat akan saya tulis pertengahan 2007 mendatang ... wih lamanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat bertemu seorang teman yang menjadi sekretaris Bapeko Surabaya, BOR lagi-lagi hanya tersentuh sekilas. Malahan sohib yang juga mantan direktur RSUD Tambak Rejo Surabaya tersebut mengajak diskusi serius tentang: bagaimana caranya agar warga miskin bisa menikmati layanan kesehatan yang optimal (menurut ukuran medik dan penderita), di tempat dan ruangan yang memadai, dan tanpa (atau seminim mungkin) menggantungkan dana pemerintah ... wah ... (sebelumnya saya sudah dikirimi tulisannya 9 halaman, berjudul Pokok-pokok Pikiran Rumah Sakit Gratis). Si sohib berjanji akan mengirimnnya ke Kompas bila dipandang saatnya sudah tepat ... mengingat ide tersebut terlalu banyak benturan kepentingan ... kita tunggu saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah sewaktu di Jember, obrolan seputar layanan medik dan BOR nyambung lagi, melibatkan seorang teman direktur RS PTP, Kepala Puskesmas Perawatan Tanggul dan Ketua (saya lupa yang benar ketua apa koordinator) Komite Medik RSUD dr. Soebandi Jember (yang katanya tipe c plus).&lt;br /&gt;Bahan gunjingannya, ketika pejabat kesehatan menerima laporan BOR akan mengatakan: "naikkan BOR", sewaktu menyaksikan tayangan BOR 65% dan "pertahankan BOR" tatkala melihat BOR yang mencapai 80% lebih.&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Dijamin benar bila yang dilihat hanyalah angka persentase, yah ... jelas dong, 80% lebih besar dari 65%. Angka mediannya akan dianggap cukup. Bagi yang 65% akan memendam tanya, bagaimana cara menaikkannya?&lt;br /&gt;Inilah yang perlu kita kaji agak lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maaf, mengingat posting BOR ini ada tabelnya, yang saya lagi malas otak atik css nya blogger, maka posting lengkapnya kita link ke "Google Docs &amp; Spreadsheets &lt;a href="http://docs.google.com/View?docid=dcdhqrrf_0chgzbw" target="_blank" title="BOR antara angka dan makna"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;atau lihat tampilan yang agak lumayan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/bloglink/bor.html" target="_blank"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8675065780470884344?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8675065780470884344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8675065780470884344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8675065780470884344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8675065780470884344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/bor-antara-angka-dan-makna.html' title='BOR: antara angka dan makna'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-7823928527356369457</id><published>2006-11-20T00:45:00.000+08:00</published><updated>2007-02-07T00:44:41.100+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>aplikasi informatika kedokteran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh menarik ulasan "&lt;strong&gt;informatika kedokteran&lt;/strong&gt;" oleh &lt;a href="http://eriktapan.blogspot.com/" target="_blank" title="Erik Tapan Blog"&gt;&lt;strong&gt;Dr. Erik Tapan MHA&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dalam kolom opini majalah &lt;em&gt;dokter kita&lt;/em&gt; edisi Nopember 2006. Tulisan tersebut mengungkap cukup lengkap dan padat hal ikhwal informatika kedokteran atau istilah sejenis, mulai dari definisi, delapan item besar cakupan pelayanan kedokteran, pengenalan piranti penunjang, cara mempelajari hingga tiga langkah saran beliau dalam upaya pengembangan informatika kedokteran. Sentilan halus sekaligus tantangan bagi kita kalangan medis untuk lebih membuka diri khususnya di bidang yang satu ini, terkait dengan sistem informasi yang bersifat take and give, maupun penunjang pelayanan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejalan dengan pesatnya laju teknologi informasi, tak pelak dunia kedokteran nan multi kompleks dan melibatkan nyaris semua kalangan, suka atau tidak suka memaksa insan medis untuk terlibat di dalamnya. Menurut hemat saya, informatika kedokteran tidaklah serumit yang dibayangkan. Kalau boleh menganalogikan, sama mudahnya dengan pemakaian handphone yang sejatinya juga salah satu piranti teknologi informasi (dan komunikasi) mobile.&lt;br /&gt;Untuk itulah penulis merasa ikut terpanggil menulis beberapa hal seputar teknologi informasi sederhana dalam kaitannya dengan kemanfaatan di bidang layanan medis maupun informasi kedokteran dan kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Piranti&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak dapat dipungkiri, bahwa teknologi informasi identik dengan komputer dengan segala asesori perangkat keras (hardware) dan perangkat lunaknya (software), baik berupa personal computer, laptop, tablet pc, maupun pda. Dari pelbagai jenis, produk dan generasi tersebut, insan medis paling tidak bisa membeli salah satunya. Pun demikian dengan piranti lunak, begitu banyak software berlabel "freeware" alias gratis non limited berkualitas tinggi bisa didownload secara cuma-cuma, termasuk yang open source semisal mysql, php, linux dan lain-lain, bahkan bagi para pelanggan majalah komputer, mendapatkan cd atau dvd bonus berisi beragam software aplikasi. Layout aplikasi office, seperti pengolah kata (word), spreadsheets (excell), presentasi (powerpoint), animasi (flash), brosur, html dan lain-lainpun tersedia template berlabel gratis. Jadi ditinjau dari peralatan dan perangkat penunjangnya, boleh dikata tidak ada kesulitan, lebih-lebih untuk institusi kesehatan, bahkan sekelas Puskesmas sekalipun.&lt;br /&gt;Saya yakin hampir semua Dinas Kesehatan tingkat II memiliki komputer, dan tidak sedikit yang memiliki spesifikasi sekelas pentium IV.&lt;br /&gt;Namun ditinjau dari segi minat dan kemampuan optimalisasi perangkat teknologi informasi tersebut, sampai kini masih jauh dari harapan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Realita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara umum, informatika kedokteran (maaf, saya mencoba membiasakan diri dengan istilah ini) di negara kita boleh dikatakan agak tertinggal dengan negara tetangga, semisal Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura.&lt;br /&gt;Memang sudah cukup banyak yang memanfaatkan teknologi informasi, terbukti dengan bertebarannya situs, blog, live journal, komunitas online berlabel kesehatan atau kedokteran di internet, baik yang dikelola secara perseorangan, kelompok maupun institusi. Sungguh penulis salut dan hormat kepada sejawat insan medis dan para senior yang merelakan waktunya berbagi informasi kedokteran di dunia maya.&lt;br /&gt;Sayangnya perkembangannya tidak sepesat bidang lain seperti web designer, fotografi, komunitas flash, news, blog dan sejenisnya yang justru tumbuh dan berkembang tanpa melulu menggantungkan anggaran.&lt;br /&gt;Penulis sependapat dengan opini Dr. Erik Taspan MHA tentang tidak adanya standarisasi terkait aplikasi informatika kedokteran. Piranti, format dan operasionalisasi boleh berbeda, tetapi output yang dihasilkan setidaknya dapat dimengerti oleh internal kedokteran, lebih bagus bila dapat dipahami pula oleh khalayak.&lt;br /&gt;Salah satu contoh riil adalah penerapan laporan diagnosa penyakit bagi institusi pelayanan medis dari tingkat primer sampai tersier. Hingga kini siapa yang berani menjamin bahwa record and report untuk urusan pelaporan penyakit di negeri ini benar adanya? Berapa persen Rumah Sakit tipe D hingga tipe A yang sudah menggunakan ICD 10? Berapa persen pula Puskesmas, Dinas Kesehatan Tingkat II dan Dinas Kesehatan Tingkat I yang menggunakan ICD 10 dalam LB1?&lt;br /&gt;Bayangkan ketika tertulis angka kesakitan Demam Berdarah Dengue tercatat sekian persen di sebuah Propinsi, niscaya negara tetangga tidak mengerti apa itu DBD. Beda halnya bila menggunakan ICD 10 atau ICD berikutnya, begitu tertulis kode A.91, kalangan medis negara lain paham bahwa yang dimaksud adalah Dengue haemorrhagic fever walau kita menulisnya dengan DBD atau sebutan apapun. Demikian pula dengan jumlah penyakit terbanyak, bisa-bisa akan muncul penyakit lain-lain di jajaran 10 besar penyakit terbanyak.&lt;br /&gt;Padahal konon program penerapan ICD 10 sudah diuji cobakan di beberapa daerah, bahkan memakai jasa konsultan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh lain adalah billing system, yang mestinya sudah menjadi keharusan di setiap Rumah Sakit Pemerintah sebagai institusi layanan publik. Walaupun pengguna jasa pelayanan tidak memintanya, kewajiban pihak Rumah Sakit untuk memberikan kuitansi rinci setiap item pelayanan sebagai bentuk pertanggung jawaban dan penghormatan kepada pengguna jasa pelayanan medis. Selain itu untuk monitor dan evaluasi lalu lintas layanan semua instalasi pelayanan medik yang pada gilirannya bermanfaat dalam penyusunan perencanaan yang akurat. Sudahkah semua Rumah Sakit Pemerintah menggunakan billing system? Rasanya belum. Persoalan klasik seperti tidak tersedianya software, tidak adanya pelatihan, terbatasnya anggaran dan lain-lain hanyalah bentuk defend mechanism yang tak berujung.&lt;br /&gt;Pemecahannya tidak harus menggunakan piranti lunak canggih seperti mysql, visual basic atau sejenisnya. Dengan yang sederhana seperti ms access, ms excell atau open office spreedsheet gratisanpun sudah bisa membuat billing system yang memadai. Pengembangan ke arah perbaikan, akan berjalan dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Menilik kondisi dan contoh di atas, menurut hemat penulis persoalan utamanya adalah kurangnya minat dan kemauan. Minat untuk maju dan memberikan berbagai bentuk layanan serta informasi yang bermanfaat serta kemauan untuk mengoptimalkan perangkat yang tersedia. Jangan sampai di sebuah Dinas Kesehatan Tingkat II atau tingkat I, komputer sekelas pentium IV hanya untuk mengetik belaka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Angan dan Harapan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penulis berulang kali mengajak ngobrol sesama sejawat tentang pemanfaatan informatika kedokteran, sekaligus menyampaikan angan dan harapan. Tentu bukan angan dan harapan semacam impian kosong, contoh sederhana sudah dibuat, koleksi piranti lunak tinggal pakai dan tutorial singkat juga tersedia.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Berikut ini adalah angan dan harapan yang boleh jadi segera menjadi kenyataan di pelbagai pelosok negeri ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika musim seminar kedokteran tiba, betapa enaknya bila penyelenggara sudah menyiapkan skedul, materi cetak dan versi presentasi juga sudah online beberapa hari sebelumnya. Saat hari H, waktunya lebih efisien, lebih hebat lagi bila pertanyaan sudah disampaikan kepada narasumber melalui email atau moderator penyelenggara, dijamin diskusi lebih hidup, seminar lebih mantap. Apalagi bila menggunakan fasilitas office online (ada yang gratisan menyediakan fasilitas presentasi, tabel, grafik dan flow chart), teleconference bukan lagi hal yang mustahil. Berlainan kota bukan lagi hambatan. Bila selama ini yang pasti baru biaya, jadwal makan, hotel dan doorprize, dengan informatika kedokteran hal yang lebih mendasar, yakni pembahasan topik seminar, bisa lebih bagus dan materi dapat tersimpan di media penyimpanan online versi gratisan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika rapat evaluasi program di sebuah Dinas Kesehatan tingkat I tiba, alangkah idealnya bila sebelumnya sudah diadakan diskusi online para kepala dinas kesehatan tingkat II. Tabel angka pencapaian absolut dan proporsi setiap kegiatan bisa ditampilkan secara online, grafik bisa dilihat bersama, materi presentasi ditampilkan dalam multi tabs browser, semuanya lagi-lagi gratisan, yang tidak gratis hanya pulsa tilpon. Tapi tidak usah kecil hati, mari kita hitung biaya pulsa online selama 10 jam misalnya, bandingkan dengan biaya transport seorang kepala dinas, termasuk lunsum dan hotelnya plus biaya tak terduga. Toh biaya tilpon institusi pemerintah ditanggung anggaran daerah.&lt;br /&gt;Andaikan setelah itu semua kepala dinas kesehatan tingkat II harus bertemu karena berbagai alasan, tetaplah pemanfaatan informatika kedokteran sebelum pertemuan adalah bentuk kesiapan dan penghematan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika musim pelatihan suatu program kesehatan di tingkat propinsi tiba, terbayang panduan dan materi sudah bisa didownload oleh setiap peserta masing-masing dinas kesehatan tingkat II sebelum hari pelaksanaan. Lebih bagus lagi bila penyelenggara sudah mengirimkannya dalam bentuk cd, baik materi cetak maupun materi presentasi. Sebuah cd kualitas bagus seharga Rp3.000,- (tiga ribu perak) tentu lebih murah dibandingkan biaya cetak atau fotocopy. Toh dinas kesehatan tingkat II bisa mencetaknya sendiri, dinas kesehatan mana sih yang tidak punya printer? Lagi-lagi hemat waktu dan biaya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika diadakan konsultasi teknik baru suatu kasus tindakan teknis medis misalnya, alangkah lebih bagusnya bila sebelumnya sudah dipandu secara online melalui video online secara berulang atau slow motion. Sehingga ketika saat bimbingan teknis tiba, peserta bisa fokus kepada intisari teknis medisnya, tanpa disibukkan dengan acara seremonial yang kadang lebih panjang dari acara inti saking banyaknya yang memberikan pidato sambutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika diperlukan medical review suatu kasus penyakit yang melibatkan beberapa disiplin ilmu spesialistik, betapa lebih mudahnya bila didiskusikan bersama secara online. Kronologi kondisi penderita dapat dilihat para ahli yang terlibat, beragam pemeriksaan penunjang diagnostik dapat ditampilkan multi tabs browser secara interaktif. Serial ivp, ct-scan, bermacam hasil pemeriksaan radiologis, laboratorium klinik termasuk mikroskopis dan lainnya dapat ditampilkan melalui fasilitas digital imaging dengan software olah gambar atau olah foto gratisan seperti irfan view atau sejenisnya.&lt;br /&gt;Sehingga, diakui atau tidak, pemanfaatan informatika kedokteran secara optimal dapat lebih bermanfaat bagi penggunanya dan tentu bagi penderita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika insan medis memerlukan referensi, alangkah mudahnya bila semua fakultas kedokteran di negeri ini menyediakan online library. Jurnal, karya tulis, dan hasil penelitian tersedia dalam bentuk katalog, sungguh sangat membantu dan bermanfaat. Tentu texbook dan buku harus dibeli, akan tetapi setidaknya sinopsis dan harga bisa diinformasikan secara online. Lebih-lebih bila komunitas cabang ilmu kedokteran terbentuk dan aktif update, sehingga siapapun yang memerlukan informasi akan sangat terbantu. Demikian pula informasi jenjang pendidikan dan materi perkuliahan setiap semester serta jumlah sks, dapat diakses oleh berbagai pihak yang memerlukan. Pun saat pendaftaran tiba, alangkah lebih bagusnya bila semua syarat dan biaya sudah diketahui jauh hari, seperti yang kita lihat di beberapa fakultas kedokteran di negeri ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika insan medis memerlukan informasi terbaru tentang penyakit, sungguh menyenangkan bila mendapatkannya dengan mudah, lengkap dan teknis aplikatif. Nun harapan tersebut masih amat langka, kalaupun ada hanya sedikit, kebanyakan berupa abstrak dengan ulasan teramat umum, atau cukup lengkap tetapi hanya untuk kasus tertentu yang bersifat program.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan sentra-sentra pendidikan kedokteran dan Rumah Sakit negara lain yang bermurah hati menggratiskan download informasi kedokteran terkini secara lengkap dan detail.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika dinas kesehatan tingkat II daerah perkotaan menyelenggarakan rapat evaluasi pencapaian kegiatan tahunan, sekali lagi daerah perkotaan, alangkah efisiennya bila dapat memanfaatkan informatika kedokteran. Bayangkan bila setiap puskesmas menyampaikan realisasi pencapaian kegiatan secara online. Kepala dinas kesehatan dan kasubdin menyaksikan bersama, pun demikian pula puskesmas yang lain dapat mengikuti di tempat masing-masing. Tabel, grafik, presentasi, foto dan video bisa disaksikan bersama. Diskusi sepuasnya, interaktif dan bisa lebih komprehensif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika jadwal penyuluhan tiba, alangkah lebih bagusnya bila seorang dokter puskesmas atau paramedis di perkotaan, menyampaikan materi penyuluhan dengan piranti audiovisual interaktif, sehingga audien tidak bosan, gambaran lebih nyata. Bayangkan ketika menjelaskan penyakit larva migrans hanya bermodal kata, setelah pulangpun dijamin para audien tidak pernah tahu seperti apa bentuk nyata larva migrans. Berbeda bila terlihat gambar-gambar bentuk klinis larva migrans cutaneaus di berbagai tubuh, di kaki, di tangan, di pantat atau di bagian kulit tubuh manapun, dijamin audien akan menjadi perpanjangan corong kita. Memang peralatan ini tidak murah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Harga laptop baru sudah di bawah 10 juta, lcd proyektor baru yang wide screen pun sudah bisa dibawa pulang di bawah 10 juta rupiah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;epilog&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Informatika kedokteran, adalah bagian yang tak terpisahkan dengan berbagai aspek kegiatan bagi insan kesehatan, baik di jalur pendidikan, pelayanan publik, informasi (penyuluhan) kesehatan, rekam medik, billing system maupun penelitian dan pengembangan keilmuan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah angan dan harapan penulis tentang beberapa gambaran aplikasi informatika kedokteran. Tidak mudah memang, namun dengan minat dan kemauan serta kesadaran akan manfaatnya, bayangan di atas bukan tidak mungkin menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Penulis ingin berbaik sangka, bahwa yang belum berminat memanfaatkan informatika kedokteran hanyalah belum friendly use belaka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Topik terkait: Pengembangan Aplikasi Medis PDA, oleh: &lt;strong&gt;&lt;a title="kunjungi Blog ini" target="_blank" href="http://danartsign.blogspot.com/2006/11/gadget-pengembangan-aplikasi-medis-pda.html"&gt;Dani Iswara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://danartsign.blogspot.com/2006/11/gadget-pengembangan-aplikasi-medis-pda.html" target="_blank" title="atau klik di sini"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/1575/122437285221104/200/499929/danartsign_logo.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-7823928527356369457?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/7823928527356369457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=7823928527356369457' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7823928527356369457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7823928527356369457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/aplikasi-informatika-kedokteran.html' title='aplikasi informatika kedokteran'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-7099465475138893621</id><published>2006-11-20T00:35:00.000+08:00</published><updated>2006-11-20T00:40:11.543+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>Theme Blogger: kepincut ganti wajah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Melanglang dunia maya sungguh mengasyikkan, lebih-lebih bila ada yang dicari, apalagi yang dicari tidak ketemu, penasaran. Beberapa hari ini, disela-sela waktu, sibuk (maksudnya menyibukkan diri) mencari beta Blogger templates.&lt;br /&gt;Singkat kata, hasil googling dan pencarian di yahoo, merujuk ke &lt;strong&gt;&lt;a title="download beta blogger template" href="http://allblogtemplates.blogspot.com/2006/10/download-free-fully-customizable-beta.html" target="_blank"&gt;allblogtemplates&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; untuk download Fully Customizable Beta Blogger Template. Sebenarnya banyak rujukan forum dan beberapa tutorial untuk mengubah wajah theme bawaan beta Blogger agar tampil personal. Namun, karena minimnya kemampuan xml, xhtml dan sejenisnya, kunjungan ke forum hanya sekilas, maunya cari yang jadi seperti blogger klasik, lalu otak-atik ... jadi. Yang paling menarik dari penjelajahan mencari beta blogger template, ternyata koq ya ada yang berpikiran seperti saya, bikin akun baru untuk mencicipi fitur beta blogger. Maklum mungkin sudah terlanjur agak friendly dengan blogger klasik.&lt;br /&gt;Ya udah rumah ini (yang klasik) tetap diopeni, sambil nunggu perkembangan dan sekaligus ngopeni hunian beta blogger.&lt;br /&gt;Walau rumah lama, kecintaan tetap mendalam, bahkan rasanya ingin gonta-ganti tampilan demi memuaskan hasrat (katanya para penulis buku blog sih, perilaku ini tidak dianjurkan), wah kayak perias temanten aja. Ceritanya belum tergiur promo di panel kanan blogger " Switch your blog today".&lt;br /&gt;Alhasil, dengan berbagai pertimbangan, urusan rias wajah blogger sementara ditunda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-7099465475138893621?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/7099465475138893621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=7099465475138893621' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7099465475138893621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7099465475138893621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/theme-blogger-kepincut-ganti-wajah.html' title='Theme Blogger: kepincut ganti wajah'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-7602248304766506346</id><published>2006-11-18T03:49:00.000+08:00</published><updated>2006-11-18T04:36:15.577+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><title type='text'>PDA: asisten mungil serba guna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/1575/122437285221104/1600/633821/pda3.jpg"&gt;&lt;img title="PDA" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="PDA" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/1575/122437285221104/200/485214/pda3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama kali mengenal PDA (Personal Digital Assistant) dari majalah intisari sekitar 5 tahun lalu, saya sudah dibuat penasaran dan kagum dengan fiturnya.&lt;br /&gt;Saat menanyakan ke toko komputer dan handphone di Samarinda, penjual malah mengaku baru dengar, hanya satu yang sanggup menyediakan, tetapi harus indent, jenis dan spesifikasinya juga ditentukan lebih dahulu, artinya tidak bisa milih dan tidak bisa membatalkan. Harga yang ditawarkan paling murah kisaran 4-5 juta rupiah. Padahal info harga dari majalah, sebuah HP ipac pocket pc dengan bluetooth plus infrared sekitar 2,5 juta di Surabaya dan Jakarta. Akhirnya saat cuti, berbekal minim informasi dan minim pengetahuan nekat beli hp ipac pocket pc seri 1900 seharga 2,2 juta di mall galaxy.&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan tutorial singkat dari teknisi toko, rasanya lega ... pda seukuran bungkus rokok gudang garam surya 16 ini sungguh mengagumkan.&lt;br /&gt;Tampilan layarnya persis windows, maklum os nya windows ce buatan microsoft yang merupakan paket pembelian termasuk officenya, jadinya tidak asing.&lt;br /&gt;Jujur saja, awalnya lebih banyak untuk mindah dokumen office dari pc dan laptop ke pda, reminder, task manager, organizer, nyetel video dan dipakai main game si kecil. Singkatnya masih untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;Persoalan muncul sebulan kemudian, karena ternyata beberapa software pendukungnya berlabel shareware, trial 30 hari ... nah. Gangguan kecil tersebut belum terasa, toh aplikasi dasar tetap jalan.&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian barulah mendapatkan majalah khusus pda dengan bonus cd plus panduan instalasi lengkap dengan langkah-langkahnya disertai pula dengan tip dan trik seputar pemakaian pda.&lt;br /&gt;Barulah setahun berikutnya pda perdana tersebut termanfaatkan untuk media informasi. Sejak itu pda murah meriah ini betul-betul menjelma menjadi asisten betulan. Selain personal information manager (pim), bermodal viewer ppc gratisan, pda tersebut sangat membantu menjelaskan secara visual kepada pasien tentang penyakitnya. Bukannya fanatik berlebihan terhadap viewer ppc, dibandingkan penampil gambar digital lainnya viewer punya keunggulan terutama sentuhan tumbnail menjadi fullscreen yang tab close nya tidak tertindih image seperti penampil gambar lainnya. Menjelaskan penyakit larva migrans, impetigo, proses kehamilan, anatomi, gambar kuman, dan lainnya menjadi amat mudah. Gambar digitalpun masih bisa diberi tulisan singkat dan pesan dengan bahasa gaul agar friendly. Belakangan, instalasi adobe reader ppc, flash player ppc dan multimedia lainnya, maka makin lengkaplah pda sebagai asisten. Dasar penggila flash, kehadiran macromedia flash player ppc menjadi kebahagian tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Di dunia medis, pda bisa dilengkapi dengan template monitor gula darah dan daftar diet bagi penderita diabetes, monitor tekanan darah, ringkasan farmakologi yang selalu update dan kelengkapan berbagai cabang ilmu kedokteran. Di luar negeri, perkembangan pemanfaatan pda bagi kalangan medis luar biasa pesatnya, tak heran bermunculan aplikasi medis untuk pda. sepengetahuan saya, medical software pda lebih banyak dibanding pc. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat spesialis bedah orthopedi di Surabaya yang tadinya setengah nggak percaya saat saya promosikan pda, sekarang friendly dengan pda. Apalagi yang seharga 5 jutaan, dijamin puas deh. Di rumah sakit memang sangat berguna saat visite pasien, tinggal sentuh screen, maka muncullah nama pasien lengkap dengan data penunjangnya, dengan syarat rajin entry data, mirip dengan medibank untuk pc.&lt;br /&gt;Kini pilihan pda sangat beragam dengan tawaran berbagai fitur unggulan, so tinggal pilih, mau yang pocket, palm sama saja, makin baru tentu makin canggih dan multi fungsi.&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-7602248304766506346?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/7602248304766506346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=7602248304766506346' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7602248304766506346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7602248304766506346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/pda-asisten-mungil-serba-guna.html' title='PDA: asisten mungil serba guna'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-388407982739269301</id><published>2006-11-12T18:41:00.000+08:00</published><updated>2006-11-18T06:45:25.716+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Pelayanan Kesehatan 3: Menyusun Protap</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Lanjutan dari Mutu Layanan kesehatan 2: &lt;a href="http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/mutu-layanan-kesehatan-2-menata-niat.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menata niat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi:&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Tak jarang kita menyaksikan gambaran layanan medis di instalasi gawat darurat milik pemerintah mulai tataran primer hingga tersier, dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tengah malam, penderita datang dengan status asmatikus, kecelakaan, ibu mau melahirkan, kolik abdomen, anak kejang, diare dan lain-lain ... Apa yang kita lihat? &lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bagus&lt;/b&gt;, petugas dengan terampil melakukan tindakan medik secepatnya atas instruksi dokter jaga. Atau tindakan medik segera dilakukan oleh paramedis, lalu menghubungi dokter dimanapun berada, setelah dilakukan pertolongan pertama, untuk mendapatkan pemeriksaan dan instruksi lanjutan dari dokter yang berkompeten saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya tidak semua seperti yang bagus di atas, justru yang kita saksikan adalah sebaliknya, yakni drama "penantian" tanpa ujung yang jelas. Kebanyakan: nunggu, nunggu dan menunggu. Jujur saja, kalau  kita berani nanya kepada penderita atau keluarganya yang mendapatkan perlakuan demikian, atau kita sendiri mengalami hal yang sama, tentu kecewa. Apa sih yang di harapkan oleh penderita ketika datang di instalasi gawat darurat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, tentu layanan yang cepat, ramah dan support. Maksudnya, ketika penderita datang, bila ternyata tidak perlu opname, mereka segera diperiksa lalu mendapatkan obat dan secepatnya bisa segera pulang, tentu dengan beberapa advis berkenaan dengan penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, bila ternyata harus opname, mereka segera diperiksa dan mendapatkan tindakan medis awal semisal infus, oksigen dan sejenisnya untuk kemudian dilakukan tindakan lanjutan sesuai penyakitnya. Itulah kira-kira logika sederhana harapan penderita yang rata-rata awam tentang medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah harapan penderita sudah nyambung? Jujur aja, kayaknya belum tuh dan entah kapan mau dperbaiki, maaf deh kalau dianggap pedas, ... hitung-hitung otokritik untuk sejawat. Yang udah bagus mungkin bisa sharing ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidaklah sulit memperbaikinya, sungguh ... Mungkin para sejawat ada yang bertanya: bagaimana bila ketika itu tidak ada dokter jaga, atau mungkin pas dokter jaganya sedang menangani penderita lain di ruang perawatan hingga tidak bisa menangani penderita di instalasi gawat darurat pada saat bersamaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jawabnya adalah &lt;b&gt;prosedur tetap&lt;/b&gt; (sop) dan &lt;b&gt;pen delegasi an&lt;/b&gt; wewenang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Artinya, ada ngga ada dokter di instalasi gawat darurat, paramedis mampu memberikan tindakan medis awal sebagai pertolongan pertama, berdasarkan prosedur tetap (sop) yang sudah baku dan delegasi dari dokter yang berkompeten saat itu tentunya. Itupun masih dipermudah dengan komunikasi tilpon atau hp antara paramedis dengan dokter, sehingga drama "penantian" penderita di instalasi gawat darurat bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada UU No.23 tahun 1992 Tentang Kesehatan, yang mengatur kewenangan paramedis, namun di sisi lain toh paramedis juga yang akhirnya masang infus, nyuntik dan sejenisnya atas instruksi dokter. Langkah layanan cepat di atas sesungguhnya hanyalah penyederhanaan waktu, karenanya tindakan medis sebagai langkah awal oleh paramedis dan pendelegasian wewenang, menurut saya bukan pelanggaran, atau masih bisa diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika tengah malam ada penderita dengan status asmatikus datang ke instalasi gawat darurat, dan saat itu dokter jaga sedang menolong penderita lain di ruangan atau tidak ada di tempat, tentu akan sangat menolong bila paramedis mampu melakukan tindakan medis secara cepat dengan segera memberikan oksigen, injeksi subkutan ataupun intravena, pasang infus, nebulizer dan tindakan lain yang diperlukan sesuai prosedur tetap. Lima sampai limabelas menit sungguh amat menolong daripada nunggu menghubungi dokter jaga. Setelahnya masih bisa menghubungi dokter jaga via hp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah: sudahkah semua institusi layanan kesehatan mulai puskesmas perawatan hingga rumah sakit di dati II memiliki prosedur tetap tertulis? Dari beberapa sejawat yang saya temui, sayangnya kebanyakan belum memiliki sop. Padahal sop seberapapun sederhananya, adalah salah satu bentuk perlindungan terhadap profesi maupun penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sudah punya sop pun masih menyisakan tanya: apakah sop sudah dipatuhi oleh semua komponen institusi layanan kesehatan? Apakah dokter rutin mengadakan medical review dan transfer ilmu kepada paramedis? Apakah dokter rajin meng-up date ilmu nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan akhir: apakah layanan bermutu sesuai harapan khalayak bisa diwujudkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawabnya&lt;/b&gt; lagi-lagi &lt;b&gt;bisa&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;tidak sulit&lt;/b&gt;. Kuncinya hanyalah &lt;b&gt;niat&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;kesungguhan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;sedikit perjuangan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Inilah "trilogi" cuap-cuap saya tentang "mutu layanan kesehatan", yang terdiri dari ambivalensi antara kewajiban dan keinginan, menata niat dan menyusun protap, semoga bermanfaat bagi sesama dan insya Allah disambung di lain waktu...&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk sejawat khususnya di Puskesmas Perawatan, mari kita lihat contoh ringkasan "Prosedur Tetap" Perawatan Penderita &lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/protap_perawatan.zip" target="_blank" title="Download sampel eBook"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Maaf, sementara nge-links, ntar dipindah di blog ini. Masih sangat sederhana memang, tapi percayalah ... bisa kita perbaiki bersama-sama dan para ahli yang sempat melihat tentu akan rela ngoreksi untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-388407982739269301?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/388407982739269301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=388407982739269301' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/388407982739269301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/388407982739269301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/pelayanan-kesehatan-3-menyusun-protap.html' title='Pelayanan Kesehatan 3: Menyusun Protap'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-291394109766691831</id><published>2006-11-09T16:49:00.000+08:00</published><updated>2006-11-12T18:37:53.907+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>upload Prosedur Perawatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga hari ngebut mindah ProTap ke format &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;eBook&lt;/span&gt; standalone, cukup melelahkan. Sebenarnya cuman ringkasan aja sih, tapi yang bikin lama otak-atik setting html, maklum belum fasih. Belum lagi eBook ini memakai format dasar web page, lalu kompilasi menjadi exe standalone. Nah upload format exe menjadi bermasalah karena mungkin oleh browser dianggap spam or sejenisnya, jadilah kompresi menjadi file &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;zip&lt;/span&gt;, lumayan lebih ramping sekitar 10 kb. Entah kenapa masih tetap gemuk, dari 516 kb file exe setelah dikompres cuman menjadi 505 kb.  Mungkin saya salah caranya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sejawat general practice silahkan unduh eBook ProTap Perawatan Penderita untuk Puskesmas Perawatan dengan harapan semoga bermanfaat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik kanan &lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/protap_perawatan.zip"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" title="Download Protap Perawatan"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, lalu pilih Save target As ... bila memakai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;download manager&lt;/span&gt; lebih mudah, langsung klik aja maka download berjalan otomatis dengan klak klik opsinya ... selamat men-download sambil ngopi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-291394109766691831?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/291394109766691831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=291394109766691831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/291394109766691831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/291394109766691831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/ganti-theme.html' title='upload Prosedur Perawatan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-497141107097818745</id><published>2006-11-03T00:17:00.000+08:00</published><updated>2006-11-12T19:09:34.866+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Mutu Layanan Kesehatan 2: Menata Niat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/dr85ki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/dr85ki.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menyambung tulisan terdahulu tentang &lt;a href="http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/mutu-layanan-kesehatan-1.html"&gt;Mutu Layanan Kesehatan 1&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;tak pelak memunculkan pertanyaan: "darimana mulainya?" Menurut pendapat saya, keinginan memberikan layanan kesehatan bermutu diawali dengan &lt;strong&gt;niat&lt;/strong&gt;, maksudnya menata niat dari sanubari untuk memberikan layanan dengan &lt;strong&gt;totalitas&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;ikhlas&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sih, hal ini menjadi penting? Di titik inilah salah satu bagian dari sebuah mata rantai bermula. Mengawali sesuatu memang seringkali sulit, demikian pula layanan kesehatan nan kompleks dan melibatkan banyak hal, mulai yang teknis hingga non teknis. Kata kuncinya adalah mengalahkan diri sendiri...lho koq gitu ... ilustrasinya begini: di instituasi layanan kesehatan, kompetensi tertinggi teknis medis adalah seorang dokter, ingat yang dimaksud adalah kompetensi teknis medis bukan manajerial. Di sisi lain layanan yang bermutu dan komprehensif memerlukan juga banyak hal non medis atau penunjangnya, termasuk manajerial, namun tetaplah berangkat dari teknis medis. Untuk itu seorang dokter di institusi layanan kesehatan harus yakin bahwa memberi layanan terbaik di tempat kerja tidak akan mengurangi jumlah kunjungan pasien ketika praktek sore atau malam harinya, justru yang terjadi sebaliknya, bila memberi layanan terbaik di tempat kerja, niscaya akan dicari orang di tempat prakteknya, tanpa menyebar kartu nama, tanpa harus menyuruh kontrol ke praktek, penderita akan datang dengan sendirinya. Nggak percaya, silahkan para sejawat membuktikannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya ungkit yang beginian, jujur saja masih ada sejawat yang punya pola pikir keliru, melayani ala kadarnya di tempat kerja (ogah memperjuangkan perbaikan layanan) dengan harapan para pasien datang ke tempat praktek. Pola pikir demikian tak ayal juga diikuti kebanyakan paramedis. Budaya demikian harus dirubah total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin berniat ikhlas, langkah selanjutnya adalah membuat planning matang dengan mengedepankan kepentingan khalayak, artinya kebiasaan mark-up atau istilah apapun namanya harus dihilangkan. Mulai pengadaan, operasional, berbagai belanja barang dan jasa, keperluan rutin, serta segala item program dalam perencanaan mutlak harus realisized. Contoh paling gamblang, jangan lagi beli barang seharga 2 juta minta ditulis 3 juta dalam spj, rapat kerja 3 hari dipertanggung jawabkan 6 hari, nasi kotak diganti nasi bungkus, perjalanan 2 hari dipertanggung jawabkan 4 hari, dll ... dll. Pendeknya sejak awal harus melangkah dengan benar. Bayangkan ketika dari awal sudah membuat kesalahan yang dibuat seakan-akan benar dengan membolak balik bahasa dan memanfaatkan lemahnya sistem, niscaya perbaikan mutu layanan kesehatan hanyalah ungkapan kosong tanpa makna. Dampaknya, masyarakat tidak mendapatkan manfaat optimal dari program kesehatan apapun bentuk dan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Sebuah pengalaman menarik perlu saya ungkapkan di media ini. Ketika tahun 2001 lalu saya diberi tugas mempersiapkan pembangunan Rawat Inap di Puskesmas, perintahnya sangat sederhana namun maknanya luas, Ka Dinkes ketika itu hanya berfatwa pendek: "siapkan dan kelola dengan optimal". Namun ketika draft pembangunan gedung hingga SOP dan Perda usai tersusun, hambatan pertama justru datang dari internal kesehatan. Lontaran argumen macam-macam, yang Kepmenkes lah, yang Permenkes lah dll, padahal UUD 1945 dan Renstra Nasional Bidang Kesehatan jelas-jelas mengamanatkan perbaikan mutu layanan dilengkapi dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). So ngga usah kaget, penyebabnya mungkin ego sektoral atau jangan-jangan setengah hati meneriakkan Pelayanan Optimal, atau mungkin juga tidak mengerti seluk beluk layanan medis dan harapan khalayak ... Untungnya Ka Dinkes saat itu tetap support.&lt;br /&gt;Jalan berliku, bermuara pada hearing di DPRD, alhasil gol...&lt;/blockquote&gt;Tanpa bermaksud menggurui, tulisan singkat ini anggap aja sebagai ajakan sharing tip dan trik mengelola layanan kesehatan ke arah yang berkualitas, dengan harapan memberi manfaat bagi sesama dan mudah-mudahan mendapatkan ridho-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti segmen tulisan ini adalah perlunya &lt;strong&gt;memotivasi diri&lt;/strong&gt; bahwa yang utama dan pertama dalam layanan kesehatan adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya, ramah dan sabar, niscaya yang lain datang kemudian, dalam bentuk dan waktu yang kita sendiri tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ke Mutu Pelayanan Kesehatan 2: &lt;a href="http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/pelayanan-kesehatan-3-menyusun-protap.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" title="Menyusun Protap"&gt;Menyusun Protap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-497141107097818745?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/497141107097818745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=497141107097818745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/497141107097818745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/497141107097818745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/mutu-layanan-kesehatan-2-menata-niat.html' title='Mutu Layanan Kesehatan 2: Menata Niat'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8471959613910621815</id><published>2006-11-02T03:01:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:00:05.470+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>oleh-oleh lebaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/adam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/adam.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, setelah berlebaran di kampung halaman, jember pada tgl 24 oktober, kamis sore kami ke surabaya. Jalanan masih sepi untuk ukuran lebaran walau motor banyak bersliweran. Di perjalanan menemui bekas kecelakaan lalu lintas, terlihat dari kerumunan orang, ambulans dan polisi juga kendaraan tercecer di pinggir jalan. dari 3 kecelakaan yang kami temui, satu diantaranya di sekitar Nguling Probolinggo, seorang wanita diboncengan motor terlempar di jalanan karena senggolan bus yang sedang melaju. Mengenaskan, entah kenapa motor tersebut nyelonong di kanan marka jalan padahal tak ada simpangan di sebelah kanan, dan lagi di belakangnya sebuah bus melaju diiringi kendaraan lain di belakangnya. memasuki gerbang tol Gempol Porong, kendaraan diarahkan ke lingkar apollo menyusuri pinggiran area industri yang mulai tergenang semburan lumpur lapindo, lalu masuk tol sebelah utara area lumpur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Esoknya  sarapan soto di pasar Genteng yang kebetulan mulai buka pagi itu. Sabtu siang hingga sore, kumpul-kumpul sanak keluarga surabaya. Sebuah berkah, karena kami jarang ketemu. Minggunya balik ke kaltim .... dan senin pagi mulai rutinitas dengan segar ...&lt;br /&gt;Lebaran tahun ini sungguh mengesankan bagi kami. Kumpul keluarga besar, berbagi, silaturahmi dan bermaafan ... Maklum biasanya mudiknya pas liburan sekolah pertengahan tahun.&lt;br /&gt;Semoga rangkaian ibadah puasa yang berujung dengan 'idul fitri, membawa langkah perbaikan bagi kita semua dan bangsa ini. Amin ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8471959613910621815?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8471959613910621815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8471959613910621815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8471959613910621815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8471959613910621815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/11/oleh-oleh-lebaran.html' title='oleh-oleh lebaran'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3887182319110348328</id><published>2006-10-24T05:53:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:01:42.720+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Mudik Lebaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/bmw150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/bmw150.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabtu, 21 Oktober 2006 pagi, dari kaltim kami mudik ke kampung halaman di jatim ...&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;tahun ini agak istimewa, dalam 6 bulan bolak balik kaltim-jatim, mulai cuti, nengok bunda hingga mudik lebaran.&lt;br /&gt;Beruntung jalur surabaya ke timur tidak begitu padat walau malam minggu dan hanya beberapa hari menjelang lebaran.&lt;br /&gt;Sebelumnya terbayang lalu lintas padat, macet ... eh ternyata lancar. Walau genangan lumpur di sidoarjo masih mengeluarkan asap tapi tol dibuka dan relatif lancar.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Lebaran, sungkem bunda ... kumpul keluarga besar ... dan napak tilas tradisi lebaran di tempat kelahiran ...&lt;/blockquote&gt; Lebaran, indah dan selalu mengesankan ... minal aidin wal faizin ...&lt;br /&gt;Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariimm ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3887182319110348328?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3887182319110348328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3887182319110348328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3887182319110348328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3887182319110348328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/mudik-lebaran.html' title='Mudik Lebaran'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5306467175059095822</id><published>2006-10-23T15:45:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:05:24.880+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Selamat Lebaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/lebaran5_120.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 120px;" alt="Selamat Lebran" src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/lebaran5_120.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengucapkan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat Hari Raya 'Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1 Syawal 1427 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal aidin wal faizin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Batin&lt;br /&gt;Taqabbalallahu minna wa minkum &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5306467175059095822?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5306467175059095822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5306467175059095822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5306467175059095822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5306467175059095822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/selamat-lebaran.html' title='Selamat Lebaran'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-2575488702332152386</id><published>2006-10-12T05:29:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:13:28.735+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>trial: flash slide show</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;coba link Flash Slide Show&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara belum bisa upload file swf langsung ke wordpress, so cobain link aja ..... silahkan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/mycreator.htm" target="_blank"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; untuk menampilkan flash slide show dalam filr htm di jendela baru ... atau &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/mycreator.swf" target="_blank"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; langsung menampilkan file swf ... bila loadingnya ternyata lama, bisa dipakai lihat-lihat arsip posting sesuai kategori ... selamat mencoba&lt;br /&gt;cakmoki&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-2575488702332152386?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/2575488702332152386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=2575488702332152386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2575488702332152386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2575488702332152386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/trial-flash-slide-show.html' title='trial: flash slide show'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-113059867031283594</id><published>2006-10-08T02:19:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:15:41.979+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Mutu Layanan Kesehatan 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/medical120.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/medical120.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Ambivalensi antara kewajiban dan keinginan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika mutu pelayanan kesehatan mengemuka sebagai panglima program unggulan depkes dengan nama quality assurance (QA, jaminan mutu) pada tahun 1996, pihak Puskesmas sebagai (lagi-lagi) pihak pelaksana, dibuat terperangah oleh program tersebut. Tetapi sebagai institusi bawahan depkes, lagi-lagi Puskesmas berada di posisi tak berdaya dan lagi-lagi hanyalah sebagai terminal akhir pembuangan dan berposisi layaknya sandal jepit. Mungkin depkes lupa bahwa para dokter yang ada di Puskesmas adalah seorang sarjana juga seperti halnya para petinggi depkes. Lupa mungkin karena tampilan dokter puskesmas yang tak pernah berdasi dan naik pusling kala tugas, tidak seperti teman-temannya di depkes yang sebagian diantaranya berdasi dan naik mobil dinas mulus. Padahal bisa jadi kala sekolah di fk dahulu, yang di depkes tidak lebih pandai dari yang di puskesmas. Pun demikian pula setelahnya, lebih-lebih kala berbicara kepekaan keperluan masyarakat terhadap layanan kesehatan, dijamin dokter di puskesmas lebih peka dibanding dokter di depkes walau sepanjang apapun gelarnya. Yang membedakan hanyalah kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Itulah kira-kira gambaran umum, mengapa hingga kini puskesmas ibarat tempat uji coba, trial and error aneka macam program dari depkes.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jaminan mutu produk tahun 1996 yang lalupun, konon hasil pemikiran grusa-grusu karena ada "jajan" berupa pinjaman IMF (maksudnya hutang yang harus dibayar), yang mana depkes tidak mau kalah dengan departemen lain untuk ikut mencicipi jajan IMF. Dan supaya dapat dana segar nan besar, nama programnya pun dibuat "greng", maka bim salabim lahirlah Quality Assurance atau Jaminan Mutu. Parameterpun disiapkan, demikian pula pelatihan, panduan, monitor dan evaluasinya, baik terhadap item kegiatan ataupun terhadap program besarnya.&lt;br /&gt;Menurut saya, program tersebut langkah mundur. Mengapa? Karena hanya untuk mendiagnosa pnemonia, diperlukan pelatihan seminggu, itupun berulang. Padahal dengan membaca 1 jam sebagai review sudah lebih dari cukup.&lt;br /&gt;Demikian pula parameter persentase injeksi untuk penyakit neuritis dan atau sebangsanya, boleh dikata sulit untuk diterima, mengingat alasannya adalah penghematan. Tak cukup denngan itu, di beberapa daerah bahkan ada kampanye tidak usah suntik jika tidak perlu, yang tertulis besar di dinding Pusling. Nun di sisi lain kita diwajibkan mengejar target imunisasi yang nota bene berupa suntikan kecuali polio. Tanyakan kepada warga, apa ngga membingungkan?&lt;br /&gt;Menyimak produk depkes tahun 1988, yang mana dalam Pedoman Kerja Puskesmas sudah sangat jelas dan rinci berisi panduan tatalaksana setiap kegiatan di Puskesmas yang mengacu kepada UPK, termasuk panduan pengobatan, maka program QA adalah sebuah langkah kebimbangan dan ambivalensi. Artinya mengulang program mapan yang sudah terintegrasi dengan keseharian para petugas Puskesmas dengan mengganti nama QA yang justru lebih sempit tapi tidak lebih mendalam. Bedanya hanya di segi dana yang luar biasa besar dan pelatihan berulang yang justru buang-buang waktu.&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan mutu layanan, tidak cukup dengan kajian monopoli petinggi Depkes, lebih dari itu ada ukuran non teknis yakni keinginan dan harapan warga.&lt;br /&gt;Sayangnya yang ini tidak pernah tersentuh, artinya pengguna jasa pelayanan Puskesmas tak lebih hanyalah obyek semata yang tak punya hak suara.&lt;br /&gt;Siklus demikian mestinya tidak boleh terulang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Memulai secara internal&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya, upaya meningkatkan mutu layanan tidaklah sulit, terpulang pada nurani pelaku kesehatan sebagai niat hakiki untuk memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa pelayanan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Rasanya hal ini belum dilakukan secara masif. Kata singkatnya adalah memulai dari internal jajaran kesehatan di semua tingkatan.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika pengadaan alat medis masih melakukan mark-up, semisal harga alat kedokteran resminya 500 ribu tapi dalam spj ditulis 800 ribu, maka jangan harap ada peningkatan mutu, karena diawali dengan perilaku yang tidak bermutu bahkan tercela. Bagaimana mungkin mendapatkan buah yang baik ketika menanam benihnya sudah salah? Mari kita renungkan.&lt;br /&gt;Maksud saya jangan hanya direnungkan tetapi mutlak harus diperbaiki dari dalam. Hal yang sama berlaku dalam pelayanan yang bersifat teknis medis. Ketika seorang dokter Puskesmas tidak pernah lagi membaca dan belajar untuk meng-update ilmunya, maka jangan harap ada transfer of knowledge kepada team worknya apalagi kepada masyarakat. Artinya pelayanan dan ilmu jalan di tempat alias stagnan. Bila hal ini terjadi maka dalam evaluasi program tidak boleh lagi ada kata "kesadaran masyarakat kurang" dalam bab hambatan dan kendala. Bagaimana mungkin kesadaran masyarakat terhadap kesehatan membaik bila yang berkompeten di bidang kesehatan sendiri tidak pernah belajar, dan hanya mengandalkan ilmu semasa di bangku sekolah semata.&lt;br /&gt;Padahal mempelajari, mengembangkan dan mengamalkan ilmu adalah kewajiban sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan bentuk ungkapan syukur akan ilmu yang dianugerahkan kepada kita.&lt;br /&gt;Karenanya, mutu pelayanan kesehatan sekali lagi haruslah dimulai dari internal kesehatan, dilandasi totalitas dan niat untuk dapat memberi manfaat kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;bersambung ke:&lt;br /&gt;Mutu Layanan Kesehatan 2: Menata Niat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-113059867031283594?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/113059867031283594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=113059867031283594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/113059867031283594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/113059867031283594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/mutu-layanan-kesehatan-1.html' title='Mutu Layanan Kesehatan 1'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3608128352976832641</id><published>2006-10-04T04:40:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:17:17.025+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>sharing Blog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/blogger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px;" src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/blogger.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sabtu, 30 september 06, kami berkesempatan sharing informasi tentang dunia blog di ruang perpustakaan psku unmul. Gawean ini bermula dari rasan-rasan para ts idi samarinda khususnya dr. ani yang berkeinginan bikin situs sebagai media informasi antar sejawat. Setelah lama ngga ada beritanya, akhirnya sebelum puasa diadakan semacam review tentang dunia web khususnya weblog atau yang populer dengan blog. Walhasil, gayung bersambut. Dr. Ari Ibrahim SpBS akhirnya memprakarsai keinginan idi dengnan mengadakan sharing di perpusnya psku unmul. Menyenangkan, itulah kata yang tepat buat penulis, mengingat antusiasme para ts dari idi, rsu aws dan para dosen psku unmul. Rasanya waktu 2 jam belumlah cukup, maka disepakati ada acara tindak lanjut dan mungkin berlanjut ke pernak-pernik blog. Semoga aja lancar, trus temen-temen rajin up date trus berlanjut sharing flash. Nah ini dia yang paling menyenangkan, karena dengan flash ada luapan gairah bikin materi kuliah yang lebih interaktif, pun demikian pula dengan ts yang di idi maupun rsu aws. Harapan sy, dengan flash para ts di rsu aws bisa bikin protap dan materi seminar yang oke, cd autorun dan sekali lagi interaktif. Udah jamannya sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka panjang ntar ts sy tawari sharing cara bikin ebook yang kompatibel dengan flash, hingga akhirnya keluaran produk ts berupa multimedia audiovisual dengan berbagai kegunaan dan semoga bermanfaat bagi perkembangan tampilan ilmu medis dan berguna pula bagi sesama. Amin....&lt;br /&gt;Cita dan angan ini mudah-mudahan bersambut ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trims untuk dr. ani sebagai motor awal, dr. edy nasution pak ketua idi, dr. bagyo yang punya gawe, dr. ari ibrahim pioneernya psku, dr. emil pak dekan, dr. abdillah yang mengupayakan akselerasi koneksi, dan tentu para ts yang ikut nimbrung dalam acara sharing ...  dan yang kelupaan nggak disebut sy mohon maaf ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3608128352976832641?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3608128352976832641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3608128352976832641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3608128352976832641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3608128352976832641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/sharing-blog.html' title='sharing Blog'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4514272758852507384</id><published>2006-09-25T01:41:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:19:19.677+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Selamat berpuasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/ramadan2.0.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/320/ramadan2.gif" alt="Selamat Berpuasa" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saudaraku, selamat menunaikan ibadah puasa, teriring do'a semoga mendapatkan limpahan rahmat dan ridho-Nya. Amin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marhaban ya Ramadhan&lt;/span&gt; ... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marhaban ya Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat Datang ...&lt;br /&gt;Bulan nan suci, bulan penuh rahmat, bulan ampunan, bulan pembebasan belenggu ke alpaan.&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Melalui media ini, apabila ada tutur kata yang tak pantas, tingkah laku yang tak layak, kami sekeluarga, mohon maaf yang setulus-tulusnya.&lt;br /&gt;Tiada rasa yang dapat terungkap menyambut bulan suci, selain ungkapan syukur ke hadlirat-Nya.&lt;br /&gt;Semoga pula menjadi awal perbaikan di bulan-bulan sesudahnya ...&lt;br /&gt;Khusus untuk para kerabat, handai taulan di Jogja, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Jember, Trenggalek, Nganjuk dan Blitar ... dan yang terpencar entah dimana ...&lt;br /&gt;Selamat Berpuasa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4514272758852507384?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4514272758852507384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4514272758852507384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4514272758852507384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4514272758852507384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/selamat-berpuasa.html' title='Selamat berpuasa'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-2586650123503504647</id><published>2006-09-24T03:02:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:21:40.694+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Lampu Mati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/listrik.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/listrik.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti biasa, pagi tadi sekitar jam 10.30 sampai 13.30 wita lampu mati. Dan seperti biasa pula, tanpa jadwal dan tanpa pemberitahuan, biasa ... yang beginian bisa terjadi beberapa kali dalam seminggu. Bahkan sejak tanggal 20 september lalu, byar pet, lalu disusul dua hari kemudian, lalu byar pet lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarip naik seolah tak cukup untuk memperbaiki kinerja PLN. Bila telat bayar, tanpa ampun didenda. Entah mengapa hal ini tak pernah tersembuhkan. Konon PLN rugi, ... badala ... rugi apa rugi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tanpa audit terbuka, mana bisa kita percaya ... kalo emang rugi, tutup aja deh, ganti swasta atau yang lain. Entah sampai kapan pula lagu byar-pet ini berakhir.&lt;br /&gt;Byarrrr peeet ... byarrr peeet ... byar ... peeet ...&lt;br /&gt;cak moki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-2586650123503504647?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/2586650123503504647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=2586650123503504647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2586650123503504647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2586650123503504647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/lampu-mati.html' title='Lampu Mati'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3640117843408766339</id><published>2006-09-23T16:46:00.000+08:00</published><updated>2006-11-12T22:21:00.191+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Download 1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Halaman Download&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Silahkan download file di bawah dengan cara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;klik kanan&lt;/span&gt; download, lalu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Save Target As&lt;/span&gt; ... dan simpan di hardisk. Atau dengan menggunakan download manager semisal Download Express atau Download Accelerator Plus dll.&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Software penunjang:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;File flash swf dibuka dengan &lt;a href="http://www.adobe.com/shockwave/download/" target="_blank" title="download macromedia flash player"&gt;macromedia flash player&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.globfx.com/downloads/swfplayer/" target="_blank" title="download swiff player"&gt;swiff player&lt;/a&gt;, sedangkan file pdf dengan &lt;a href="http://www.adobe.com/products/acrobat/readstep2.html" target="_blank" title="download adobe acrobat reader"&gt;adobe acrobat reader&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.foxitsoftware.com/pdf/reader_2/down_reader.htm" target="_blank" title="download foxit reader"&gt;foxit reader&lt;/a&gt; (software ini selain &lt;strong&gt;gratis&lt;/strong&gt;, ukurannya lebih kecil ketimbang adobe acrobat reader, layak dicoba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.adobe.com/shockwave/download/" title="Download Flash Player" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/ikon/shockwaveplayer.gif" alt="Download Flash Plyer" border="0" height="31" hspace="10" vspace="10" width="88" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.globfx.com/downloads/swfplayer/" title="Download Swiff Player" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/ikon/swfplayer.png" alt="Download Swiff Player" border="0" height="32" hspace="10" vspace="10" width="32" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.adobe.com/products/acrobat/readstep2.html" title="Download Adobe Reader" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/ikon/adobereader.gif" alt="Download Adobe Reader" border="0" height="31" hspace="10" vspace="10" width="88" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.foxitsoftware.com/pdf/reader_2/down_reader.htm" title="Download Foxit Reader" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/ikon/foxitreader.gif" alt="Download Foxit Reader" border="0" height="31" hspace="10" vspace="10" width="88" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Flu Burung&lt;/strong&gt;  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="Flu Burung" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/avian.swf" target="_blank" modo="false"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 176 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cor Pulmonale&lt;/strong&gt;  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="cor pulmonale" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/cor_pulmunale.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: pdf  Ukuran: 069 Kb&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kardiovaskuler&lt;/strong&gt; (Hipertensi, Gagal Jantung dan Penyakit jantung koroner)  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="kardiovaskuler" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/kardiovaskuler.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 246 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rumus Rehidrasi&lt;/strong&gt; (by dr Ergia Latifolia)&lt;br /&gt;&lt;a title="rumus rehidrasi" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/rehidrasi.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 176 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemberantasan DBD&lt;/strong&gt; (dr. H. Stefanus Lawuyan MPH)&lt;br /&gt;&lt;a title="pemberantasan dbd" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/stefdbd.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: pdf  Ukuran: 46 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Epidemiologi&lt;/strong&gt; : dari Kolera hingga Avian influenza (dr. H. Stefanus Lawuyan MPH)&lt;br /&gt;&lt;a title="epidemiologi" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/stefepidemiologi.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: pdf  Ukuran: 48 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tabungan Kesehatan Nasional&lt;/strong&gt; (dr. H. Stefanus Lawuyan MPH)&lt;br /&gt;&lt;a title="Tabungan Kesehatan" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/steftabungankes.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: pdf  Ukuran: 48 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Modisco&lt;/strong&gt; ( by: dr. Ani W )&lt;br /&gt;&lt;a title="modisco" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/myfiles/modisco.zip" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: zip  Ukuran: 291 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Diabetes Mellitus&lt;/strong&gt;  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="mengenal diabet" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/swfdm.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 252 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keputihan&lt;/strong&gt; (fluor albus)  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="keputihan" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/swffluor.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 289 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekilas Penyakit Typhus&lt;/strong&gt;  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="sekilas typhus" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/swftyphus.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 234 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sistem Pelayanan Kesehatan Dasar&lt;/strong&gt;  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="yankes dasar" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/yankes.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 156 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sistem Pelayanan Kesehatan Dasar&lt;/strong&gt; (edisi cetak)&lt;br /&gt;&lt;a title="yankes cetak" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/moki_yankesread.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: pdf  Ukuran: 216 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Multimedia&lt;/strong&gt; Audiovisual sebagai Media Penyuluhan  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="multimedia" href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/multimedia.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: pdf  Ukuran: 532 Kb&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Jenis Sakit Kepala&lt;/strong&gt;  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="sakit kepala" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/sakitkepala.swf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 418 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MySQL&lt;/strong&gt; pilihan Rekam Medik  by cakmoki&lt;br /&gt;&lt;a title="MySQL" href="http://www.freewebtown.com/palaran/library/document/files/mysql.pdf" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;  File: swf  Ukuran: 228 Kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya nyusul friends&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3640117843408766339?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3640117843408766339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3640117843408766339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3640117843408766339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3640117843408766339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/10/download-1.html' title='Download 1'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/ikon/th_shockwaveplayer.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-6780484609174399127</id><published>2006-09-18T03:54:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:23:08.302+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><title type='text'>MySQL Pilihan Rekam Medik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/mysql.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/mysql.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sistem informasi kesehatan di negeri ini sering berubah, sejak tahun 1986 saja sudah mengalami banyak perubahan. Kondisi ini sebenarnya tidak sehat dan memunculkan anggapan lama bahwa ganti menteri ganti sistem.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan ketika sebuah Puskesmas baru mulai mengerti sebuah sistem, tak lama kemudian pimpinan Puskesmas dipanggil lagi untuk diperkenalkan sistem yang baru. Anehnya siklus ini berulang dan berulang. Karenanya tidaklah heran bila Puskesmas akhirnya bersikap “monggo kerso” terserah atasan, akibatnya bisa diduga, yakni bentuk RR yang tidak pernah mapan dan bisa-bisa diragukan validitasnya. Inilah sebenarnya yang harus dibenahi secara serius, bukan melulu otak-atik di atas meja. Contoh mutakhir adalah ketidak mampuan kita membiasakan diri mencatat LB 1 dengan ICD. Betapa naifnya bila di sebuah Puskesmas. yang muncul di jajaran penyakit terbanyak ada penyakit lain-lain. Kendala besar sistem informasi kesehatan bisa diatasi dengan penyusunan sistem yang lengkap tapi mudah dan yang lebih penting lagi dapat dipakai 10 tahun ke depan. Kalaupun ada perubahan terkait kondisi global, masih fleksibel untuk diadakan update tanpa melakukan perombakan.&lt;br /&gt;Karena itulah, yang diperlukan adalah komitmen khususnya di Puskesmas untuk memperbaikinya(tidak harus menggunakan dana besar dan konsultan dari pusat yang hanya merepotkan dan sering gagal). Pun harus sejalan pula dengan Pusat agar tidak lagi doyan gonta-ganti sistem yang sebenarnya tidak jauh beda dengan yang sudah-sudah.&lt;br /&gt;Salah satu pilihan Rekam Medik yang mungkin cocok untuk institusi layanan kesehatan adalah MySQL, selain karena fleksibilitasnya, kehandalannya juga tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;Lebih lengkap tentang Pokok-pokok pikiran penggunaan MySQL sebagai piranti Rekam Medik yang fleksibel, silahkan klik kanan &lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/mysql.pdf"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; lalu pilih Save Target As ... makalahnya dalam format pdf.&lt;br /&gt;cak moki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-6780484609174399127?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/6780484609174399127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=6780484609174399127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6780484609174399127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6780484609174399127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/mysql-pilihan-rekam-medik.html' title='MySQL Pilihan Rekam Medik'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5064583090398729894</id><published>2006-09-17T03:58:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:25:07.619+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><title type='text'>Multimedia Audiovisual sebagai Media Penyuluhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/lcd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/lcd.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika kita dari jajaran kesehatan mungkin pernah menyaksikan tayangan di televisi berupa animasi lucu dalam menyampaikan pesan atau hanya sekedar hiburan, film kartun atau bahkan iklan. Mungkin pula sudah terpikir di benak kita, betapa piawainya si pembuat animasi hingga banyak peminat mulai anak-anak sampai orang tua. Tanpa sadar kita telah ikut dalam alur dan pola pikir animasi tersebut sehingga kita ingat akan sesuatu dalam scene, sebagian ataupun seluruhnya.  Tanpa sadar pula sesungguhnya kita telah memasuki “dunia” si pembuat animasi atau produsen yang memesannya. Intinya sebuah instituasi telah menjual “produk” nya melalui multimedia audiovisual dengan harapan dapat menangguk keuntungan. Institusi profit tentu ukurannya adalah angka jual produk yang ditawarkannya melalui “pesan” animasi audiovisual.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konon harga animasi scene pendek berdurasi sekitar beberapa detik menurut salah satu media berkisar antara 10 - 15 juta.&lt;br /&gt;Dalam hal ini yang dimaksud adalah “animasi flash“ yang pada tayangannya bisa dikonversi menjadi film berformat avi, wma, dvd atau lainnya.&lt;br /&gt;Tidakkah kita terpikir, betapa hebatnya seorang flash designer yang melalui karyanya dapat mempengaruhi orang banyak, demikian pula kehebatan seorang marketing yang hanya dengan modal sekitar 10-15 juta plus biaya siar mampu memperoleh keuntungan finansial.&lt;br /&gt;Melihat gambaran di atas sudah saatnya jajaran kesehatan memulai multimedia sebagai salah satu media “penyuluhan” audiovisual di puskesmas-puskesmas.&lt;br /&gt;Terlepas dari berbagai kesulitan yang bakal dihadapi, apa salahnya mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel lengkap dalam format pdf, silahkan klik kanan &lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/multimedia.pdf"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , lalu pilih Save Target As...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5064583090398729894?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5064583090398729894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5064583090398729894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5064583090398729894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5064583090398729894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/multimedia-audiovisual-sebagai-media.html' title='Multimedia Audiovisual sebagai Media Penyuluhan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-7330173679167172160</id><published>2006-09-16T04:00:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:26:52.155+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Pelayanan Kesehatan Dasar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/01prw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/01prw.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lima puluh menit dari 7.30-8.20, seolah menjadi rentang waktu "spesial" saat memberi materi kuliah Sistem Pelyanan Kesehatan Dasar, bagi mahasiswa PSKU Unmul, yang merupakan bagian dari Manajemen Kesehatan. Ada dua hal menarik pada pertemuan pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, gambaran kondisi riil layanan kesehatan, terkait dengan mutu pelayanan di Puskesmas. Ketika brain storming tentang topik di atas, mahasiswa memberi gambaran beragam yang memang benar-benar terjadi di kebanyakan Puskesmas dan layanan kesehatan pada umumnya. Kalimat singkat yang muncul adalah:&lt;br /&gt;Petugas tidak ramah,  kebanyakan penderita tidak diperiksa, obat terbatas, laboratorium sangat minim, kotor, kumuh, dan masih banyak yang sejenis. Ungkapan tentang kondisi di atas sudah tentu "amat jauh" dari ukuran layanan bermutu. Inipun dilihat hanya dari segi Kuratif, belum menyentuh layanan lain yang komprehensif, semisal Promotif, Preventif dan Rehabilitatif. Memang ada upaya dari Depkes untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar, yakni dengan diluncurkannya Program Quality Assurance (Jaminan Mutu) dan berlanjut ke Pemecahan Masalah Kompleks (Complex Problem) sejak sekitar tahun 1995- 1996. Program tersebut dibiayai olen bantuan (hutang) Bank Dunia yang makan biaya besar. Menurut hemat saya program tersebut gagal. Lebih-lebih bila dibandingkan dengan biaya yang konon amat besar dan isi dari program itu sendiri. Kala itu parameternya adalah penanganan kasus Pnemonia, Diare dan persentase suntikan pada kasus-kasus neuromuskuler. Kronologi dari lahirnya QA juga masih menyimpan misteri. Konon ketika ada bantuan (hutang) Bank Dunia tahun 1995-1996, departemen-departemen sibuk membuat program agar mendapatkan bagian "kue" dari Bank Dunia tersebut. Bisa ditebak apa yang terjadi, yakni lahirnya program yang "dibuat-buat". Mengapa penulis berpendapat demikian ? Mari kita urai sedikit isi QA. Salah satu unggulan isi QA adalah penatalaksanaan kasus pnemonia. Setiap kasus dengan panas dan atau batuk pilek, tidak boleh diberi antibiotika kecuali ada tanda pnemonia, karena sebagian besar disebabkan virus yang rata-rata sembuh sendiri. Bayangkan, yang beginian ini pelatihannya makan waktu sampai seminggu. Materinya hanya pengenalan kasus pnemonia, cara diagnosa dengan ukuran retraksi, hitung napas dan penyulitnya, serta penatalaksanaanya (jenis, dosis dan lama pemberian obat, termasuk evaluasinya 2 hari kemudian). Bila baca sendiri paling banyak makan waktu hanya 2 jam, itupun sudah di buku-buku yang lengkap. Boleh dikata QA yang heboh tersebut hanyalah menyentuh sedikit aspek teknis medis, belum mengarah kepada tatanan layanan kesehatan yang komprehensif. Sebenarnya, panduan penatalaksanaan berbagai kasus penyakit sudah termuat lengkap dalam Panduan Kerja Puskesmas jilid I-IV tahun 1984 lalu diperbarui tahun 1990-1991. Mungkin depkes sudah lupa dengan buah karyanya sendiri. Jadi Program QA sesungguhnya hanyalah mengulang salah satu panduan dengan dana yang konon sangat besar. Benar tidaknya isu bagi "kue" , wallahualam. Hal menarik lain dalam layanan kesehatan adalah gambaran berikut: seorang anak dibawa ibunya berobat, setelah ditanya keluhannya, petugas kita (dokter atau paramedis) memberi resep untuk mengambil obat di kamar obat. Seringkali tidak diperiksa, bahkan tidak tahu berat badannya, tapi anehnya muncul resep antibiotika. Darimana menentukan dosisnya ? Nah, itulah sebagian kecil potret layanan kesehatan kita. Apakah bermutu? No.&lt;br /&gt;Lebih jauh tentang mutu pelayanan kesehatan, akan dimuat secara khusus pada posting berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, para mahasiswa tampaknya lebih tertarik pada tampilan materi kuliah daripada isi kuliahnya, semoga aja ngga demikian. Pagi tadi sengaja menggunakan cd yang berjalan autorun, menampilkan intro standalone dengan efek transisi diagonal curling of page unrolling. Lalu link ke halaman navigasi yang berisi menu menuju link-link lainnya. Maklum menurut adik-adik mahasiswa, belum pernah mendapatkan materi kuliah dengan format Flash yang berinteraksi dengan program multimedia lainnya. Katanya sih selama ini pakai powerpoint atau power point show. Sudah bagus sebenarnya daripada pakai OHP, tapi namanya kawula muda wajar saja menginginkan hal baru yang lebih interaktif. Lebih-lebih ketika di akhir kuliah ditampilkan bonus slideshow dan bonus medical review dalam format flash, seru deh. Memang, flash adalah salah satu format multimedia audiovisual yang banyak digemari dan diakui keunggulannya. Selain ukuran file yang relatif kecil dibandingkan program sejenis, interaksi dan kompatibilasnya dengan program lain tergolong handal. Enaknya lagi, dalam kemasan cd bisa diisi dengan materi kuliah edisi cetak dalam format pdf atau word, sehingga mahasiswa tinggal cetak. So hemat waktu karena tidak perlu lagi banyak mencatat, kecuali hal-hal yang dianggap penting. Sejujurnya, mahasiswa lain di beberapa perguruan tinggi sudah sangat friendly dengan flash, adobe photoshop dll, bahkan sudah ada pula yang mendapatkan manfaat darinya berupa orderan iklan, baliho, sablon kaos dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Dalam hal tampilan presentasi materi kuliah, mungkin memang sudah saatnya para dosen di semua perguruan tinggi memanfaatkan teknologi informasi untuk proses belajar mengajar. Yang belum punya LCD proyektor ngga usah kecil hati, mengingat LCD sudah bisa dijangkau dengan harga di bawah 10 juta, itupun sudah wide-screen. Yang sudah punya tinggal mengoptimalkannya. Hal ini penting sebagai jawaban tuntutan jaman, efisiensi waktu gitu loh... Oya kalo untuk membuatnya, nggak perlu anggaran karena tutorial sudah menjamur di internet dan gratis ... penulis sendiri berencana mensosialkan flash, ebook dan web blog kepada temen-temen dosen sebagai penunjang proses belajar mengajar. Alhamdulillah, dari omong-omong informal, tampaknya gayung bersambut dan pak PD II berencana menggelar semacam latihan untuk para dosen sehabis lebaran nanti. Konsekwensinya, penulis harus siap menjadi semacam mentor, ... sharing sedikit pengetahuan, dan semoga bisa terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi kuliah sistem pelayanan kesehatan dasar, silahkan klik download file di bawah:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/yankes.swf"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; : format swf 155 kb&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/moki_yankesread.pdf"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; : format pdf 215 kb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-7330173679167172160?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/7330173679167172160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=7330173679167172160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7330173679167172160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7330173679167172160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/pelayanan-kesehatan-dasar.html' title='Pelayanan Kesehatan Dasar'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8076229969561175882</id><published>2006-09-04T04:04:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:28:10.871+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Ngrumpi Pengobatan Gratis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/issue.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/issue.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ngrumpi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lagi&lt;/span&gt; ... Setelah menyelesaikan diktat untuk pegangan materi kuliah mahasiswa, selepas maghrib keluar menghadiri acara pengantin lalu mampir ke temen-temen di ugd rawat inap. Ngrumpi pun langsung digelar. Apalagi kalo bukan hiruk pikuk dan isue-isue yang berkembang di balik pelaksanaan pengobatan gratis tingkat pertama di kota kami. Sebagai lanjutan health issues sebelumnya, pengobatan gratis yang dimulakan 15 mei 2006 lalu diusung pemkot hasil "kerjasama" dengan askes senilai 18 m (milyar) untuk melayani 300 penduduk yang belum tertanggung plus "kata manis" santunan melahirkan untuk anak pertama dan kedua plus santunan kematian wajar. Topik ngrumpi pertama adalah berita koran yang menyebutkan rencana perawatan rawat inap gratis kelas III. Mengapa kru rawat inap tergopoh? Tentu, karena mereka melakukan swakelola untuk pengadaan obat dan penunjang medis semisal infus set, cairan infus dll. Ketika menjelang buka di awal 2004, nyaris tak ada yang peduli dengan persiapan teknis medisnya, anjurannya memakai obat rutin puskesmas termasuk cairan infus yang apa adanya, tapi petinggi kota dan beberapa pihak selalu teriak (juga di koran) mengapa tidak segera operasional. Penulis yang ketika itu jadi pimpinan sebenarnya agak kesal juga, bagaimana mungkin akan mengoperasionalkan tempat perawatan orang sakit bermodalkan gedung dan tempat tidur doang...emangnya seperti jembatan yang habis diresmikan langsung bisa dilewati. Lha orang sakit apa cukup ditiup-tiup aja? Walhasil ketika itu  obat dan penunjang medis beli sendiri, sebagian bawa dari rumah bersama dr. Lia yang rela bawa obat pribadi untuk rawat inap. Nah kini setelah dana berkembang, laboratorium mapan, manuver obok-obok mulai mengincar rawat inap. Padahal rawat inap ditujukan untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan yang berkualitas, bukan saja menurut standar depkes yang berwujud angka phlebitis, angka decubitus dll, tapi juga memakai parameter publik berdasarkan hasil sounding di masyarakat. Ukuran bermutu untuk warga sebenarnya sederhana, yakni: ramah, komunikatif, transfer ilmu, murah, cepat dan segera sembuh. Bentuk respon kami adalah dibuatnya protap (sop) dalam kemasan cd multimedia, berisi protap perawatan medis dalam format flash, ebook dan edisi baca pdf untuk review para petugas. Protap wajib hukumnya sebagai perlindungan terhadap penderita maupun institusi dengan referensi terkini. Jadi maksudnya tindakan medis tidak berdasarkan selera dokter tapi benar-benar referensif. Yang kami khawatirkan ketika masih bertugas adalah "tidak dipakainya protap" oleh para penerus, padahal harapannya para dokter penerus kami dapat melengkapinya, bukan malah "sesuai selera". Selain itu sesuai amanat perundangan yang mengatur tentang audit medis, kami juga sudah melakukannya walau dalam skala kecil. Demikian pula dengan medical review, monitor dan evaluasi penderita pra-visite hingga pasca-visite selalu diadakan diskusi dengan kru yang bertugas. Penjelasan detail tentang penyakit kepada penderita dan atau keluarganya juga sudah berjalan. Itulah upaya kami dalam menerjemahkan "pelayanan bermutu". Obat dan penunajng medis juga kami pilihkan yang baik dengan harga di bawah HNA plus keuntungan sekitar 15% agar dapat dijangkau sekaligus mendapatkan layanan yang baik. Cairan juga kami pilihkan produk terbaik dengan varian lumayan lengkap, semisal RD-5, Asering, KaEn dll. Penderita memang tidak mengerti pilihan-pilihan tersebut, mereka tahunya diinfus entah apa yang diinfuskan. Seandainya diberi infus apa adanyapun penderita tidak tahu, yang penting netes, tapi apakah itu bisa dikatakan layanan bermutu? No friends, this is bo'ong-bo'ongan, tegakah? Bayangkan kalo pakai sistem droping, bisa jadi saat musim DBD dikirim NaCL, pas musim diare infus kurang dan harus minta dengan prosedur berbelit...wah. Itulah alasan yang melatar belakangi swakelola. Dan lagi Dinkes plus Pemkot ngga usah repot lagi mikiran permintaan obat-obatan dan cairan serta penunjangnya, toh yang dapat droping masih lebih mahal dari kami. So dimana yang salah ? Jawabannya adalah: main-main. Artinya, semisal belanja 5 juta minta ditulis kwitansi 8 juta kepada penjual...wah yang ini sudah terkenal di kalangan distributor obat sebagai bentuk permainan "inner cycle" di jajaran institusi kesehatan pemerintah. Mau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bermutu&lt;/span&gt;? ... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;impossible&lt;/span&gt; friends.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Issue kedua adalah ngrumpi soal dampak program pengobatan gratis buah "kerjasama". Lagi-lagi kami hanya bisa geleng kepala ? Betapa tidak, para petinggi kota ini entah main-main atau tidak mengerti. Lha dananya 18 m. Padahal kami hitung ngga ada separonya, sudah bisa memberikan layanan kepada lebih sejuta orang dalam setahun, tidak ada pemabatasan dan tanpa kartu-kartuan. Anehnya para petinggi kota juga "tergiur" dengan manuver askes yang mengatakan "kerjasama" tersebut dapat mencapai samarinda sehat 2008. Gimana ya...mau disebut kumpulan orang pandai kok terlalu mahal, dikatakan tidak pandai wong gelarnya udah berjubel. Mau dikatakan main-main...mungkin saja, dan insya Allah benar adanya. Mari kita renungkan, hingga kini kota kami belum pernah terdengar mempunyai renstra bidang kesehatan, pun RPJMD bidang kesehatan yang lima tahunan. Ada sih standar pelayanan minimal yang berisi persen-persen itu sebagai parameter tahunan. Tapi jenjang tiap tahunnya niscaya tanda tanya. Mau menuju samarinda sehat 2008 ? Maaf, sekali lagi nonsen, karena hingga kini belum pernah ada dokumen tertulis di puskesmas-puskesmas sebagai garda terdepan tentang renstra mulai dari kerangka masukan-proses-hasil antara-out put-sampai out come. So bagaimana mengukurnya? Dari insidens rate DBD saja niscaya tahun 2008 masih tinggi dan mungkin malah naik tiap tahunnya. Coba tanya petinggi kesehatan di kota kami, berapa sih parameter indonesia sehat 2010 untuk insidens rate DBD? Plus indikator yang lain, hayo....&lt;br /&gt;Kembali ke isu dampak pengobatan gratis. Di koran disebutkan masyarakat senang, itu saja. Bagaimana bisa maju bung, kalo ukurannya cuman perasaan doang. Kata GRATIS tentu membuat orang senang, demikian pula ukuran simpel dengan mewawancarai pasien yang menanyakan "berobat gratis"...jawabnya "sangat bermanfaat". Nun di balik itu ada hal penting yang dilupakan padahal sering di-jargon-kan. Apa gerangan? PELAYANAN BERMUTU. Kenyataan berbicara, demi mengejar kuota kunjungan yang makin banyak makin membuat tambahan penghasilan petugas Puskesmas sekitar 200 ribu hingga 800 ribu perbulan, tak pelak justru menciptakan kondisi layanan yang amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, memicu petugas untuk membuat agar kunjungan banyak, akal-akalanpun dimungkinkan, diantaranya menambah jumlah kunjungan (maklum, catatannya manual), lalu pasien tertentu yang mestinya mendapat obat seminggu dibuat 3 hari supaya kembali dan dihitung kunjungan lagi, yang mestinya 3 hari menjadi 2 hari. Seorang pasien berkata:"saya dulu penyakit jamur kulit diberi obat 10 hari, sekarang hanya 3 hari, ojeknya menjadi 3 kali, mending bayar". Hal-hal non teknis semacam ini selalu luput dari perhatian, maklumlah, kan para petinggi kota mendapatkan laporan gaya abs dari pejabat yang juga "tidak pernah bersentuhan" dengan penderita, kecuali laporan di atas kertas. Ini belum bicara kualitas obat, dan berapa anggarannya. Belum juga bicara aspek teknis medis. Harap diingat, perut penderita BUKAN TEMPAT PENIMBUNAN OBAT. Sesuai kaidah ilmu kedokteran, pemberian medikamentosa harus mengacu kepada tatalaksana medis yang sudah baku, bukan main-main demi mengejar kunjungan yang berujung mengincar kompensasi. Penderita adalah insan luhur yang wajib dihormati, jangan mentang-mentang gratis lalu seenaknya memperlakukan mereka. Memang para penderita "tidak tahu" apakah obat yang diberikan sudah tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian dan aman untuk jangka waktu lama. Mereka seolah hanyalah obyek layaknya anak-anak dihadiahi mainan gratis. Senang....tapi tanpa tahu hak-haknya. Bertanyapun bisa jadi malah dapat omelan atau bentakan, mungkin pula yang ditanya juga ngga tahu jawabannya. Puskesmas-puskesmas yang tidak pernah mengadakan medical review, niscaya tindakan medis yang diberikan hanyalah rutinitas semata. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermutu&lt;/span&gt;? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Impossible&lt;/span&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, adalah dampak non teknis. Mau tahu obrolan ringan para petugas di berbagai Puskesmas di kota ini? mereka dengan bangganya memamerkan pendapatan tambahan sekitar 200 ribu hingga 800 ribu per bulan sebagai "buah kerjasama" yang konon dilandasi niat luhur. Bila memang berniat luhur dan para petinggi kota bisa menilai secara jujur, obyektif dan detail, tentu "kerjasama" DIHENTIKAN. Gratis is oke, mulia dan insya Allah berpahala, tapi syarat dan rukunnya serta sunnah-sunnahnya wajib dipenuhi. Apa sih untungnya kerjasama yang nyata-nyata berorientasi "profit market" ? Apa pula susahnya memarkir dana sebesar itu di pemkot? Toh kalo lebih (dan memang lebih) bisa sebagai resource, bahkan kalo memang berniat tulus and luhur dapat dipakai memodernisasi puskesmas agar menjadi tempat layanan yang representatif sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan kepada warganya. Apa pula susahnya bekerja serius? Kesalahan sistem sudah terlontar, walau belum mengakar memperbaikinya pasti sulit. Karena efek samping sistem "kerjasama" tersebut disadari atau tidak telah menciptakan sebagian insan Puskesmas yang bermata duitan tanpa mengindahkan lagi etika dan esensi layanan medis yang benar. Mungkin tidak semua, tapi yang sedikit cepat menular bak penyebaran diare di musim kemarau. Menanggapi kondisi semrawut ini tidak cukup hanya dengan semburan argumen. Kita tidak tahu, bagaimana bila nanti terjadi pergantian kepala daerah, tentu sang pengganti menjadi rikuh, lebih-lebih yang mengerti esensi layanan kesehatan. Mau merubah, takut dinilai tidak populer, mau meneruskan...ternyata lebih banyak mudharatnya...(tapi duitnya banyak lho)...&lt;br /&gt;Akhirnya mari merancang pembangunan kesehatan untuk kota tercinta ini dengan sungguh-sungguh, terencana, dengan harapan memberi manfaat kepada sesama. Tidak dengan manajemen "reaktif" mirip trial and error, tapi dengan manajemen "kreatif" yang berwawasan jauh dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Kepada para pejabat kesehatan dati II, maaf...ada baiknya mengkaji ulang SKN, Renstra Bidang Kesehatan Nasional, Indikator Indonesia Sehat 2010, SPM dan Audit Medis sehingga diharapkan berani memberikan masukan yang benar kepada kepala daerah. Nggak usah takut dicopot, karena kebenaran lebih mahal harganya daripada jabatan.&lt;br /&gt;cak moki&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8076229969561175882?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8076229969561175882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8076229969561175882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8076229969561175882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8076229969561175882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/ngrumpi-pengobatan-gratis.html' title='Ngrumpi Pengobatan Gratis'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8601522921631237890</id><published>2006-08-23T04:47:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:42:30.317+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Nengok Bunda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/lily.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/lily.jpg" alt="Do'a untuk Bunda" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamis, 17 Agustus 2006, kami mudik ke Jember nengok bunda. Pagi selepas subuh berangkat dari rumah ke Balikpapan lalu ke Surabaya, sorenya langsung ke Jember. Beruntung jalan tol Waru-Gempol dibuka setelah sekian hari tutup menyusul jebolnya tanggul penahan lumpur panas luapan Lapindo. Esoknya nenok ibunda yang lemah terbaring di salah satu ruang paviliun RSUD dr Subandi Jember. Sejak 5 tahun terakhir ini beliau memang sering sakit, berat badan menurun, kondisi melemah. Ketika pergi haji 2 tahun lalu beliau nampak sehat, pun ketika pulang dari menunaikan ibadah haji, benar-benar karunia Tuhan yang tak ternilai mengingat dalam kesehariannya kondisi fisik bunda sebetulnya lemah. Trenyuh hati ini menyaksikan beliau seolah tanpa daya. Setelah beberapa hari dirawat oleh para spesialis, kondisi bunda berangsur membaik, makanan yang tersaji dapat dihabiskan dan sudah mulai bisa cerita-cerita. Selasa, 22 Agustus 2006 sore bunda diijinkan pulang untuk menjalani perawatan lanjutan di rumah, Kadang suhu tubuh masih naik turun, dan masih lemah.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Ya Tuhan kami, berilah kesembuhan kepada ibunda tercinta.&lt;/blockquote&gt; Rabo, 23 agustus 2006 kami balik ke Samarinda, dan perawatan bunda dilakukan oleh adik-adik didampingi perawat yang datang ke rumah 2 kali sehari. Bunda, semoga cepat sembuh...bercengkerama lagi dengan para kemenakan kecil yang biasanya ramai berceloteh di rumah bunda....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8601522921631237890?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8601522921631237890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8601522921631237890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8601522921631237890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8601522921631237890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/nengok-bunda.html' title='Nengok Bunda'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-691677411219331352</id><published>2006-08-15T04:45:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:43:29.154+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>eksploitasi layanan kesehatan dasar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/stethoscope.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/stethoscope.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi-pagi ada tilpon dari ts mengabarkan bahwa Rawat Inap yang nota bene pengadaan obat dan penunjang medisnya "swakelola" akan dirambah oleh jaring askes. Sebenarnya sejak dulu saat saya masih jadi pimpinan puskesmas rawat inap, yang beginian pernah ditolak. Baru 10 hari yang lalu serah terima, rupanya askes sudah "kebelet" mencari keuntungan dari layanan rawat inap tentu dengan argumen "supermanis". Maklum saat saya masih jadi pimpinan, upaya mereka atau pihak lain yang sejenis selalu ditolak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa teman sejawat pernah bertanya:"mengapa tidak mau kerja sama?".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jawabannya teramat panjang, namun singkatnya "layanan pengobatan haruslah diberikan secara optimal", maksudnya jikalau seseorang memerlukan layanan jenis A maka sedapat mungkin diberikan layanan A, bukan diakali dengan memberi layanan "A minus", lalu minusnya tadi dijadikan cost sebagai laba. Harap diingat ketika seseorang menyandang gelar dokter dan disumpah, maka dibaca pula kode etik kedokteran dengan "saksi" kitab suci, yang salah satu itemnya (no 12) menyebutkan bahwa kepentingan penderita harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;Tapi wong hanya sumpah, siapapun bisa melanggar dengan berbagai dalih dan argumen yang bisa dimasuk-masukkan akal. Saat ini argumen paling populer adalah "demi kepentingan rakyat". Padahal pelajaran yang kita dapat secara nyata dan sedang berlangsung saat ini, demi rakyat yang beberapa tahun lalu didengungkan tak lebih hanya menimbulkan masa sulit, listrik naik (tapi sering mati), air naik, bbm naik, otomatis semua ikutan naik. Mata pencaharian rakyat juga makin sulit, pabrik tutup, phk dan lain lain. Reaksi kebijakan yang muncul sebatas reaksi doang, bukan menuntaskan akar permasalahan. So siklus ini berulang dan berulang.&lt;br /&gt;Pun demikian dengan layanan kesehatan, layanan ini begitu banyak celah untuk dipermainkan dengan argumen kata sakti "demi rakyat". Sayangnya kebanyakan masyarakat kita juga senang dengan kata sakti tersebut, dan boleh dibilang tidak tahu atau tidak mau tahu tentang untung ruginya sebuah kebijakan bagi mereka, lebih jauh lagi mereka tidak pernah tahu ada apa di balik sebuah kebijakan, sumber dananya dari mana, peruntukannya apa saja dan bagaimana perhitungan serta pertanggung jawabannya. Rakyat kita tak lebih masih sebagai "obyek" yang tidak mempunyai hak apapun, hanya menerima kebijakan doang.&lt;br /&gt;Padahal layanan kesehatan oleh pemerintah daerah untuk rakyat, bila memang serius tidak perlu dilimpahkan kepada pihak lain. Pemerintah Daerah dapat melakukannya sendiri melalui institusi teknis, hingga alur layanan berjalan vertikal tanpa ada belokan. Mungkin Pemerintah daerah "tidak mau repot" dus melimpahkannya kepada pihak lain, atau mungkinkah ada sesuatu ? Mari kita sedikit berhitung. Ketika biaya layanan kesehatan dasar ditanggung semua oleh Pemerintah Daerah dengan alokasi dana "sekian milyar", maka bila dikelola sendiri dan ada dana sisa setelah akhir anggaran, dana sisa dapat dijadikan resource atau untuk meningkatkan mutu layanan semisal modernisasi peralatan penunjang diagnostik dan memperbaiki infrastruktur fisik tempat layanan.&lt;br /&gt;Berbeda ketika diberikan kepada pihak lain, bila ada sisa dana maka dianggap habislah alokasi anggaran dan kita tidak pernah tahu kemana sisa tersebut. Kalo kurang pihak pengelola akan minta tambahan kepada Pemerintah Daerah, dan kondisi ini akan berulang setiap tahunnya. Di depan DPRD, Pemerintah Daerah dengan ringan akan mengatakan bahwa pengelolaan layanan kesehatan sudah diserahkan kepada pihak ketiga, sesuai aturan dan "tidak ada keluhan masyarakat". Keluhan? Tentu tidak ada yang teknis kecuali keluhan layanan, karena masyarakat kita tidak pernah tahu seberapa besar layanan medis yang mestinya mereka dapatkan, termasuk jenis dan jumlah obat yang mestinya berhak mereka dapatkan. Sebagai contoh, seorang anak penderita diare mendapatkan sirup anti diare di bawah mutu obat sebelumnya setelah gratisan. Sebenarnya penderita berhak menanyakan layanan medis yang diterimanya, bukan hanya sebagai orang sakit yang menjadi pesakitan. &lt;br /&gt;Jadi rakyat tidak usah bermimpi mendapatkan layanan berkualitas selama pengelolaan layanan kesehatan dasar masih diberikan kepada pihak ketiga yang notabene mengambil keuntungan dari situ. Karena sebagian dana layanan tersebut dipakai untuk berbagai hal di luar biaya layanan medis yang sesungguhnya. Di lain pihak, semua orang mestinya mafhum pihak pengelola (pihak ketiga) mengambil keuntungan dari situ, tentu dengan pembatasan-pembatasan agar tidak rugi. Pembatasan dimasud semisal jumlah dan siapa saja yang boleh berobat dan sebagainya. Kalau tidak, darimana mereka dapat insentif ? Dalam alokasi mata anggaran, bentuk "proyek" tersebut bisa jadi dimasukkan dalam item Anggaran Kesehatan Daerah, keluaran APBD berupa angka yang luar biasa besar. Aksesnya ? Jangan kaget saudaraku, tempat layanan bakalan masih seperti dulu, penunjang diagnostik juga masih kuno seperti dulu, serba apa adanya dan sumpeknya juga masih tetap seperti dulu.&lt;br /&gt;Pihak di luar medis tidak pernah tahu jeroan layanan kesehatan, yang diketahui kebanyakan sebatas kulit dan jargonnya saja. Hal ini dapat dimaklumi mengingat layanan kesehatan bersifat spesifik, individual dan cenderung tertutup. Wajarlah bila kebijakan layanan kesehatan oleh pihak ketiga semacam ini masih dianggap membawa manfaat bagi rakyat karena memang belum mengetahui seluk beluk belantara layanan kesehatan.&lt;br /&gt;Menilik untung rugi antara pengelolaan layanan kesehatan oleh pemerintah daerah dan pihak ketiga, masihkah kita mengamini dengan meneruskannya? Siapa yang wajib mengingatkan? Apakah DPRD sudah mengkajinya secara mendalam atau hanya mengundang dan mendengarkan instansi teknis? Bila langkah tersebut dilakukan tentu masih jauh dari cukup, diperlukan buka-bukaan jeroan dan angka-angka riil semua item mata anggaran yang memerlukan informasi detail dari unsur penunjang layanan kesehatan.&lt;br /&gt;Tanpa itupun sebenarnya Pemerintah Daerah dan DPRD sudah bisa menganalisa data dengan komperasi visite rate dan biaya yang dikeluarkan 3 atau 5 tahun terakhir. Bila hal ini dilakukan niscaya DPRD tidak akan pernah menyetujui pengelolaan layanan kesehatan oleh pihak ketiga dan akan menghentikannya di tengah jalan.&lt;br /&gt;So kita lihat perjalanan kebijakan layanan kesehatan dasar di Samarinda ini, memakai jalan berliku ataukah kembali berniat di alur &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sirothol mustaqim&lt;/span&gt; ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-691677411219331352?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/691677411219331352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=691677411219331352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/691677411219331352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/691677411219331352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/eksploitasi-layanan-kesehatan-dasar.html' title='eksploitasi layanan kesehatan dasar'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3538870217098606650</id><published>2006-08-11T04:42:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:46:33.386+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Bencana (lagi) lumpur panas Porong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/lumpurbp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/lumpurbp.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lagi-lagi episode meluasnya semburan lumpur panas di Porong Sidoarjo Jawa Timur berlanjut. Dua bulan sudah lumpur panas menggenangi area pemukiman warga dan entah kapan berakhir. Kamis sore 10 Agustus 2006 kita disuguhi berita jebolnya lumpur panas di Porong. Sontak warga panik. Bayangkan, mata pencaharian di sawah hilang, harta benda tak terhitung, anak-anak tidak bisa sekolah, surat-surat berharga lenyap.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Lagi-lagi pemerintah masih memakai jurus kata sakti menanganinya dengan ungkapan : "akan".... akan dan akan, yang dahulu di "akan" kan belum terealisasi, derita saudara kita di Porong masih jua diberi bantuan berbentuk "akan".&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Semoga "akan" kali ini terealisasi...yang pasti masa depan saudara kita korban bencana lumpur panas menjadi "tidak pasti"....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3538870217098606650?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3538870217098606650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3538870217098606650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3538870217098606650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3538870217098606650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/bencana-lagi-lumpur-panas-porong.html' title='Bencana (lagi) lumpur panas Porong'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-7005715054984758092</id><published>2006-08-08T04:38:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:48:43.711+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Friends'/><title type='text'>Reuni FK Unair 78</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/mokdkk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/mokdkk.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rencananya antara tanggal 17-19 Agustus ini kami mau reuni seperti tahun sebelumnya, tapi agak seret setelah melihat kalender ternyata liburnya nyambung panjang mulai kamis sampai senin ...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakalan gagal acara kangen-kangenan ama ts.&lt;br /&gt;Maklum kebanyakan spesialis yang sibuk sehingga libur beginian mungkin amat berharga bagi temen-2 yang kesehariannya amat jarang ketemu keluarga.&lt;br /&gt;Makanya jangan nyari duit melulu friends ...hehehe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-7005715054984758092?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/7005715054984758092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=7005715054984758092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7005715054984758092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7005715054984758092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/reuni-fk-unair-78.html' title='Reuni FK Unair 78'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4726980050841268715</id><published>2006-08-07T04:32:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:56:04.040+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Dapat Patin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/patin.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/patin.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjelang tengah malam tadi kami berdua mancing di buritan kapal-kapal kecil yang sedang labuh di tepian Mahakam. Sebenarnya tidak ada rencana matang, hanya peginya kami sms-an mengabarkan sudah pesan udang untuk umpan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau tanpa persiapan matang, jam 22.oo wita kami berangkat juga, 5 menit kemudian sudah nongkrong memajang joran dan memegangi gulungan pancing.&lt;br /&gt;Sekitar 15 menit saya sudah dapat ekstra berupa 2 ekor ikan otek. Sedangkan teman saya pak Da'in masih asyik menekuni tali pancing sambil merokok.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Eh baru sekitar 45 menit, pak Da'in menghentak tali pancing ukuran 60 Lb sembari berguman:"... nyantol ikan patin nih kayaknya ...".&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Benar juga tarik ulur terjadi sekitar 20 menit sebelum si patin kelelahan dan akhirnya terangkat. Luar biasa, walau tidak sebesar seminggu sebelumnya, patin sepanjang 3 jengkal menjadi hiburan kami di tengah malam. Kami nggak meneruskan mancing, langsung pulang meninggalkan tepian sungai yang sebenarnya masih ada kans untuk dapat lagi mengingat hentakan-hentakan kecil terasa di pancing kami.&lt;br /&gt;Minggu depan or 2 minggu lagi sepertinya kami harus berangkat lebih awal dengan persiapan matang tentunya, tidak seperti tadi yang bawa umpan dan peralatan seadanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4726980050841268715?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4726980050841268715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4726980050841268715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4726980050841268715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4726980050841268715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/dapat-patin.html' title='Dapat Patin'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-9023162117237200811</id><published>2006-08-07T04:24:00.000+08:00</published><updated>2006-11-13T02:17:52.638+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Beukenhoff Garden</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/j_romb.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/j_romb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh-oleh dari utara jogja saat cuti juli 2006 lalu, tepatnya di peristirahatan beukenhoff nan dingin dan sejuk. Mejeng sambil menikmati udara segar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;Tadinya nggak ada rencana, karena ada kabar area tersebut ditutup akibat semburan Merapi.&lt;br /&gt;Makanan khas eropa dengan bulatan kentang rebus, ayam separo, sayur mayur segar dan tentu sambal .... wooowww nikmatnya...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-9023162117237200811?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/9023162117237200811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=9023162117237200811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/9023162117237200811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/9023162117237200811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/beukenhoff-garden.html' title='Beukenhoff Garden'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5156526452907344809</id><published>2006-08-06T11:22:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T17:59:08.330+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Latihan MySQL Ketiga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu siang menjelang tengah hari di UGD Rawat Inap digelar pertemuan ketiga kursus aplikasi Rekam Medik menggunakan MySQL dengan interface Visual Foxpro. Pertemuan kali ini langsung dipraktekkan terhadap penderita yang berkunjung, baik yang Rawat Inap maupun yang Rawat Jalan. Walau masih kagok, para petugas jaga UGD dan yang ikut pelatihan mulai faham tatacara entry data yang output nya berupa kuitansi rincian biaya pelayanan. Wah seneng deh....&lt;br /&gt;Kendala boleh dikata belum dijumpai kecuali kode penyakit berdasarkan ICD 10 yang memang sedang dikerjakan sambil jalan.&lt;br /&gt;Nggak masalah, toh sudah ada entry database nama penyakit kendati belum seluruhnya mengacu ICD 10.&lt;br /&gt;PR panjang nih .....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5156526452907344809?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5156526452907344809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5156526452907344809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5156526452907344809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5156526452907344809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/latihan-mysql-ketiga.html' title='Latihan MySQL Ketiga'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-6845504613259782614</id><published>2006-08-04T04:15:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:00:12.340+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Serah Terima Pimpus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/kursi120.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/kursi120.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari yang bersejarah akhirnya datang juga, yakni serah terima Kepala Puskesmas Rawat Inap Palaran dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr. H. Hatmoko&lt;/span&gt; kepada penggantinya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr. Syarifah Rahimah MKes&lt;/span&gt;, yang sudah sekitar sebulan sebelumnya orientasi untuk penyesuaian visi dan terutama penanganan layanan medis berdasarkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Protap&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikatakan bersejarah karena para staf kendatipun sudah tahu tetap menganggap mengejutkan karena surat Walikota menetapkan pimpinan yang lama akan bertugas sampai akhir Desember 2006.&lt;br /&gt;Sebenarnya pergantian semacam ini amat wajar dan biasa mengingat masa tugas sudah 5 tahun terhitung sejak tahun 2001. Namanya perasaan hati, berkumpul lama dengan hubungan seperti layaknya keluarga, tak pelak menyisakan haru.&lt;br /&gt;Suasana kekeluargaan dan santai diiringi guyonan menghiasi acara serah terima seolah bukan perpisahan. Dalam sambutannya, baik Camat maupun Kepala Dinas Kesehatan samarinda menitik beratkan pada kesinambungan kinerja dan mempertahankan sistem pengelolaan yang memang spesifik.&lt;br /&gt;Maklum, Rawat Inap Palaran selalu full bahkan tak jarang indent, menggambarkan legitimasi dari warga. Selain alasan dekat keluarga, keramahan yang kami jalin dan biaya murah dengan selalu diberi rincian kuitansi dan brosur menjadi daya tarik dan pilihan warga daripada opname di kota yang bisa menelan biaya banyak, belum termasuk wira wirinya.&lt;br /&gt;Selain itu, pengadaan obat dan penunjang medis secara swakelola memungkinkan para penderita mendapatkan layanan yang layak.&lt;br /&gt;Selamat datang dr. Syarifah Rahimah MKes dan selamat bertugas di tempat yang baru untuk dr. H. Hatmoko, itulah ungkapan para hadirin di akhir acara serah terima.&lt;br /&gt;Walau pindah tugas tapi hubungan masih seperti semula karena dr. H. Hatmoko bermukim di Palaran, so paling tidak masih ketemu dan bincang-bincang mendiskusikan layanan medis.&lt;br /&gt;Catatan penting pada acara tersebut adalah janji Kepala Dinas untuk memperjuangkan pengembangan Rawat Inap yang memang sudah sesak. Bisa dibayangkan dalam setengah tahun saja Rawat Inap berkapasitas 12 Tempat Tidur sudah melayani 538 pasien opname...itupun seratus lebih tidak tertampung dan terpaksa dirujuk ke RS walau dengan berat hati dan rasa iba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-6845504613259782614?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/6845504613259782614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=6845504613259782614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6845504613259782614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6845504613259782614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/08/serah-terima-pimpus.html' title='Serah Terima Pimpus'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5785011296256608089</id><published>2006-07-28T04:49:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:02:11.017+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><title type='text'>Antibiotika "Membabi Buta"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/obat_ab1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/obat_ab1.jpg" alt="Antibiotika membabi buta" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Majalah Kesehatan Keluarga edisi 06 Juli 2006, memuat penggunaan Antibiotika yang membabi buta sebagai ringkasan pertemuan para pakar yang mengambil tema "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Facing the Challenge of Antimicrobial Resistance: Strengthening Strategy&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isi singkatnya adalah penggunaan Antibiotika yang membabi buta, baik yang dilakukan para dokter maupun masyarakat luas.&lt;br /&gt;Berbagai pemikiran muncul pada pertemuan tersebut, mencari jalan keluar terhadap akibat yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Prof Dr RHH Nelwan, SpPD-KPTI mengungkapkan perlunya dikembangkan antibiotik baru untuk mengantisipasi perkembangan kuman patogen yang terus bermunculan. Ide ini dilandasi dengan munculnya mikro-organisme generasi baru yang ganas sebagai akibat pemakaian antibiotik yang tidak tepat.&lt;br /&gt;Prof Dr Djoko Widodo, SpPD-KPTI berpendapat perlunya inovasi untuk terapi yang maksimal dengan menggunakan agen anti adhesif yakni bakteri "baik" yang digunakan untuk menghambat bakteri patogen, semisal lactobacillus dan bifidobacterium. Di pihak lain Prof Dr Herdiman T. Pohan, SpPD-KPTI mengungkapkan bahwa saat ini antibiotika yang dipakai untuk mengatasi Staphyllococcus sebagai bakteri penyebab infeksi tersering sudah TIDAK MEMPAN lagi, memunculkan MRSA (Methicillin Resistant Staphillococcus aureus).&lt;br /&gt;Adapun untuk mengatasi MRSA kini dipakai jenis glikopeptid, oxazolidiones, streptogramin atau glisiklin atau dengan kotrimoksazol, fluorokuinolon dan rifampisin.&lt;br /&gt;Intinya diperlukan penelitian yang serius dan berkelanjutan untuk mengatasi resitensi terhadap antibiotika.&lt;br /&gt;Tentu upaya para pakar tersebut patut disyukuri. Namun di balik itu ada hal penting, yakni penjelasan secara massif kepada khalayak agar tidak sembarangan memakai antibiotika. Bersamaan itu pula perlunya menata ulang sistem lalu llintas antibiotika di negeri ini.&lt;br /&gt;Di pihak dokter wajib selalu update ilmu dan membudayakan membaca, tidak mengandalkan ingatan diktat kuliah semata kala sudah terjun di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Selalu berpijak kepada keilmuan dan referensi ketika menangani penderita adalah keniscayaan, tidak mengagungkan "pengalaman" yang sebenarnya tidak pernah mengkajinya secara ilmiah, lebih-lebih hanya berguru kepada brosur kemasan obat, walah....&lt;/blockquote&gt;Di samping itu ... maaf ... para guru juga jangan mengajarkan "nembak" penyakit dengan 3 atau 4 macam antibiotika, niscaya akan ditiru muridnya supaya nampak "sakti".&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, di tempat kami tinggal di samarinda pemakaian antibiotika juga tak kalah membabi butanya dengan tempat lain.&lt;br /&gt;Bayangkan ketika penderita yang datang dengan membayar, diberi fluorokuinolon hanya karena pharingitis. Mengapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5785011296256608089?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5785011296256608089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5785011296256608089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5785011296256608089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5785011296256608089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/antibiotika-membabi-buta.html' title='Antibiotika &quot;Membabi Buta&quot;'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5543706792034595988</id><published>2006-07-17T04:53:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:02:56.714+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Mancing Haruwan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/tawar4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/tawar4.jpg" alt="ikan haruwan" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lama nggak mancing rasanya kangen juga. Berangkat ke batuah pagi lalu pulang selepas tengah hari. Di salah satu danau kecil dan anak sungai yang kami lalui ternyata ada bekas pengrusakan masal, ikan-ikan mengambang membusuk mungkin diracun atau strum. Duh teganya orang-orang merusak ekologi. Apa yang dicari ? Untungnya di tempat kami biasa mancing peristiwa serupa tidak terjadi. Sungai kecil dan hamparan rawa masih seperti dulu, dihiasi rerumputan liar dan kecipak loncatan ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terik matahari, desir angin, gemerisik daun bambu dan liku-liku pematang...nikmat. Rasa haus, cucuran keringat...nikmat. Tarikan dan gelepar ikan di ujung kail...nikmat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5543706792034595988?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5543706792034595988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5543706792034595988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5543706792034595988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5543706792034595988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/mancing-haruwan.html' title='Mancing Haruwan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-2229533017340648001</id><published>2006-07-12T04:56:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:12:48.943+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Miss you</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/menyusui.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/menyusui.jpg" alt="miss you" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hai ...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;miss you forever&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;siapa sangka, bisa bertemu denganmu..&lt;br /&gt;masih seperti dulu ...&lt;br /&gt;tatapanmu, tawamu ...&lt;br /&gt;ceria ...&lt;br /&gt;hai ...miss you forever..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-2229533017340648001?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/2229533017340648001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=2229533017340648001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2229533017340648001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2229533017340648001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/miss-you.html' title='Miss you'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-9131443154694916274</id><published>2006-07-10T04:58:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:23:45.826+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>Final FIFA World cup 2006</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/zidan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/zidan.jpg" alt="zidane" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semarak hajatan Piala Dunia yang dimulakan 9 Juni 2006, ditutup dengan seremoni nan megah di Berlin, dilanjutkan dengan pertarungan klasik antara italia dan prancis di partai final.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semula kedua tim tidak diunggulkan, siapa sangka keduanya menampilkan keindahan sepakbola dan semangat pantang menyerah menuju partai puncak. Di final kita disuguhi atraksi hebat keduanya. Sampai jeda 90 menit dan tambahan perpanjangan waktu skor tetap 1:1, hingga adu pinalti. Akhirnya italia memenangi piala dunia keempat kalinya setelah melalui drama adu pinalti yang mencekam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di balik kemenangan Italia, kejadian dramatis menghiasi lapangan hijau di perpanjangan waktu, yakni tandukan zidane ke dada materazzi yang berbuah kartu merah bagi sang maestro. Entah apa pemicu kejadian tersebut. Beberapa hari setelahnya ada pengakuan materazzi disusul pernyataan zidane yang melatar belakangi aksinya. Ternyata provokasi berbau rasis sebagai pangkal kejadian tandukan zidane.        &lt;br /&gt;Bila benar, amat disayangkan karena FIFA sedang gencar gencarnya kampanye anti rasis di dunia sepakbola apapun bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-9131443154694916274?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/9131443154694916274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=9131443154694916274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/9131443154694916274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/9131443154694916274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/final-fifa-world-cup-2006.html' title='Final FIFA World cup 2006'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5690212760786330376</id><published>2006-07-09T05:00:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:26:55.888+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>lumpur panas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/lumpur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/lumpur.jpg" alt="lumpur panas sidoarjo" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah lima hari di jember, kami kembali ke surabaya. Kali ini tidak mampir di pecoro, karena hari pertama dan kedua di jember udah bancakan burung dara depot merpati pecoro yang memang terkenal empuk dan gurih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar yang kami terima hari itu jalan tol gempol mulai dibuka setelah sekian lama ditutup karena kerusakan akibat semburan lumpur panas yang menggenangi daerah porong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketika lepas maghrib lewat area tersebut, genangan lumpur memang luar biasa, tampak seperti danau lumpur mengepul yang merendam pemukiman penduduk. Dimana-mana rumah nyaris tenggelam, hanya kelihatan sebagian dinding dan atapnya. Tak terbayangkan berapa orang kehilangan harta benda dan kapan lumpur tersebut dapat dikendalikan hingga normal kembali.&lt;br /&gt;Sepert halnya bencana bantul, sebagian sidoarjo juga lumpuh walau tidak sedasyat bantul. Roda kehidupan pincang, tak ada lagi pasar, anak-anak tak bisa sekolah. Inilah cerita pilu saudara kita di tengah himpitan kesulitan ekonomi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5690212760786330376?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5690212760786330376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5690212760786330376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5690212760786330376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5690212760786330376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/lumpur-panas.html' title='lumpur panas'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3186402937686179941</id><published>2006-07-02T05:18:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:29:20.485+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Gempa: sekelumit cerita adik-adik di jogja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/gempa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/gempa.jpg" alt="gempa jogja" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 1 juli 2006, kami silaturahmi ke rumah dik wiwid dan dik ana, selain lama nggak ketemu sekalian mendengarkan cerita langsung saat terjadinya gempa dan hari-hari sesudahnya. Ketika dua hari sebelumnya dari surabaya ke jogja, sepanjang jalan memasuki klaten sudah nampak bangunan-bangunan retak, rusak dan roboh akibat guncangan gempa. Saat gempa, kebetulan dik ana sedang naik motor mau belanja ke pasar, tiba-tiba ada gemuruh seperti beberapa pesawat jatuh dan saat itu pula dia terlempar dari motor. Kaget, takut dan mencekam mengalahkan rasa nyeri. Di saat yang sama dik wiwid di rumah kaget karena tiba-tiba ada guncangan keras, dispenser terlempar, pot bunga berhamburan, demikian pula hiasan dinding. Lampu mati, hujan dan teriakan tetangga membuat suasana makin mencekam. Beberapa saat kemudian baru mereka sadar bahwa terjadi gempa. Di tengah kepanikan mereka juga sempat berhamburan mengikuti arus manusia yang berlarian tanpa arah.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari berikutnya adalah cerita pilu dari para tetangga yang rumahnya roboh dan anggota keluarga yang terluka.&lt;br /&gt;Sampai kami datang mereka tidur di ruang tamu, masih belum berani tidur di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3186402937686179941?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3186402937686179941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3186402937686179941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3186402937686179941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3186402937686179941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/gempa-sekelumit-cerita-adik-adik-di.html' title='Gempa: sekelumit cerita adik-adik di jogja'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5280159923071478431</id><published>2006-07-02T05:02:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:32:41.919+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Gempa: Puing-puing di kasongan bantul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/gempa1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/gempa1.jpg" alt="puing kasongan" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kasongan yang biasanya sesak dengan mobil dan orang belanja kerajinan tangan khas kasongan, sepi. Bangunan tradisional unik di kiri jalan gerbang kasongan hancur, beberapa toko kerajinan rusak, bahkan bangunan anggun berlantai tiga di tepi sungai roboh. Makin masuk makin banyak rumah penduduk luluh lantak. Sebagian pindah ke tenda-tenda di pelataran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang jalan yang kami lalui di bantul sungguh menggambarkan betapa dasyatnya akibat yang ditimbulkan gempa tektonik. Guncangan yang tidak sampai satu menit tersebut meluluh lantakkan berbagai bangunan di permukaan bumi bantul dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Anehnya, di tengah derita saudara kita ada kejadian janggal menurut kami. Di salah satu tikungan kasongan, diadakan acara serah terima bantuan dari salah satu instansi pemerintah pusat. Mengapa janggal ? Lha iya, wong banyak rumah roboh koq teganya ngasih bantuan aja pakai acara mewah. Ada panggung, puluhan kursi berbalut satin putih mengkilap dan seremonial yang wah.&lt;br /&gt;Seperti bukan ziaroh ke tempat duka tapi kayak sambutan kedatangan patih kerajaan. Lalu dimana nurani pejabat kita ? Mau mbantu apa minta layanan istimewa ?&lt;br /&gt;Duh ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5280159923071478431?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5280159923071478431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5280159923071478431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5280159923071478431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5280159923071478431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/gempa-puing-puing-di-kasongan-bantul.html' title='Gempa: Puing-puing di kasongan bantul'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-2376432440015501822</id><published>2006-07-01T07:00:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:34:28.869+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><title type='text'>seri anak: gagal napas akut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/bayi150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/bayi150.jpg" alt="gagal napas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah gangguan sistem pernapasan yang disebabkan adanya gangguan primer pada paru atau gangguan lainnya, sehingga sistem pernapasan tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Perawatan di ruang intensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kesadaran menurun, agitasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan frekuensi napas, berupa: retraksi suprasternal, interkostal, supraklavikular dan retraksi epigastrium, takipneu, pernapasan paradoks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sianosis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Takikardi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bradipneu ( dalam keadaan lanjut )&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan Penunjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Radiologi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PaO2&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PCO2&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengobatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bebaskan jalan napas dan pernapasan buatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oksigenasi 100 % 1 - 2 liter/menit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Medikamentosa:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aminofilin (Larutan 24 mg/ml), pemberian: intravena, dosis: 4-6 mg/kg BB dalam 30 menit dilanjutkan dengan 0,8-0,9 mg/kg BB/jam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Epinefrin * (1 mg/ml 1:1000), pemberian: subcutan, dosis: 0,001 mg/kg BB Maks 0,03 mg&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salbutamol (larutan 0,5 %), pemberian: inhalasi, dosis: 0,05-0,15 mg/kg BB&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbutalin (MDI 0,2 mg/puff), pemberian: inhalasi, dosis: 1-2 puff maks 6 mg. Sediaan Larutan 0,1 %. pemberian: subcutan, dosis: 0,2 mg/kg BB, Maks 6 mg&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metil prednisolon (larutan 125 mg/mg), pemberian: intravena, dosis: 1 mg/kg BB tiap 6 jam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;* International Guidelines for Neonatal Resuscitation 2000 (p:11)&lt;br /&gt;Resuscitation of the Newly Born Infant, Amirican Heart Association, 1999 (p:7)&lt;br /&gt;Paediatric life support, European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation&lt;br /&gt;2005 (p:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monitoring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan ditujukan pada :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanda vital (Frekuensi napas, Work of breathing, Frekuensi nadi, Sianosis, Kesadaran) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan Paru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisa Gas darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pulse-oxymetry&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kriteria Keluar dari Ruang Intensif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila masa krisis sudah dilampui dan tindakan invasif dipandang cukup, maka penderita dapat keluar dari ruang intensif, dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hemodinamik sudah stabil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernapasan stabil, ditandai dengan jalan napas bebas dan gas darah normal tanpa ETT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan oksigen minimal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat penunjang inotropik, vasodilator, anti aritmia tidak diperlukan lagi atau bila masih diperlukan, memakai dosis rendah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Irama jantung terkontrol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak diperlukan lagi alat monitor tekanan intrakranial invasif, kateter hemodinamik, suctioning eksesif dan ventilator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan neurologis ( kejang ) terkontrol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penilaian staf medik dan keluarga memutuskan tidak diperlukan perawatan intensif&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;cakmoki&lt;br /&gt;(From: Standar Pelayanan Medis KESEHATAN ANAK IDAI 2004)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-2376432440015501822?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/2376432440015501822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=2376432440015501822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2376432440015501822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/2376432440015501822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/07/seri-anak-gagal-napas-akut.html' title='seri anak: gagal napas akut'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5148476278721292272</id><published>2006-06-20T05:22:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T19:05:12.025+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>liburan 2006</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/liburan2006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/liburan2006.jpg" alt="liburan 2006" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rabo, 28 Juni 2006 kami akan berlibur, mudik ke jatim ... lalu nengok keluarga di jogja ...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu sowan ibu di jember, lalu keliling silaturahmi ke kerabat, temen-temen dan cari makanan kesukaan, pecel lele, soto ambengan, lontong balap di pasar atom sby, sate bangil, pendeknya enjoy ... mudah-mudahan masih sempat mancing ... hehehe asyiiikkk.&lt;br /&gt;Sejenak melupakan pekerjaan rutin memang perlu agar nanti fresh ketika kembali ke samarinda ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5148476278721292272?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5148476278721292272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5148476278721292272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5148476278721292272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5148476278721292272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/06/liburan-2006.html' title='liburan 2006'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4521157267309208670</id><published>2006-06-17T05:25:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T19:03:53.410+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Rembangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/rb_yt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/rb_yt.jpg" alt="Rembangan" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Belasan tahun lalu, tempat ini sangat asri... penuh bunga, kebun arbei, tanaman liar nan cantik, gemericik air dingin di kali dan kabut yang menyelimuti kaki argopuro.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini sebagian masih tersisa, termasuk aroma cemara yang berjajar anggun di sekeliling pemandian .... perubahan ada tapi nggak banyak, diantaranya penginapan yang lebih representatif, tempat parkir yang diperluas dan variasi makanan di kantin ... penjual jagung rebus dan susu sapi hangat di area pemandian ... selebihnya masih seperti dulu, namun entah mengapa sekarang sudah tidak begitu dingin lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal hamparan kopi dan coklat masih tegak di Rayap (milik ptp), teh dan cengkeh juga makin menjulang, ... tapi kala kita perhatikan di kejauhan, hutan tidak lagi rimbun ...&lt;br /&gt;Akibat keserakahan manusia ... so nggak usah kaget bila suatu ketika alam berontak ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4521157267309208670?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4521157267309208670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4521157267309208670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4521157267309208670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4521157267309208670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/06/rembangan.html' title='Rembangan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-9141757690208285214</id><published>2006-06-10T05:39:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T19:02:45.358+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>FIFA World Cup Germany 2006</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/fifa.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/fifa.gif" alt="Piala Dunia 2006" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesona Piala Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jum'at 09 Juni 2006 Piala Dunia resmi dibuka...&lt;br /&gt;Hajatan FIFA 4 tahunan ini benar-benar luar biasa, gaungnya mampu menciptakan pesona, kalo sedikit didramatisir mungkin boleh dikata sebagian mata dunia menuju Germany 2006. Mulai presiden, raja, ratu, pemimpin dunia sampai rakyat jelata, melupakan sejenak persoalannya hanya karena piala dunia. Memang tidak semua pemimpin, tidak semua orang dan tidak semua negara suka bola, tapi harus diakui inilah hajatan yang mendunia. Hampir dimana-mana membicarakan bola, entah tentang skor, pemain, calon bintang sampai taruhanpun menjadi topik utama.&lt;br /&gt;Kemarin siang, salah seorang pasien DBD bahkan minta ijin ikut nonton bola ... alhasil disediakanlah TV ukuran besar di lorong utama untuk memuaskan keluarga pasien ...&lt;br /&gt;Yang masuk kategori gibol (gila bola) jangan ditanya persiapannya, camilan, kopi, wedang jahe dll ... mungkin udah disiapkan sejak minggu lalu.&lt;br /&gt;So ... mari nikmati &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fifa World Cup Germany 2006&lt;/span&gt; ...&lt;br /&gt;Siapa juara ? ... terserah yang penting nonton ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-9141757690208285214?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/9141757690208285214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=9141757690208285214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/9141757690208285214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/9141757690208285214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/06/fifa-world-cup-germany-2006.html' title='FIFA World Cup Germany 2006'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3022194431039406804</id><published>2006-05-30T05:46:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:59:12.729+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Gratis via Askes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/uang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/uang.jpg" alt="Gratis" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Napak tilas kelemahan sistem yang (amat) mahal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Otoritas kesehatan di negara kita sudah sepatutnya mulai mengkaji secara serius pola asuransi kesehatan yang akan digunakan dalam rangka merespons Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN). Pengalaman asuransi kesehatan PNS patut dijadikan renungan bagi kita. Terjadinya manajemen biaya tinggi sudah ditunjukkan, antara lain, dengan pembangun gedung kantor PT Askes yang tergolong megah di daerah. Dilain pihak, bagi PNS yang berobat diterapkan sistem co-payment karena kenaikan premi tidak mendapatkan persetujuan pemerintah". Tulisan di atas adalah sebagian dari full text "Tabungan Kesehatan Nasional" oleh dr. H. Stefanus Lawuyan MPH, di Kompas online. Uniknya, otoritas di kota tercinta ini malah menerapkan hal serupa dengan kemasan "Pelayanan Kesehatan dasar Gratis" yang pengelolaannya diserahkan atau bahasa halusnya "kerja sama" dengan PT Askes. Dengan hanya melayani warga Kota di luar yang sudah tertanggung senilai 18 Milyar, program ini amat sangat mahal. Ada pula bonus "program manis" yakni santunan kelahiran sampai anak kedua dan kematian alamiah senilai 400 ribu rupiah untuk kelahiran normal dan 750 ribu rupiah untuk kelahiran dengan penyulit, serta santunan atau uang duka senilai "belum ditentukan". Bagi warga di luar dunia kedokteran mungkin memandang program ini amat mulia. Memang betul ditilik dari niat awalnya, siapapun mengakui program tersebut amat luhur di tengah berbagai kesulitan kita. Ibarat orang sholat, niatnya sudah benar. Namun begitu takbiratul ihram sampai salam, kesalahan lah yang dilakukan, karenanya wajib diulang (ianah) tersebab batal. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;Mari kita sedikit menguak dinamika dunia kedokteran. Sudah jadi rahasia umum bahwa layanan kesehatan masih banyak menuai keluhan, baik yang terucap maupun tak terucap. Semua kelemahan terhadap sistem layanan kesehatan tersebut sudah semestinya dilakukan pembenahan-pembenahan secara sistematis dan berkesinambungan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kelemahan sistem layanan kesehatan disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: kurang meratanya kategori spesifikasi petugas kesehatan, belum adanya renstra jangka menengah dan jangka panjang di tingkat daerah, belum lengkapnya definisi operasional tiap item layanan, belum lengkapnya pedoman diagnosa dan terapi, belum adanya sistem record yang universal, belum teraturnya medical review sebagai media up date keilmuan di tingkat Puskesmas, dan masih masih ada beberapa hal teknis lainnya. Di samping itu yang tak kalah pentingnya adalah minimnya sarana prasarana penunjang medis dan diagnostik serta kurang meratanya pembangunan infrastruktur kesehatan tingkat dasar yang nota bene menjadi tumpuan akses layanan kesehatan sebagian besar warga kita. Kelemahan teknis dan penunjang termasuk infra struktur sebenarnya bisa ditanggulangi apabila benar-benar dirancang secara matang dan komprehensif. Sebagai contoh, kelengkapan juknis teknis medis bisa diakses dari berbagai daerah bahkan dari negara lain dengan mudah, lebih-lebih di kota ini mempunyai RS tipe B yang memiliki cukup para ahli untuk implementasi dari juknis teknis medis. Demikian pula sarana dan infrastruktur kesehatan tingkat dasar, dapat dirancang untuk 5 sampai 10 tahun kedepan berdasarkan demografi dan besaran akses layanan serta prakiraan pengembangan kependudukan dan ekonomi.&lt;br /&gt;Akankah jadi renungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3022194431039406804?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3022194431039406804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3022194431039406804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3022194431039406804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3022194431039406804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/gratis-via-askes.html' title='Gratis via Askes'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4735741896940266723</id><published>2006-05-28T06:56:00.000+08:00</published><updated>2006-12-02T08:16:25.276+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><title type='text'>Booming cyprofloxacin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/obat_ab2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px;" src="http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/obat_ab2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun terakhir ini disinyalir terjadi pemakaian Cyprofloxacin yang luar biasa, bukan saja dipakai sebagai drug of choice STD, tetapi sudah ada kecenderungan pemakaian terhadap hampir semua penyakit. Kalau tadinya "hanya" pro kontra tentang perlu tidaknya pemakaian cyprofloxsasin terhadap penderita thypoid (MRS) yang diduga mengalami Multi Drug Resistance (MDR), kini indikasi dan cara kerja obat tersebut sudah diabaikan, bahkan beberapa dokter menggunakan obat ini untuk penderita tonsilitis, diare dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu tidak salah ketika misalnya sebuah wilayah atau negara dinyatakan MDR pada penyakit tertentu (contohnya kasus typhoid) maka salah satu pilihan adalah cyprofloxacin atau sepalospurin generasi ketiga. Namun ketika hampir semua penyakit diberi cyprofloxacin, maka indikasi patut dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pisang goreng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter yang notabene mempunyai tanggung jawab keilmuan dan profesi, tentunya tidak gegabah memberikan obat ini kepada hampir semua jenis penyakit, yang pada gilirannya justru menambah daftar obat yang dapat menimbulkan MDR. Menurut penulis, kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kurangnya pengetahuan farmakologi, pengaruh brosur dan iming-iming murahnya harga obat dari med-rep, ingin dianggap manjur, dan lain-lain sebab yang tidak jelas. Saat ini sudah tidak sulit menemukan cyprofloxacin, karena permintaan konsumen yang sudah biasa diberikan cyprofloxacin oleh dokter, harganyapun relatif murah berkisar 500 s/d 1000 rupiah, tidak jauh berbeda dengan harga obat wes ewes ewes ilang angine.&lt;br /&gt;Belakangan saya makin prihatin dengan pemakaian cyprofloxacin yang luar biasa di Samarinda. Sungguh mengejutkan ketika sebagian pasien membawa cyprofloxacin ke tempat praktek, dan berlangsung hingga sekarang. Ternyata yang memberikan obat tersebut bukan hanya para dokter, tetapi juga paramedis termasuk di klinik-klinik perusahaan kayu lapis. Lebih aneh lagi kalau melihat indikasinya. Mulai tonsilitis, diare, herpes zoster, asthma, bahkan scabies dan larva migrans pun diberikan cyprofloxacin.&lt;br /&gt;Cyprofloxacin, bak pisang goreng yang mirip lagu wajib. Suatu ketika terpaksa saya menganjurkan seorang pasien yang sudah minum cyprofloxacin dengan gejala klinis amoebiasis untuk menghentikan pemakaian obat tersebut, disertai permintaan maaf bahwa obat tersebut tidak tepat untuk penyakitnya dan sedikit penjelasan tentang antibiotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buah "kerja sama"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pada salah satu kesempatan saya diskusikan booming cyprofloxacin dengan teman sejawat. Ketika saya tanyakan pemakaian cyprofloxacin jawabannya sungguh membuat saya terpana, karena alasannya adalah "aktualisasi diri", selain harganya yang murah dan menurut brosurnya bisa untuk hampir semua penyakit infeksi, mulai saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kencing dan lain-lain. Itu kata mereka. Saat itu saya sempat berkomentar dengan nada canda:"wah, kalau seorang dokter lebih percaya dengan detailer dan referensinya adalah brosur kemasan obat, bakalan MDR nih warga kita"&lt;br /&gt;Lebih mengherankan lagi pasien post opname di RS dengan beragam penyakit, sebagian diantaranya membawa bekas kemasan cypro ketika kontrol.&lt;br /&gt;Itulah sekelumit realita yang saya sebut sebagai "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;booming cyprofloxacin&lt;/span&gt;". Sepertinya kondisi ini sudah meluas dan tak terkendali, terbukti beberapa keluarga saya di Trenggalek dan Surabaya, ketika menanyakan resep yang dibeli dari apotik melalui sms, hampir selalu berisi cyprofloxacin (adakalanya masih dikombinasi dengan sefadroxyl). Benarkah yang disinyalir oleh majalah Tempo edisi September 1999 (kalau tidak salah) bahwa sebagian dokter terlibat dengan praktek "rantai kerja sama" yang merugikan pasien? Dan untuk cyprofloxacin, apakah nantinya akan bernasib seperti Tetra dan jamu asam urat yang bisa dengan mudah dibeli di warung-warung?&lt;br /&gt;Bagaimana peran balai POM dalam hal pengawasannya dan fungsi public warning? Apakah mereka sibuk, maaf, dengan backing apotek dan pemutihan resep?&lt;br /&gt;Dimana pula Depkes? Apakah masih berkutat dengan record and report yang dangkal? Ataukah masih bicara program yang "project oriented" dan mempolitisir warga miskin melalui kata manis "kerja sama" dengan Askes yang potensi pembengkakan premi dan kapitasi?&lt;br /&gt;Tidakkah mereka lupa dengan hakekat kesehatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cakmoki 2004 | last up date: 28 Mei 2006&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4735741896940266723?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4735741896940266723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4735741896940266723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4735741896940266723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4735741896940266723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/09/booming-cyprofloxacin_26.html' title='Booming cyprofloxacin'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5189937289607336548</id><published>2006-05-28T05:53:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:56:20.619+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Bumi Mataram berguncang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/rawat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/rawat.jpg" alt="duka jogja" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;duka jogja..... duka Jogja duka kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sepekan sebelumnya media dipenuhi dengan berita aktifitas gunung Merapi, Sabtu, 27 Mei 2006 pagi hari, kita dikejutkan berita gempa di Jogjakarta dan sekitarnya. Lebih mengenaskan lagi ketika ternyata gempa tersebut memakan korban jiwa yang sampai malamnya mencapai lebih empat ribu jiwa, bahkan malam tadi mencapai lima ribu lebih korban meninggal dunia. Korban luka tak terhitung, demikian pula nominal kerusakan fisik. Lebih-lebih di Bantul yang mengalami guncangan berat, kerusakan dan kepiluan mendera warga.&lt;br /&gt;Tiada kata yang sanggup kita ungkapkan selain ucapan duka cita dan bela sungkawa atas meninggalnya para korban yang telah berpulang ke haribaan-Nya.&lt;br /&gt;Semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan semoga para keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Demikian pula kepada korban yang masih dirawat semoga diberikan kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5189937289607336548?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5189937289607336548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5189937289607336548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5189937289607336548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5189937289607336548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/bumi-mataram-berguncang.html' title='Bumi Mataram berguncang'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4811466106952164534</id><published>2006-05-27T06:00:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:55:01.333+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Rencana Mancing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/tawar5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/tawar5.jpg" alt="Rencana Mancing" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah lama nggak mancing, tangan rasanya gatal. Minggu esok atau minggu depan sepertinya waktu tepat untuk nongkrong di tepian Mahakam atau ke rawa Batuah cari Haruwan. Umpan udah siap, tinggal merangkai kail, milih joran lalu go ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kalo cuaca tak memungkinkan karena akhir-akhir ini hujan terus, yach masih ada pilihan, macing baung di buritan ketinting. Biarpun hujan nggak masalah .... yang penting lempar kail. Kalo nggak dapat ? Juga nggak masalah, yang penting ... enjoy... fishing on river.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4811466106952164534?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4811466106952164534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4811466106952164534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4811466106952164534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4811466106952164534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/rencana-mancing.html' title='Rencana Mancing'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-6320545798002019298</id><published>2006-05-26T06:52:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:53:58.262+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reviews'/><title type='text'>Vertigo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/vertigo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/vertigo.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Vertigo adalah penyakit dengan gangguan keseimbangan yang ditandai dengan: perasaan berputar, dunia serasa gergoyang, benda sekeliling berputar, rasa mau jatuh bahkan adakalanya jatuh beneran, disertai dengan mual, muntah, keringat dingin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merasa lebih baik jika berbaring, tapi vertigo terus berlanjut meski tidak bergerak sama sekali, kadang merasa enak bila tutup mata dan vertigo berulang saat mata dibuka.&lt;br /&gt;Bagaimana pengobatan vertigo? Vestibular suppressant dan obat antiemetic menjadi pilihan utama perawatan vertigo. Sebagai tambahan, ada sejumlah pengobatan baru yang efektifnya masih belum terbukti dan masih dalam penelitian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vestibular Suppressant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, adalah obat yang mengurangi nystagmus (gerak mata) karena gangguan keseimbangan, atau obat yang mengurangi mabuk kendaraan dan lainnya. Tabel di bawah adalah vestibular suppressants disusun menurut pilihan. Obat ini dibagi tiga kelompok: anticholinergics, antihistamin, dan benzodiazepines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anticholinergics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anticholinergics mempengaruhi sel yang peka rangsangan muscarinic dan meningkatkan toleransi gerakan. Anticholinergics juga memiliki efek kompensasi, menghasilkan "reversible overcompensation" ketika efek kompensasi terhadap gangguan keseimbangan telah dicapai (Zee, 1988). Obat yang memiliki Efek "central anticholinergic" ini sering dipakai dalam penatalaksanaan vertigo (Takeda et al, 1989). Berbeda dengan antihistamin, anticholinergics tidak efektif jika diberikan setelah gejala nampak. Semua anticholinergics yang digunakan pada pengobatan vertigo mempunyai efek samping terutama mulut kering, dilatasi pupil dan ngantuk. Scopolamine dan atropine bekerja pada sel yang peka terhadap rangsangan efek muscarinic nonspecific (Barton et al, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antihistamin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Golongan obat ini dapat mencegah motion sickness dan dapat mengurangi gejala nya, kecuali astemizol yang tidak efektif untuk pencegahan mabuk atau pusing. (Kohl et al, 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benzodiazepines&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Benzodiazepines adalah gamma-amino butyric acid (GABA) modulator, efeknya untuk mengurangi gejala vestibular. Dalam dosis kecil, obat ini sangat bermanfaat. Hanya saja golongan ini mempunyai efek samping yang tidak menguntungkan, diantaranya ketergantungan dan melemahnya memori di samping efek lainnya&lt;br /&gt;Obat yang biasa dipakai:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lorazepam (dosis: 0,5 mg)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diazepam (dosis: 2 mg)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;clonazepam (klonopin), dan Aprazolam (xanax), oleh beberapa penulis obat jenis ini kurang disukai karena efek supresi vestibular yang sulit pulih pasca penghentian obat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antiemetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Golongan obat ini sering digunakan pada penderita vertigo. Pemilihan jenis antiemetik untuk vertogo tergantung manfaat dan efek samping yang ditimbulkannya. Pemberian oral dapat mengurangi vertigo ringan dan sedangkan supposutoria diberikan pada penderita dengan atonia lambung dan peenderita yang muntah profus. Suntikan diberikan pada penderita rawat inap. Obat jenis baru hanya diberikan bila semua upaya gagal. Phenothiazines, seperti prochlorperazine (Compazine) dan promethazine (Phenergan), adalah anti muntah yang efektif, mungkin karena efek dopamine blocker, namun pemberian obat ini harus dipertimbangkan efek sampingya, terutama efek h1 blocker (dystonia).&lt;br /&gt;Metoclopramide, adalah dopamine antagonist yang memiliki antiemetic (sentral) kuat, tapi tidak efektip untuk pencegahan mabuk atau vertigo (Kohl, 1987). Domperidone (Motilium) adalah suatu antiemetic yang tidak menembus blood-brain barrier dan mempunyai lebih sedikit efek samping.&lt;br /&gt;Obat antiemetik baru golongan 5-HT3 antagonist (ondansetron:Zofran, granisetron: Kytril) dipakai untuk mengontrol muntah pada kasus post operatif dan kemoterapi. Secara teori obat ini lebih efektif dibandingkan golongan lain, namun harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Obat anti vertigo baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Obat golongan Calcium channel blocker, Sodium channel blocker, histamin agonist, steroid (decadron), sympathomimetics, acetyleucine, selective ach antagonist adalah jenis obat vertigo baru yang efektifitasnya masih dalam penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Serba serbi vertigo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah catatan untuk sejawat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang datang dengan keluhan kepala, maka anamnesa jenis keluhan kepala mutlak diperlukan. Yang perlu ditanyakan apakah rasa berat, nyeri kepala, rasa hanyut, rasa berputar atau bergoyang saat ganti posisi atau saat buka mata. Hal ini penting karena sangat menentukan dalam diagnosa dan pemilihan jenis obat. Tatkala penderita mengeluh pusing lalu langsung diberi analgesik, maka tak usah heran bila penderita tidak berkurang keluhannya. Selain itu tentu mencari penyebab primernya, apakah gangguan organik gigi, mata, telinga, hidung dan lainnya.&lt;br /&gt;Harap diingat bahwa setiap penderita mempunyai bahasa sendiri dalam menyampaikan keluhannya, dan seringkali maknanya berbeda dengan bahasa si dokter. Karenanya diperlukan sikap bijak untuk mengurai keluhan penderita, sehingga apa yang diharapkannya sesuai dengan keputusan dokter dalam menegakkan diagnosa dan pemberian obatnya.&lt;br /&gt;cak moki (dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-6320545798002019298?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/6320545798002019298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=6320545798002019298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6320545798002019298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6320545798002019298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/vertigo.html' title='Vertigo'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3222778166419959983</id><published>2006-05-20T06:02:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:52:48.867+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Mahalnya Keseriusan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/serius.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/serius.gif" alt="Serius ?" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Kota kami sepertinya tidak serius menangani masalah kesehatan, karena suara pelaksana teknis "hanya sebagai masukan" dan bukan sebagai bagian dari sebuah sistem dalam penyusunan rencana strategis jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau secara eselon, para kepala Puskesmas masuk dalam kategori eselon rendah, harap diingat bahwa mereka adalah sarjana yang sehari-hari menangani masalah kesehatan secara komprehensif.&lt;br /&gt;Mustahil sebuah kebijakan akan benar-benar menyentuh esensi kesehatan bila kebijakan yang lahir hanya mengandalkan eselon semisal diwakili Dinas Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pertanyaannya adalah beranikah Dinas Kesehatan berbicara berdasarkan kebenaran?&lt;br /&gt;Ataukah hanya "sendiko dawuh" karena takut dicopot jabatannya, atau bisa jadi memang tidak pernah diberi ruang?&lt;br /&gt;Ternyata, berdasarkan hasil penelitian IMPACT yang dipaparkan Juni 2004 di Makassar, disebutkan bahwa hanya sekitar 20 % Jajaran Dinas Kesehatan di Indonesia yang mampu meyakinkan Kepala Daerah tentang Renstra Kesehatan secara riil, sisanya tidak mampu, atau bahkan tidak berdaya. Ini berarti sebagian besar warga kita sejatinya tidak mendapatkan akses kesehatan secara benar.&lt;br /&gt;Bisa jadi kebijakan kesehatan sudah dipengaruhi oleh para petualang baik internal maupun eksternal.&lt;br /&gt;Lip service bidang kesehatan memang mudah dibuat agar menghanyutkan warga, lebih menyedihkan kala sebuah program lahir sebagai "reactive management".&lt;br /&gt;Entah kapan kita menyadari hal ini.&lt;br /&gt;Lebih parah lagi bila kebijakan pembiayaan kesehatan masuk kategori dicocok-cocokkan dengan "jatah", korban pertama lagi-lagi dan selalu mayarakat khususnya warga menengah kebawah dan wa bil khusus warga tidak berpunya.&lt;br /&gt;Dalam hal penguatan politik juga bukan rahasia bahwa kesehatan dan pendidikan biasa dipakai sebagai isu utama, terutama ketika menjelang pemilihan (pemilu, pilkada dll).&lt;br /&gt;Ketika masuk tahap pelaksanaan, sebagian besar berakhir dengan wassalam. Akhirul kalam ya begitu begitu juga.&lt;br /&gt;Masalah kesehatan akan menghangat dan jadi perhatian bahkan bisa pula jadi prioritas ketika ada KLB.&lt;br /&gt;Ketika itulah pelaksana teknis kesehatan seolah diperlukan atau tidak jarang diposisikan sebagai kambing hitam, bahkan adakalanya media pun tak segan ikut menghukumnya tanpa tahu akar permasalahan.&lt;br /&gt;Itulah slide show masalah kesehatan dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;Kini sudah makin sedikit para dokter yang mau berbicara benar, sebagian sudah apatis, adapula yang merasa percuma, toh akhirnya kebenaran hanya sebagai "bahan masukan".&lt;br /&gt;Toh selama ini juga tidak didengar, toh selama ini juga berjalan seperti biasanya dan toh toh yang lainnya.&lt;br /&gt;Saudaraku, kami mengakui masalah kesehatan masih begitu banyak kekurangan, namun bila penanganannya masih seperti di atas, rasanya kita tidak akan pernah menggapai perbaikan. Siklus ini berulang dan berulang hingga sulit berujung happy ending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya mengakhiri kelemahan dengan mengedapankan kebesaran jiwa, menata ulang keperluan riil khalayak akan esensi kesehatan, reformulasi parameter sesuai kaidah kedokteran dan public health, inventarisasi berjenjang berdasarkan kewilayaan, menyusun prioritas secara sistematis, membuat "list item" semua program dan indent filter untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;Di samping itu jajaran kesehatan juga dituntut kreatif dalam memandang jauh kedepan membuat sebuah bingkai renstra berjenjang sesuai kondisi riil terkini. Mental menghabis-habiskan anggaran sepatutnya dibuang, diganti mental elegan, yakni memanfaatkan anggaran sesuai keperluan riil. Berebut mata anggaran juga harus dihilangkan.&lt;br /&gt;Jangan ada lagi ungkapan: "seksi saya dapat berapa?"&lt;br /&gt;Bila kondisi tersebut masih terjadi maka overlapping kegiatan tak dapat dihindari, ujungnya adalah PEMBOROSAN.&lt;br /&gt;Berpuluh kali pelatihan, berulang kali workshop di hotel berbintang, ditambah lagi "studi banding-studi bandingan", nun sejauh ini hasilnya tak seimbang.&lt;br /&gt;Karenanya, Renstra riil berjenjang mutlak dimulai sekarang dengan semangat kebersamaan.&lt;br /&gt;Dengan demikian kita selalu punya acuan yang tersusun layaknya sort ascending dalam sebuah spreed yang baku tapi dinamis.&lt;br /&gt;Maukah kita sedikit repot barang 3 sampai 6 bulan menyisihkan waktu untuk itu?&lt;br /&gt;Well, jawaban ada di diri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3222778166419959983?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3222778166419959983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3222778166419959983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3222778166419959983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3222778166419959983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/mahalnya-keseriusan.html' title='Mahalnya Keseriusan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-4742696043511980416</id><published>2006-05-16T06:05:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:50:40.707+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Pengobatan Gratis : start 15 Mei 2006</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/uangrp120.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/uangrp120.jpg" alt="Gratisan Coy" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dimulai pada tanggal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15 Mei 2006&lt;/span&gt; ...Pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dimulai pada hari Senin, 15 Mei 2006. Dengan berbekal selembar Surat Edaran dan 5 buah buku untuk laporan pelaksana teknis di Puskesmas mengawali hiruk pikuk layanan gratis. Dikatakan hiruk pikuk karena terkesan buru-buru dan menyisakan persoalan yang potensial menimbulkan tanya. Jawabannya juga belum disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya, berbagai komentar muncul di media, khususnya dari para kepala Puskesmas yang rata-rata menyatakan " nyaris tidak beda " dibanding hari biasa sebelum gratis.&lt;br /&gt;Yang dimaksud gratis adalah merubah dari bayar retribusi menjadi tidak bayar, itu saja. Namun karena pelaksanaannya menggandeng jasa pihak ketiga, jadinya seperti tidak siap dari segi tatanan, seiring dengan kentalnya " kepentingan " di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sekedar mengingatkan, bahwa semua layanan kesehatan yang ditawarkan pihak ketiga lalu dibeli oleh Pemkot senilai 18 M sebenarnya merupakan pekerjaan rutin di Puskesmas.&lt;/blockquote&gt;Namanya menjual, apapun bentuknya, pihak ketiga selaku penyelenggara (baca: mengelola uang, bukan penyelenggara pelayanan) tentu akan cari untung walau sewaktu menawarkan jasanya mengatakan tidak cari untung, biasa...seperti dawuh hadits:"sejelek-jeleknya tempat adalah pasar dan sebaik-baiknya tempat adalah tempat ibadah".&lt;br /&gt;Namanya mencari untung, sehalus apapun selubungnya, tentu menentukan batasan-batasan dengan argumen yang mudah dimasuk-masukkan akal, diantaranya mensyaratkan harus menunjukkan identitas sebelum kartu berobat dicetak, argumennya: menertibkan pemilikan KTP, mudah kan dan sepintas masuk akal. Bayangkan jauh-jauh datang berobat, maunya gratis bila tidak bisa menunjukkan identitas termasuk di luar ketentuan berobat gratis. Bayangkan pula siapa yang harus berhadapan dengan kondisi ini, apakah pihak ketiga atau para petinggi?&lt;br /&gt;Bila sampeyan jadi dokter apakah tega menolak?&lt;br /&gt;Silahkan jawab sendiri.&lt;br /&gt;Namanya harus nampak masuk akal, jangan heran bila ada pihak-pihak yang bukan bidang kedokteran ikut melegitimasi berupa peryataan atau apapun bentuknya.&lt;br /&gt;Siapa saja mereka dan apa kepentingannya?&lt;br /&gt;Silahkan jawab sendiri.&lt;br /&gt;Layanan kesehatan preventif dan khususnya kuratif bukan sekedar panggil pasien, periksa, beri obat dan pulang.&lt;br /&gt;Ada nilai-nilai dan esensi yang tidak diketahui oleh banyak orang tetapi sudah terintegrasi dalam sebuah paket keseharian para petugas kesehatan, semisal empati, support, personal approach dan lainnya.&lt;br /&gt;Siapapun menyambut baik niatan memberi layanan pengobatan dasar gratis kepada setiap warga, mengingat kesehatan adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Namun, ibarat orang sholat, prosesi mulai wudlu sampai niat sudah berjalan baik, lalu ketika takbiratul ihram sampai salam ada yang salah, maka tidak cukup di-maf'u dengan ungkapan " coba dulu " atau "diperbaiki sambil jalan". Sekiranya hal ini tidak boleh dianalogikan dengan sholat, mari kita ingat bahwa melaksanakan niat di atas bernilai 18 Milyar.&lt;br /&gt;Artinya setiap tahun 18 Milyar habis dengan pertanggung jawaban "sudah sesuai aturan dan MoU".&lt;br /&gt;Selain itu 18 M tersebut tidak akan meningkatkan infrastruktur layanan kesehatan sebagai salah satu pondasi kekuatan sistem layanan kesehatan komprehensif.&lt;br /&gt;Langkah yang akan diambil untuk menutupinya kemungkinan dengan menambah anggaran di luar 18 M atau menyisihkan dari 18 M supaya masuk akal dan tidak dipersoalkan oleh para wakil rakyat.&lt;br /&gt;Apabila mau berbesar hati mengakui kekhilafan (tapi ini sangat sulit), sebenarnya sangat mudah, batalkan kerja sama 18 M lalu kembali ke sirothol mustaqim.&lt;br /&gt;Pemerintah Kota sebenarnya mampu mengelola sendiri program di atas, bahkan bisa menghemat lebih separo anggaran setiap tahunnya, itupun masih bisa membangun infra struktur secara bertahap dan berkesinambungan. Dan sisa anggaran yang dicadangkan masih bisa untuk keperluan lain yang bersifat layanan publik insidental semisal penanggulangan trend KLB bukan saja DBD teapi juga kondisi lain yang berpotensi KLB seperti Diare yang pada 2 bulan terakhir ini menunjukkan tanda-tanda peningkatan.&lt;br /&gt;Apakah sebagian dari kita sudah memikirkan hal ini? Insya Allah ada.&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya para petinggi Kota sudah wanti-wanti agar semua pihak mendukung program ini, percayalah sebagai petugas kesehatan kami tetap BEKERJA.&lt;br /&gt;Untuk mendukung nanti dulu, karena kamilah yang lebih banyak tahu seluk beluk dunia kami, termasuk mana yang wajib, mana yang boleh, mana yang tidak boleh dan mana yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi niat luhur tersebut kami dukung, akan tetapi mendukung tatalaksana yang tidak benar, apakah rela?&lt;br /&gt;Siapapun tidak ingin menghempaskan dirinya kedalam noda.&lt;br /&gt;Percayalah, memperbaiki langkah adalah perbuatan mulia sebelum publik mengendus "sesuatu" di balik niat mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-4742696043511980416?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/4742696043511980416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=4742696043511980416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4742696043511980416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/4742696043511980416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/pengobatan-gratis-start-15-mei-2006.html' title='Pengobatan Gratis : start 15 Mei 2006'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8369988043776989925</id><published>2006-05-10T06:10:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:48:10.395+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Events'/><title type='text'>Punish : Mutasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/mutasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/mutasi.jpg" alt="Mutasi" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ancaman Sang Pejabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin, 8 Mei 2006 yang lalu di salah satu media cetak, plt kabag humas kota kami menyebutkan bahwa akan ada mutasi 3 dokter, katanya sih untuk penyegaran dan meningkatkan kinerja.&lt;br /&gt;Walah, kapan pak humas itu pernah ke puskesmas, lagian aneh koq kayak Sang Mahadiraja yang bergaya menuduh, propaganda lalu eksekusi...&lt;br /&gt;Kata pak Amin Rais, yang model begini sih kayak Fir'aun kecil.&lt;br /&gt;Jangan mentang-mentang punya kuasa Bung, coba dipikir dahulu.... eh sori nggak mungkin sempat berpikir. Kalo kami-kami ini nggak usah ditakut-takuti dengan mutasi, diberhentikanpun nggak soal, tidak seperti sampeyan dimana mutasi adalah momok.&lt;br /&gt;Bagi saya beda pendapat itu biasa, lha kalo beda pendapat aja sampeyan sudah bicara mutasi, apalagi beda pendapatan.&lt;br /&gt;Argumen yang disebutkan juga sangat klasik, siapa sih yang tidak tahu bahwa 3 orang yang disebut-sebut akan dimutasi tersebut adalah sebagian dari dokter yang tidak takut menyampaikan pendapatnya demi kemaslahatan.&lt;br /&gt;So ... walau tidak masuk akal, ya akan dimasuk-masukkan akal. Undang-undang membolehkan sampeyan berbicara dan bertindak semacam itu... tidak ada yang melarang. Sebesar apapun kekeliruannya, sampeyan tetap punya beribu alasan.&lt;br /&gt;Apa terkait dengan beda pendapat tentang pengobatan gratis via Askes?&lt;br /&gt;Ya kali... So usul saya jangan mutasi deh, sekalian kami diberhentikan aja. Gimana?&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kebenaran "moral Hazard" seputar suatu sistem layanan kesehatan melalui "insurance" via Askes yang berujung pada makin megahnya sarana Askes, sedang akses layanan kesehatan masyarakat nyaris "tetap seperti yang dulu".&lt;br /&gt;Ah ... yang menuntut kepekaan begini mana mungkin sampeyan bisa merasakan, hanya yang muchlis yang bisa.&lt;br /&gt;Biasanya aktor kegagalan didominasi user dan provider serta jaringannya. Eh di sini malah penyelenggara pemerintahanlah aktor utamanya.&lt;br /&gt;Di negara lain sistem tersebut dinilai gagal dan sudah off out date, di sini (di kota ini) akan dibangun kembali, walah saya yakin tidak pernah baca referensi model beginian.&lt;br /&gt;Ataukah "biaya di luar produksi" hasil penelitian berbagai lembaga, telah mengalahkan kebenaran?&lt;br /&gt;Ataukah sudah gelap antara benar dan salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mabuk ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;konon mabuk itu ada beberapa jenis, ada mabuk-mabukan, mabuk cinta, mabuk kepayang, mabuk laut udara dan darat (kayak iklan ya), mabuk hamil dan yang paling berbahahahaya katanya mabuk kekuasaan. Untuk meraihnya kadang apapun dilakukan, kadang niat dan tujuan awalnya nampak baik kadang pula menjadi baik betulan, tapi tak jarang sebaliknya, ketika kekuasaan diraih, entah kecil atau besar, wooowww seolah dunia ada dalam genggaman, seolah jadi yang maha benar, seolah jadi yang maha menentukan ... adakalanya menjadi mudah murka.&lt;br /&gt;..... namanya juga mabuk .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sisa-sisa gaya lama ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dulu, sebelum reformasi, ketika seseorang merasa punya kewenangan, lebih-lebih yang jadi pengurus organisasi sayap pemerintah, sering terdengar ungkapan klasik bila seseorang tsb tak suka dengan seseorang lainnya.&lt;br /&gt;Contoh:"mau berapa lama dia menduduki jabatannya" atau "kita mutasi saja dia" atau ngumpulin tanda tangan atau tindakan bengis lainnya. Agar nampak normal, alasan mudah dibuat.&lt;br /&gt;Kini, walau berubah gaya ternyata sisa-sisanya masih kental terasa.&lt;br /&gt;..... namanya juga sisa-sisa gaya lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8369988043776989925?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8369988043776989925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8369988043776989925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8369988043776989925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8369988043776989925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/punish-mutasi.html' title='Punish : Mutasi'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3107594544329481177</id><published>2006-05-05T06:14:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:46:51.395+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Kenangan Mancing Ikan Mas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/tawar10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/tawar10.jpg" alt="ikan mas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mancing ikan Mas sudah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tinggal kenangan&lt;/span&gt; ...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali mancing ikan Mas sungguh menyenangkan. Pertengahan 1996, sebuah danau yang oleh pemiliknya diberi nama "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wadah Benaung&lt;/span&gt;" artinya tempat bernaung, resmi dibuka sebagai area pemancingan ikan Mas. Tempatnya alami, teduh, dikelilingi bukit yang masih lebat tanaman liar. Di pinggir danau dipenuhi berbagai tanaman keras semisal petai, karet, sukun, rambutan dan bunga-bunga. Beberapa pondok kayu beratap rumbia dipancang di tepian danau. Kami lebih sering mancing malam hari menggunakan pelampung ber-phosphor. Nah inilah letak asyiknya. Ketika pelampung yang bersinar kehijauan mulai bergoyang, tangan meregang, mata menatap lurus menunggu si hijau berayun ke bawah permukaan. Dan ketika tiba saatnya nyisit tiba, amboiiii....kecipak air dengan kail menancap di bibir tipis ikan Mas, wooowww... senangnya tak kan bisa digambarkan.&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, keasyikan sirna seiring dengan meninggalnya pemilik danau sekitar 2 tahun lalu.&lt;br /&gt;Kini danau tersebut sudah jadi rimbun tak terusus, menyisakan kenangan indah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3107594544329481177?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3107594544329481177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3107594544329481177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3107594544329481177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3107594544329481177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/kenangan-mancing-ikan-mas.html' title='Kenangan Mancing Ikan Mas'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-6575977016267909352</id><published>2006-05-04T06:20:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:46:00.228+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>mancing udang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/udang120.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/udang120.jpg" alt="udang" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Asyiknya mancing udang di tepian Mahakam, tarikannya serasa tarikan bidadari di awang-awang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kayaknya berlebihan, tapi itulah kira-kira gambaran nan sukar diungkapkan kata oleh para pemancing. Seperti halnya ketika ada yang tanya, mengapa tidak beli di pasar aja?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Coba tebak apa jawabannya. Bila dianalogkan dengan pertanyaan kepada para web designer, mungkin jawabannya mirip kala ada yang tanya, mengapa tidak memakai software web editor or sejenisnya daripada capek-capek nulis pakai code html dan css. Gagal nggak dapat udang bukan halangan tapi kenikmatan tak akan bisa dinilai.&lt;br /&gt;Tul nggak ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-6575977016267909352?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/6575977016267909352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=6575977016267909352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6575977016267909352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/6575977016267909352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/mancing-udang.html' title='mancing udang'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3834576909702063832</id><published>2006-05-04T06:16:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:44:22.050+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>ikan Pepuyu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/tawar6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/tawar6.jpg" alt="ikan pepuyu" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pepuyu (betik) ternyata termasuk ikan mahal.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh tak mengira, ikan berduri yang di daerah asal saya di Jember kurang begitu disukai, ternyata di Kaltim termasuk salah satu ikan favorit selain Patin, Baung dan Laes.&lt;br /&gt;Di rawa-rawa sekitar Batuah, ukurannya sungguh mencengangkan bisa mencapai ukuran bungkus rokok Surya 16.&lt;br /&gt;Kami menjuluki ukuran xl untuk Pepuyu sebesar itu.&lt;br /&gt;Yang paling enak bila dibakar, woooowww gurihnya.&lt;br /&gt;Umpan favorit adalah kroto bercampur getah karet, selain awet tidak akan diganggu ikan kecil.&lt;br /&gt;Bisa juga ulat bumbung dan udang kecil, tapi tidak sebagus umpan kroto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3834576909702063832?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3834576909702063832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3834576909702063832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3834576909702063832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3834576909702063832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/ikan-pepuyu.html' title='ikan Pepuyu'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-5675185813637285890</id><published>2006-05-02T06:24:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:43:07.874+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>Nge Blog</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/ngeblog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/ngeblog.jpg" alt="nge Blog" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya jatuh cinta dengan blog, mudah-mudahan penyedia layanan nggak tutup, jadinya bisa menuangkan berbagai hal di sini. Sayangnya para teman sejawat di bidang saya belum banyak yang senang ngeblog, nggak sempat kali' ..... mungkin waktunya tersita untuk praktek hehehe ... padahal bisa sharing lho ... tapi ya itu tadi, sibuk ... entah sibuk melayani orang or cari duit ... batasnya sempit sih.&lt;br /&gt;Ada juga sih yang bikin grup di yahoo atau yang lain, tapi muncul sebentar lalu nggak sampai 3 tahun udah off, atau saya yang sangat ketinggalan? abis baru sejak 2002 di tempat tugas saya ada tilpon, maklum di pinggiran ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-5675185813637285890?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/5675185813637285890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=5675185813637285890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5675185813637285890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/5675185813637285890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/05/nge-blog.html' title='Nge Blog'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-8699959710962735336</id><published>2006-04-29T06:32:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:40:52.287+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Pekan mendebarkan, menunggu kebijakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/wajah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/wajah.jpg" alt="menunggu kebijakan" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Petir menggelegar, langit gelap, gerimis mulai merintik. Itulah gambaran cuaca saat ini di daerah kami. Akankah malam nanti turun hujan lebat, lalu biasanya disertai listrik mati dan biasanya pula esoknya ada berita banjir di Kota? Untung tempat kami 20 km dari Kota yang biasanya tidak ikutan penyakit banjir karena topografi yang walau berada di tepian sungai Mahakam tapi masih berada di ketinggian. Entah beberapa tahun ke depan, wong bukit-bukit sudah digunduli dan digerus oleh tambang batubara. Sungguh mendebarkan.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama mendebarkannya dengan menunggu saat-saat penting warga tepian mengingat dua hari lagi tepatnya Senin, tanggal 1 Mei 2006 ini akan diputuskan apakah program Pengobatan Gratis tingkat dasar dilaksanakan melalui pihak ketiga atau tidak. Bagi sebagian warga, mungkin tidak peduli mau melalui apa dan siapa, yang penting bagi mereka adalah layanan yang ready dan tentu optimal menurut ukuran mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Apa kira-kira ukurannya? Menurut hasil omong-omong dengan sebagian kecil warga, parameter layanan yangn optimal diantaranya: tempat yang layak, cepat, tepat dan senyuman alias ramah. Hal yang wajar mengingat layanan kesehatan apalagi gratis nyaris identik dengan apa adanya, tidak optimal, cemberut dan ketidak pedulian.&lt;br /&gt;Benarkah demikian?&lt;br /&gt;Jujur saja, walau kami pelaku kesehatan, anggapan tersebut benar adanya. Artinya yang serius dan sungguh-sungguh hanya sedikit dibandingkan dengan yang seperti anggapan di atas. So pelaku kesehatan tidak boleh marah dengan adanya penilaian di atas, justru menjadi pengingat bahwa kode etik dan sumpah yang pernah terucap memang mewajibkan " primacy patient care ".&lt;br /&gt;Terlepas peduli atau tidak tentang sistem layanan pengobatan gratis, kami pelaku kesehatan tentu berharap program luhur tersebut tidak perlu melalui pihak ketiga, karena selain boros juga penuh dengan nuansa permainan yang bermuara kepada kecurigaan akan penyelewengan dengan kedok niat luhur.&lt;br /&gt;Penting mengingat QS al-Baqarah :"wa ta'awanu alal birri wa taqwa, wala ta'awanu alal izmi wal udwan".&lt;br /&gt;Seperti iklan:" harusnya gampang, dibuat susah, tanya kenapa ".&lt;br /&gt;Lha bagaimana kalau dipaksakan sistem kerjasama dengan pihak ketiga?&lt;br /&gt;Kata yang tepat adalah: "lawan". Ya melalui posting ini, salah satu cara melawannya, walau gagal nggak apa, yang penting nggak ikutan mereka ... kalo perlu keluar dari sistem ...&lt;br /&gt;Mengharap peran DPRD? Waduh maaf, gimana ya? ... paling-paling kita cuman dimintai pendapat doang, nah loh ... nampak formil kan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seperti posting sebelumnya, perasaan makin kuat bahwa ntar gratisannya sama askes, ... why ... udah dibilang kan ... 18 M itu gede banget ... maksudnya, setengahnya itu bisa diotak-atik ... percaya nggak ... dan ini yang ngeri ... ntar petugas puskesmas bakalan ikutan otak-atik, yang beginian mereka ahli lho ... caranya ... walah banyak cara, ... antara lain kunjungan dinaikkan agar jasa medisnya dapet banyak dan jangan kaget ya, uangnya bakalan dibagi habissss bissss biiiisss ... mau bermutu? ... impossible ... nggak percaya ... lihat aja nanti&lt;/span&gt; ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-8699959710962735336?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/8699959710962735336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=8699959710962735336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8699959710962735336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/8699959710962735336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/04/pekan-mendebarkan-menunggu-kebijakan.html' title='Pekan mendebarkan, menunggu kebijakan'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-7050148666883449823</id><published>2006-04-09T06:37:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:38:07.500+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Presentasi ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/presentasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/presentasi.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang pekan ini agak melelahkan, walaupun pekerjaan rutin tidak berubah namun disela-selanya ada hal penting menyangkut maslahat orang banyak. Apalagi jika bukan lanjutan rasan-rasan pekan sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yach, memang benar ...&lt;br /&gt;Rabo lalu jadi presentasi di Balaikota, ada sedikit rasa puas karena bisa menjelaskan langsung di depan para petingi kota, anggota dprd, para Camat dan Lurah se kota terkait dengan program pengobatan gratis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketidak puasan masih tebal, karena hasil pertemuan yang diamini oleh hadirin ternyata keputusan akhir masih menunggu decision maker, pak Ass II selaku pimpinan rapat akan menyampaikan ke Walikota. Hal yang wajar memang, namun para TS ada saja yang curiga, jangan-jangan sebenarnya keputusan sudah dibuat. Wah ...&lt;br /&gt;Bukan hal yang sulit melaksanakan program Walikota yang menggratiskan warganya untuk bertobat ke Puskesmas dengan layanan kesehatan tingkat dasar.&lt;br /&gt;Menurut kami sangat mudah, wong hanya merubah dari mbayar retribusi menjadi tidak membayar alias gratis, apa sih susahnya? Yang penting obat dan penunjangnya ready, infrastruktur dibenahi, ruang tunggu yang nyaman, bangunan yang layak, peralatan yang modern (supaya warga merasakan layanan yang beneran) dan petugas tentu harus sabar, nggak boleh suka marah dan tiap hari update ilmu alias belajar, insya Allah kapanpun siap. Itu menurut kami-kami yang sehari-hari memang kerjaannya ngurusi orang sakit.&lt;br /&gt;Masih menurut kami, untuk berobat ke Puskesmas secara gratis nggak usah pakai kartu segala, biar mudah. Siapapun boleh berobat dan tetap gratis (untuk layanan tingkat dasar), nggak peduli darimanapun walau penduduk luar kota tetap gratis. Nggak akan membengkakkan biaya kok? Kan sudah kami hitung visit rate maksimalnya. Dipermudah saja, lha orang sakit itu sudah menderita nggak usah ditambah beban macam-macam, itu kalau memang niatnya mau beramal lho.&lt;br /&gt;Bayangkan bila mbah-mbah atau ibu yang bawa bayi atau siapapun datang lalu lupa membawa kartu, apa mggak dilayani? Ambil kartu duluan? Walah ... So konsep kami dalam presentasi yang mengedepankan kemudahan dengan dana jauh di bawah rencana semula yang ditawarkan pihak ketiga sebenarnya tinggal jalan aja.&lt;br /&gt;Tapi sementara memang harus sami'na wa atho'na...&lt;br /&gt;Menunggu keputusan Walikota hingga 25 April atau 1 Mei 2006 ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;eh...jangan omong-omong ya, perasaan dan hitungan saya, keputusannya tetap kerjasama dengan askes, percayalah. Segala macam presentasi di atas, yaahhhh biar nampak masukan kita diperhatikan ... masa yang beginian ngga ngerti sih .... 18 M itu gede lho ... ntar pertanggung jawabannya paling-paling begini: "Sudah sesuai aturan ... dan tidak ada keluhan dari masyarakat" ... percaya deh, skenarionya akan seperti itu atau semacamnya&lt;/span&gt;) ...&lt;br /&gt;cakmoki&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-7050148666883449823?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/7050148666883449823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=7050148666883449823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7050148666883449823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/7050148666883449823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/04/presentasi.html' title='Presentasi ...'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3929084677708837726</id><published>2006-04-02T06:41:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T18:36:03.754+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>Nonton bola ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/rooney.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/rooney.0.jpg" alt="Rooney" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam nanti, lewat tengah malam seperti biasa acara nonton Bola, Kick n Rush liga inggris, lanjut ke La Liga. Makanan kecil udah siap, kacang atom, kacang garuda yang pasti kacang betulan bukan kacang-kacangan. Persiapan sarapan dini juga rutin, pecel depan rumah yang buka selepas subuh atau mie gelas campur telor, wih uenak tenan. Pekan sebelumnya, di penghujung Maret nggak ada kejadian penting, kecuali listrik yang dua kali mati, yang ini nyaris rutin, kok bisa ya ? Jawaban di tempat kami juga serempak: kan udah biasa ... Pekerjaan rutin juga nggak ada yang istimewa, visite rutin para penderita pada pagi hari, bercanda dengan mereka, beri support, bikin catatan-catatan, enjoy aja ... Sepekan ke depan ada rasan-rasan dari temen-temen untuk mempresentasikan secara teknis rencana program pengobatan gratis tingkat dasar, di Balaikota. Yang ini menindak lanjuti pertemuan sebelumnya yang agak panas terkait dengan rencana tersebut yang ternyata akan memakai jasa pihak ketiga. Sontak temen-temen geger mengingat dana yang akan dipakai sebanyak 18 milyar untuk setahun, tapi itu tawaran pihak ketiga dan kayaknya hampir disetujui, woowww.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah letak ributnya. Mengapa harus kerja sama dengan pihak ketiga ? Mengapa 18 milyar dan terlalu banyak mengapa yang konon mau di trialkan. Kalangan kami sih sudah sangat paham, banyak hal tak terucap mengiringi ketidak setujuan.&lt;br /&gt;Walhasil rencana tersebut akan dikaji ulang, mengingat tanpa pihak ketiga ternyata dana yang "akan" dikeluarkan untuk program tersebut setahun kedepan jauh lebih sedikit, itupun dananya tetap "ngandang" di Pemkot, so kalau nggak terpakai tidak hilang tapi bisa untuk infrastruktur atau hal lain yang dapat memberi manfaat bagi khalayak.&lt;br /&gt;Rasan-rasan muncul lagi, penundaan tersebut lip service atau betulan. Termasuk rencana presentasi di depan para petinggi kota, para Camat dan para Lurah. Kecurigaan yang wajar, karena para TS sudah sangat hafal liku-liku dunia gelap kedokteran dengan segala kata manisnya, yaaaa kami ada di belantara itu sih ...&lt;br /&gt;Tinggal tunggu apa yang bakal terjadi pekan depan ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3929084677708837726?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3929084677708837726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3929084677708837726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3929084677708837726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3929084677708837726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/04/nonton-bola.html' title='Nonton bola ...'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1003006240531285543.post-3622765424595736599</id><published>2006-02-19T06:48:00.000+08:00</published><updated>2006-11-09T19:06:23.318+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Demam Berdarah Dengue Hadir Sepanjang Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/1600/nyamuk.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/1575/122437285221104/200/nyamuk.gif" alt="Demem Berdarah" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertengahan 2003, kami menyampaikan rasa khawatir kepada beberapa orang dekat, bahwa DBD bukan hanya terjadi dan meningkat pada musim hujan saja, tetapi potensial terjadi sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa sih dasarnya ? Opini atau sekedar ramalan?&lt;br /&gt;Tentu dasarnya adalah analisa data.&lt;br /&gt;Sebagai contoh nyata, kasus di Kecamatan Palaran . Pertama kali penulis menemukan kasus DBD sekitar tahun 1988 (mungkin sebelum itu sudah ada tetapi tidak tercatat), seorang gadis kecil dengan dugaan DBD ternyata benar adanya. Saat ini si kecil sudah punya buntut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sejak itu, setiap tahunnya selalu ada kasus dugaan DBD yang dirujuk namun sayang tidak ada feedback. Yang pasti dalam sepuluh tahun terakhir ini di Palaran selalu ada kasus DBD setiap tahunnya. Bahkan dalam 2 tahun terakhir sejak 2004, praktis setiap bulan ditemukan kasus DBD.&lt;br /&gt;Apakah sudah lapor ? Tentu sudah, tetapi nggak usah heran kalau tidak ada tindak lanjut, karena kami menduga laporan tersebut tidak dibaca, atau mungkin hanya dibaca. Bukannya negative thingking tetapi sudah tradisi.&lt;br /&gt;Tindak lanjut yang "tergopoh-gopoh" baru dimulai ketika media mulai merilis kasus DBD.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada kemajuan signifikan dari Pemerintah Kota dan DPRD Samarinda, yang selalu memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Terbukti dengan diserahkannya mesin Fogging ke Puskesmas untuk mendekatkan layanan, walau sebenarnya mesin pengasap tersebut tidak banyak membantu. Memang secara psikis seolah-olah ada perhatian, namun sekali lagi tak banyak membantu, karena hanya efektif 2 hari.&lt;br /&gt;Apalagi dengan model pengasapan yang dilaksanakan ketika sudah ada kasus, apa manfaatnya ?&lt;br /&gt;Terlepas dari perdebatan manfaat Fogging, perhatian Pemkot Samarinda dan DPRD tersebut patut disyukuri. Sayangnya, jajaran kesehatan di tingkat Kota sepertinya tidak dalam kondisi fight dan serius.&lt;br /&gt;Apa lacur ? Ya itu tadi, hanya tergopoh-gopoh ketika media mulai menulis.&lt;br /&gt;Lebih-lebih pada saat peningkatan kasus DBD, yang ramai justru hitung-hitungan KLB atau bukan KLB. Memang tidak salah bila berbicara dalam ranah epidemiologi dan statistik. Terkait masalah kesehatan adalah masalah sosial kemasyarakatan, pandangan melalui pintu epidemiologi saja tentu tidak relevan lagi.&lt;br /&gt;Dengan nalar sederhana , tidak sepantasnya memakai KLB sebagai defend mechanism. Secara keilmuan sudah terbukti bahwa sampai saat ini DBD adalah penyakit dengan Case Fatality Rate tinggi, belum lagi penyebarannya yang cepat dan makin tidak spesifik nya gejala klinis karena dugaan perubahan strain virus. Menilik kondisi di atas, sudah seharusnya DBD mendapatkan perhatian serius dan simultan sepanjang tahun. Tindakan ini tentu tidak serta merta menjamin eliminasi kasus DBD, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dan integritas keilmuan. Sebagai perbandingan, di Jepang, 1 (satu) kasus Avian Influenza sudah membuat pemerintah memberlakukan karantina. Betapa perhatiannya.&lt;br /&gt;Bagaimana penanganan DBD di Samarinda kini?&lt;br /&gt;Seperti sebait lagu..: "AKU MASIH SEPERTI YANG DULU"&lt;br /&gt;Semoga, nurani terpanggil ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moki, 19 Pebruari 2006.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.kompas.com/rss/health.rss
http://technorati.com/blogs/http://cakmoki-ikm.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1003006240531285543-3622765424595736599?l=cakmoki-ikm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/feeds/3622765424595736599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1003006240531285543&amp;postID=3622765424595736599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3622765424595736599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1003006240531285543/posts/default/3622765424595736599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakmoki-ikm.blogspot.com/2006/02/demam-berdarah-dengue-hadir-sepanjang.html' title='Demam Berdarah Dengue Hadir Sepanjang Tahun'/><author><name>cakmoki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07168833432364871862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i75.photobucket.com/albums/i302/cakmoki/family/moki90.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
